Zeasy

Zeasy
Pingsan


__ADS_3

Mulai saat ini. Tepat malam dimana Elang berhasil menyematkan cincin pada jari manis Yiran. Zeasy seolah tidak ada lagi harapan untuk bisa mendapatkan cintanya.


Walau Elang berujar sayang pada Zeasy ketika di rooftop itu, tapi itu semua tak mengubah keadaan. Yang Zeasy harap Elang akan membatalkan pertunangannya dengan Yiran.


Semua orang memang terlihat bahagia menyaksikan sepasang insan yang saling menyatukan. Berbeda dengan Zeasy yang hanya terdiam.


Baiklah, tak perlu lagi untuk dipikirkan. Menerima adalah keputusan yang tepat walau nyatanya itu sangat sulis.


"Cewek hulk, loe gak papa? Murung mulu loe udah kaya ayam yang gak di kasih makan," sahut David menyenggol lengan Zeasy.


Zeasy hanya menggeleng.


"Loe suka ya sama cowok itu?" tanya David tiba-tiba yang berhasil membuat Zeasy menoleh ke arahnya.


Dari mana cowok tengil itu tahu. Wah jangan-jangan David bisa meramal lagi. Bahaya kan kalau iya terbukti.


"Nggak!" elak Zeasy cepat. David hanya mengedik seraya melengkungkan bibirnya ke bawah.


"Masa?"


"Perasaan, loe selalu ganggu mulu, ya. Kenapa?" Zeasy bertanya dengan tatapan mengarah pada wajah David.


"Karena gue ingin loe jadi pacar gue!"


Sudah kebaca, itu pasti yang akan dikatakan oleh si cowok tengil.


Zeasy terkekeh seraya menggelengkan kepalanya. "Gue nya ogah, gimana dong?"


"Bodo ... gue bukan tipe cowok pemaksa."


"Lagi juga loe ngaco aja. Bokap loe bakal nikah sama nyokap gue."

__ADS_1


"Apa masalahnya sama gue?"


Zeasy kontan menoleh. "Kita bakal jadi sodara!"


"Bodo amat!"


"Terserah!" balas Zeasy. Kemudian ia berlalu meninggalkan David.


Walau raga Elang bukan bersama Zeasy, tapi mata itu terus mengarah padanya. Elang terus mengikuti pergerakan Zeasy. Termasuk ketika gadis itu tengah berbincang dengan David. Semuanya tak lepas dari pengamatan Elang.


Entah apa yang ada di dalam benak Zeasy. Tiba-tiba saja ia melangkah ke arah depan - dimana tadi tempat Elang dan Yiran saling bertukar cincin.


Zeasy mengambil gitar yang sedang anteng menyender. Ia menarik kursi dan duduk di sana. Di depan semua orang.


Detik itu, ketika Zeasy memetik senar gitar,


arah pandang semua pasang mata tertuju padanya.


Ia dekatkan bibirnya pada mik, jari-jemari lentiknya dengan indah memetik senar gitar.


Biarlah aku pergi.


jangan lagi kau tangisi.


Semoga pilihanmu yang terbaik untukmu.


Saat mata itu terpejam, bayangan Elang pun terlintas. Zeasy memutar lagi bayangan kala ia pertama bertemu dengan Elang.


Memang berat bagiku.


Berpisah denganmu.

__ADS_1


Tapi harus kurelakan, cinta tak bisa dipaksakan.


Putaran bayangan Elang ketika sedang bertanding basket. Saat kedua kalinya mereka bertemu di lapangan basket GGs. Zeasy semakin tidak kuat menahan asa yang mengoyak rongga dada.


Bukan hanya Elang yang mendengar suara Zeasy begitu indah berbaur dengan perasaannya. Tapi semua orang yang disana, seolah hanyut dalam kisah Zeasy yang ia torehkan dalam lagu tetsebut.


Petikan gitat semakin mendominasi Ballroom.


Mungkin kau bukan cinta sejatiku.


Mungkin kau bukan belahan jiwaku.


Yang diturunkan Tuhan tuk menjadi pendamping hidupku.


Pertama, saat Zeasy membuka mata, pandangannya langsung mengarah pada mata Elang. Dan Elang dapat merasakan tatapan Zeasy yang penuh dengan kegamangan.


Sakit?


Tentu!


Bagaimana tidak sakit ketika orang saling jatuh cinta tapi tidak bisa bersama.


Bayangkan jika itu berada dalam posisimu. Melihat dia - yang begitu didamba, bertukar cincin dengan cewek lain. Walau dengan terpaksa.


Tepukan tangan menghema di setiap sudut Ballroom. Zeasy kembali menyimpan gitar, kemudian ia bangkit dari duduknya. Melangkah dengan kaki yang bergetar, Zeasy merasakan kepalanya tiba-tiba berputar. Dan tanpa sadar saat kaki kanan melangkah, ia ambruk di depan sana. Semua orang panik, apalagi dengan Elang dan David yang langsung berlari ke arah Zeasy yang sudah pingsan.


Islan dan Yunus seketika panik. Setengah berlari menghmpiri Zeasy.


Tangan Elang mau pun David sama-sama mengarah pada tubuh Zeasy untuk mengangkat tubuh wanita itu. Kedua cowok itu saling bertukar pandang.


Sampai pada Elang memutuskan untuk mengalah dan memberikan Zeasy, agar David yang membopong tubuh gadis itu.

__ADS_1


TBC


__ADS_2