Zeasy

Zeasy
Keras Kepala


__ADS_3

"Jadi loe sama Zeasy gak pacaran?" Elang bertanya. Sehabis melatih anak-anak basket, Elang mencari keberadaan David. Ia ingin tahu dimana cewek itu berada - dan ingin menanyakan prihal hubungannya dengan Zeasy.


Penasaran, kenapa waktu di rooftop itu Zeasy menolaknya. Dan Elang malah berpikiran jika Zeasy menolaknya memang karena ia pacaran dengan David.


Ah rumit sekali.


"Gue emang suka sama tuh cewek. Tapi dia gak suka sama gue. Gue juga gak tahu kenapa dia nolak. Padahal gue ganteng kaya Ji Chang Wook." Nasris, entah David sengaja atau tidak bilang demikian. Tapi pada kenyataannya memang David tampan. Dan masih ingat, jika di sekolahnya yang dulu cowok itu menjadi playboy kelas kakap?


Elang terkekeh. Ia menghela tenang. "Loe tahu dimana Zeasy sekarang. Udah satu minggu gue gak lihat dia sekolah? Apa dia sakit? Gue boleh, minta alamat apartemennya?" tanya Elang beruntuy. David hanya menaikan satu alisnya.


"Loe cari Zeasy buat apa?" Kepo David mulai naik. Ia tidak ingin cowok di depannya ini mencari Zeasy hanya untuk menyakiti.


"Gue ..." Elang diam. Cowok itu bagai berfikir sejenak. "Gak sih, cuma gue penasaran aja sama kondisinya. Waktu itu dia sempat pingsan kan diacara pertunangan gue." Bohong! Bukan itu yang ingin Elang katakan. Elang ingin bertemu cewek tomboy itu dan bilang gue kangen loe, Zeas.


"Loe bisa kasih tahu kan dimana alamatnya?"


"Gak bisa!" jawab David cepat. Lalu ia beranjak.


"Kenapa?" Elang bertanya. Ia bagai memaksa David dengan tatapannya yang nanar. Please kasih gue tahu dimana apartemen Zeasy. Gue rindu suara dan pengen peluk dia.


Ah Elang sudah tidak waras.


Dan begitulah manusia. Dia akan merasa kehilangan jika sudah tidak ada. Kemaren loe kemana aja, oy?


"Gue gak bisa!" Kemudian David berlalu.

__ADS_1


Maksa banget jadi orang. Udah tunangan juga. Astaga ...


**


Hari itu adalah hari dimana Islan dan Yunus melangsungkad janji sucinya di depan Tuhan.


Dengan balutan gaun yang indah, Islan begigu terlihat cantik bak seorang wanita muda yang menikah untuk yang pertama. Islan dan Yunus hanya diam di depan Altar. Keduanya belum mengucapkan janji karena Zeasy belum hadir di tengah-tengah kenahagian yang maminya rasakan.


"Bagaimana, apa akad pernikahannya sudah bisa dimulai?" tanya seorang penghulu yang tidak sabaran karena hampir satu jam orang yang diharapkan tidak datang.


Islan menoleh pada pria yang akan menjadi suaminya. "Kita mulai saja. Mungkin Zeasy tidak-"


"Aku ada, Mi." Suara itu ... suara yang selama satu minggu lebih ini menghilang. Islan menoleh pada sumber suara yang tepat di belakangnya. "Zeasy!" Senyum pun mengembang. Zeasy melangkah menghampiri Mami dan calon Papinya. "Zeasy pasti dateng, Mi," ujarnya lembut.


"Iya, Zeas, loe kemana aja sih?" Rosy ikut menimpali yang kala itu menghampiri David dan Zeasy.


"Ada kok gue. Loe berdua aja yang gak bisa lihat." Zeasy terkekeh.


"Jin kali ah gak bisa dilihat. Ada-ada aja loe mah."


Sementara Elang, pria itu ... ya ampun, rasanya pertama kali melihat wajah Zeasy saat sudah satu minggu menghilang. Ia ingin sekali berlari dan memeluk gadis yang dirindukannya itu. Tapi sial, tangan Yiran nempel terus di tangannya.


Ijab kobul pun berjalan dengan lancar. Semua tamu undangan dari berbagai kalangan menikmati pesta yang dibuat meriah. Bagaimana tidak, Islan adalah salah satu pemilik perusahaan agensi terkenal dan Yunus yang juga seorang pengusaha pun menjadikan pernikahan keduannya sebagai topik utama pemberitaan. Mengagumkan.


Tapi di tengah banyaknya orang yang berbahagia. Hanya satu wajah yang terlihat pucat.

__ADS_1


Ah siapa lagi kalau bukan Zeasy. Ia bukan merasa tidak senang. Tapi kepalanya sedari tadi berdenyut dan Zeasy hanya bisa menahannya saja.


"Loe kemana aja sih satu minggu ini, Zeas?" Rosy penasaran. Zeasy tersentak. "Ada," desahnya menahan sakit di kepalanya.


"Loe kenapa?" Itu David. Sedari tadi pun matanya tak lepas melihat ekspresi Zeasy dan wajahnya yang memucat. Zeasy hanya menggeleng.


Zeasy seharusnya tidak lama berada dia acara sang Mami. Ia harus kembali.


"Dav, gue gak bisa lama-lama disini ya. Bilangin sama Mami, nanti gue bakal temuin dia lagi. Bilangin, gue juga sayang Mami." Lalu Zeasy pun meninggalkan David, Rosy dan acara pernikahan sang Mami tanpa banyak bicara. Membuat David dan Rosy hanya memandang kepergian Zeasy tanpa menelan semua kalimat yang akan terlontar. Keduanya sama-sama berdecak di dalam keramaian.


**


"Astaga, Zeasy ..." Seorang pria tampan kisaran umur dua puluh delapan tahun segera menghampiri Zeasy yang berjalan sempoyongan sambil memijat kepalanya yang sedari tadi berdenyut.


"Kamu gak papa? Kita kembali ya!" Pria yang diketahui Zeasy bernama Fathul itu merangkul kedua bahu Zeasy dan segera memasukkan Zeasy ke dalam mobilnya.


"Saya juga bilang apa, kamu itu ngeyel banget kalau dibilangin." semprot Fathul dengan kesal.


Sementara Zeasy hanya mampu menoleh tajam pada pria di sampingnya yang sudah mengemudikan mobil.


Fathul menghela, "dasar keras kepala!" decaknya kesal.


TBC


Dikit dikit aja lah. Like komennya ish .... sedih hatiku ya alloh .....

__ADS_1


__ADS_2