
Malam itu Zeasy tengah berada di sebuah club malam yang terkenal di salah satu kota Jakarta. Musik nyaring yang menggema di pendengaran Zeasy. Lampu kelap-kelip pun mampu menggairahkan Zeasy untuk ikut bergoyang. Tak lupa, bau alkohol pun tercium dari setiap mulut yang melegut minuman memabukan itu.
Setelah sampai ke apartemennya sore itu, Zeasy merebahkan tubuhnya diatas kasur dengan mata yang terpejam. Rasanya sangat nyaman, ia ingin seperti ini terus. Tapi rasa nyaman itu berubah seketika saat melihat notif pesan masuk pada ponselnya. Ia membuka pesan itu dan setelah membacanya, Zeasy membanting ponsel itu hingga pecah berserakan diatas lantai.
"Berengsek!" teriaknya dengan nafasnya yang memburu.
Islan yang mengirim pesan itu. Pesan berupa sebuah undangan makan malam bersamanya. Tapi yang membuat Zeasy mengeraskan rahangnya adalah kala Islan mengirim sebuah foto meja makan dan disana seorang laki-laki yang sedang bersama sang Mami.
Islan yang juga berencana akan menikah kembali dengan pria lain.
Ajaib, baru beberapa hari orang tuanya bercerai dan mereka akan menikah dengan masa waktu yang belum selesai.
Tanpa pikir panjang, Zeasy mengganti seragamnya dengan pakaian yang seksi. Sampai lekuk tubuhnya tercetak jelas menampilkan kesan istimewa jika ada lelaki normal yang melihat penampilan Zeasy itu.
Rok hitam mini diatas lutut sampai paha mulus itu terlihat jelas. Juga tengtop satu tali hitam yang ia baluti dengan jaket kulit hitam. Sepatu but yang menutupinya sampai tumit dengan warna hitam juga.
Sebut saja Zeasy sudah gila. Gila karena hidupnya yang hancur dan tidak sempurna.
Saat ini gadis itu tengah bergoyang di lantai dance. Gerakan dan hentakan mampu membuat siapa saja terbuai akan indahnya tubuh Zeasy. Tak banyak cowok-cowok dewasa yang menemaninya bergoyang. Dan mereka malah saling berebut agar bisa menyentuh tubuh Zeasy.
Minuman yang sudah membuat gadis itu lupa diri. Rasa malu pun rasanya sudah lenyap. Zeasy terus menggoyangkan pinggulnya sambil satu tangan mengguyar rambut panjangnya yang terurai. Dan satu tangan lagi berada di bahu cowok dewasa yang tidak ia kenal. Tubuhnya bersentuhan dengan tubuh pria itu, hingga tangan pria yang tadinya menari di atas beralih pada punggung Zeasy dan menekan kuat punggung itu. Hingga cowok itu bisa merasakan kedua benda kenyal Zeasy menyentuh dadanya yang rata.
__ADS_1
Awalnya Zeasy tersentak. Tapi karena ia sudah tidak waras, gadis itu hanya tergelak dengan lepas sampai berteriak dan mengalungkan kedua tangannya pada leher cowok itu.
Saat Zeasy dan cowok itu sedang asyik berjoget disko, satu cowok dewasa ikut bergabung dengan Zeasy dan cowok itu.
Cowok yang baru bergabung itu berjoget ria tepat di belakang Zeasy. Sehingga kini tubuh Zeasy diapit oleh dua cowok sekaligus.
Mereka bertiga berjoget ria. Zeasy terus menarikan kedua tangannya di udara. Satu cowok yang ada di depan Zeasy menyimpan kedua tangannya di pinggang Zeasy sambil menggoyangkan pinggulnya. Dan satu cowok yang berada di belakang Zeasy, kedua tangannya melingkar pada dada Zeasy dan menyerukan kepalanya pada ceruk leher kanan Zeasy. Dan itu mampu membuat bulu halus Zeasy meremang seketika. Bibir cowok yang di belakang Zeasy itu mencium rambut belakangnya hingga bibirnya tembus pada tengkuk leher Zeasy.
Pada saat itu, Zeasy tersadar dan ia mendorong dada cowok yang tengah asik mencium tengkuknya. "Berengsek!" umpatnya. Kemudian cowok yang didorong itu tersungkur. Dan Zeasy berjalan oleng meninggalkan lantai dansa tersebut. Tapi sebelum itu, cowok yang tadi berjoget di depan Zeasy, menarik pergelangan tangan Zeasy hingga dadanya kembali menubruk dada cowok itu. Dan lebih parahnya, cowok itu lebih berani menarik tengkuk Zeasy lalu meluma* bibir Zeasy dengan penuh nafsu.
Zeasy meronta. Menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri seolah jijik jika sampai bibir cowok yang tidak ia kenal menyentuh bibirnya.
Namun tiba-tiba …
"Dasar cowok ... sama aja semuanya gila, berengsek!" Zeasy tidak sadar jika ada cowok lain yang menyelamatkan dirinya dari perlakuan tidak senonoh seorang cowok dewasa tidak waras tersebut.
Dan anehnya Zeasy malah berjalan sempoyongan meninggalkan cowok yang sedang memberikan bogeman mentah pada cowok yang sudah terkapar lemah disana.
Kontan saja itu membuat kondisi club kacau seketika. Hingga beberapa petugas datang dan menyeret keduanya.
"Cewek hulk … ah cewek itu masih di dalam, lagi. Sial!" ujarnya, saat ia sudah berada diluar klub.
__ADS_1
David, cowok tengil itu, untung saja datang dengan tepat waktu. Eh … tapi dari mana ia tahu Zeasy ada di dalam club?
David yang baru masuk. Ia ada janji bersama Orzy dan Bisma disana. Dan saat melihat pemandangan di lantai dansa. Cewek hulk yang tengah meronta itu sedang dipaksa oleh seorang cowok untuk melayaninya berciuman.
"Zy, gue udah ada di depan nih. Loe kesini deh sekarang!" ucapnya lewat sambungan telepon. Ia meminta bantuan Orzy yang masih di dalam.
"Aelah, Dav, kalau sudah ada di depan kenapa gak masuk langsung ke lantai atas aja sih, gue lagi in the hoy nih. Ganggu deh loe, sumpah." Sintin*, sama-sama sintin* kaya David.
"Gue diusir sama petugas. Buruan pokoknya, kalau nggak-"
"Oke-oke gue kesana sekarang." Orzy segera menyetujui David. "Dasar temen laknut emang. Gak tau apa gue lagi seneng-seneng nih." Orzy mengutuki David walau sang sahabat itu tidak akan mendengarnya. Percuma kan?
"Mau kemana loe, Zy?" tanya Bisma yang sedang memainkan dada cewek bar-bar. Duduk berdampingan di sofa club itu.
Gak ada yang bener emang semua temen David, termasuk David sendiri.
"David nyuruh gue ke depan." Bisma pun mengangguk. Ia tidak peduli, dan justru malah meneruskan tingkah biada* itu lagi. Sedangkan Orzy melangkah menuruni anak tangga untuk menjemput David.
Dan di dalam dunia remaja memang sudah tidak asing lagi dengan pergaulan yang seperti itu. Kebebasan mungkin yang selalu mereka damba.
TBC
__ADS_1
Ini tadinya aku mau tahan up nya. tapi ada akak sayang yang nanyain. jadi semangat deh.. wkwk