
Siang itu sekolah sangat ramai sekali dengan informasi jika akan ada duel antara Zeasy dan Yuke. Mereka sangat berantusias. Ini adalah pertandingan sengit antara keduanya. Pasalnya satu sekolah juga tahu jika Yuke selalu tak ingin tersaingi. Apalagi dengan gelar yang dia dapat. Ratu kecantikan. Oh sungguh konyol sekali rasanya.
Sementara Rosy saat ini tengah khawatir karena kaki Zeasy yang belum sepenuhnya membaik. Rosy takut kaki sahabatnya itu akan cedera lagi.
"Yakin loe, Zeasy, kaki loe gak papa? Yuke jago loh main basketnya. Gue gak mau loe kenapa-napa nantinya."
Yuke yang memang bergabung dalam satu kelompok basket tim putri GGS. Dan memang benar paktanya jika gadis angkuh itu sangat baik dalam bermain. Tapi Zeasy yakin bahwa dia bisa mengalahkan Yuke.
"Gue gak selemah itu, Cy," jawab Zeasy datar dengan mata yang menatap lurus ke arah lapangan basket.
Iya, saat ini lapangan basket sudah dipenuhi dengan anak-anak yang sudah duduk di tribun lapangan.
"Tapi-"
"Hey cewek hulk, gue yakin loe menang!"
Zeasy menoleh ke arah kiri yang dimana suara itu berasal. David si cowok tengil menghampiri Zeasy yang sedang duduk di tribun bersama Rosy.
Mendengus kesal, Zeasy kembali menatap lurus ke depan.
Bukan Zeasy tak tahu David, ia hanya tidak suka diganggu saja oleh cowok itu. Masa pas Zeasy masuk kelas David langsung menjahilinya dengan memasukan tiga kecoa sekaligus pada tasnya. Yang benar saja. Sengaja atau tidak, Zeasy sangat marah. Pasalnya gadis yang mendapat julukan hulk dari David itu pobia kecoa. Dan David, pria ini benar-benar mencari masalah saja bisanya.
"Heh ... mending loe enyah saja dari sini!" Itu bukan Zeasy, melainkan Rosy. Masih ingatkah jika David dan Rosy memang tidak pernah akur sejak kesalah pahaman beberapa bulan yang lalu.
"Gue gak ngomong sama loe. Dasar gunung rata," ujar David. Dan selalu seperti itu jika bertemu dengan Rosy. Juga selalu mencibir Rosy dengan sebutan gunung rata. Oh menyebalkan sekali.
__ADS_1
"Loe tuh, ya. Dasar mesum!" Pada akhirnya Rosy yang tidak mau kalah dan selalu menyebut David dengan cowok mesum. Memang cocok keduanya ini. Sama-sama gak tahu malu. Dihadapan orang banyak masih saja sempat-sempatnya berdebat. Gak ada akhlak emang.
***
Zeasy dan Yuke kini sudah berada di tengah lapangan. Zeasy yang memakai kaos berwarna putih dan Yuke berwarna oranye.
Setelah wasit nelempar bola ke atas udara, tangan Yuke yang trampil dan gesit langsung mengambil dan mendrible bola basket itu.
Zeasy berusaha merebut bola dari tangan Yuke. Tapi sial, benda bulat itu malah lolos masuk ring oleh tangan trampil Yuke.
"Loe gak bisa ngalahin gue, cewek jadi-jadian!" Yuke menepuk bahu Zeasy dua kali. Seolah ia tengah meledek Zeasy.
Kemudian kedua gadis dengan berbeda sifat itu terus saling ingin mendapat benda bulat tersebut. Sedangkan benda itu kini ada di tangan Zeasy. Ia berhasil merebut bola dan mendriblenya. Kali ini Zeasy tidak membiarkan bola itu direbut oleh tangan Yuke. Dan Zeasy pun berhasil memasukan bola ke dalam ring dengan poin yang sama.
"Keren loe, Zeasy." Sorak Rosy di tribun yang langsung berhadapan dengan lapangan sambil bertepuk tangan memberikan sang sahabat semangat.
Tanpa sadar, Rosy sedari tadi mengamati wajah David dari samping. Gadis itu tersenyum malu. Oh tidak, sepertinya terjadi sesuatu juga dalam hati Rosy. Jangan bilang kalau Rosy sudah menyukai David. Ah gila, ini sungguh gila. Lantas gadis itu menoyor pelipisnya sendiri.
"Kenapa loe lihatin gue mulu?" Dan seperti ketahuan sedang nyolong anak ayam tetangga, wajah Rosy langsung merah dan mengerjap gelagapan, ketika David menoleh padanya. Dan entah sejak kapan David menatap Rosy sampai gadis itu tidak sadar. Oh Tuhan, fix rasanya Rosy ingin pindah ke planet upo saja. Sumpah demi Cristian Sugion yang peka sama Titi Kamal, Rosy malu, sangat.
"Em ... m ... geer banget loe, siapa juga yang lagi liatin loe?" Gelagapan kan ngomongnya. Andai disana ada kantong doraemon, Rosy ingin minta alat untuk menghapus rasa malunya pada doraemon.
"Terus ngapain loe noleh ke arah gue?" Astaga, cowok itu bertanya kelewat santai. Ingat sekarang yang ada di depan Rosy adalah pemain wanita ulung level 100, pasti sangat santai lah menghadi tatapan seperti yang diberikan Rosy, toh David juga sudah biasa.
"Dih ... gue lihat mang Komar tuh lagi bersih-bersih," ujarnya ngasal. David pun menolehkan wajahnya dan memang di pinggir lapangan tepatnya di belakang David mang Komar sedang menyapu disana.
__ADS_1
"Oh ..." dan apa yang disahuti cowok itu, oh doang? Ya ampun astaga naga, Rosy gedeg jadinya yang tidak bisa mengontrol detak jantungnya yang mendadak ngeDJ. Rosy pun hanya bisa berdecak menahan malu.
Sementara di lapangan Zeasy yang siap melempar bola ke dalam ring, dengan loncatan pelan, tiba-tiba punggungnya didorong oleh Yuke hingga kontan tubuh Zeasy tungkurap di atas lantai.
"Zeasy!"
"Cewek hulk!"
David dan Rosy seketika langsung bangkit dari duduknya. Semua pasang mata yang ada disana membulat dengan pemandangan yang terjadi di lapangan sana.
Zeasy bangkit, menumpuhkan kedua telapak tangannya ke atas lantai lapangan itu. "Curang, loe!" tegas Zeasy membulatkan matanya sempurna. Ia sudah berdiri menatap tajam Yuke.
"Loe nya aja yang lemah." Yuke bertolak pinggang maju selangkah ke arah Zeasy dengan menantang.
Zeasy menoleh pada monitor dimana menunjukan skor poin yang sama. Ia menyeringai miring dengan menaikan kedua alisnya. "Loe takut kalah sama gue kan?" cibir Zeasy dengan enteng.
Yuke geram, tangannya mengepal sempurna dan rahangnya mengeras.
"Cek ... pengecut loe, gak nerima kekalahan sendiri." Zeasy berujar drmikian. Karena jika tadi Zeasy berhasil mrmasukan bola ke dalam ring. Tentu Zeasy yang akan menang. Dan Yuke tidak akan membiarkan hal itu.
"Loe bilang gue pengecut?" sengit Yuke tidak terima. Tangan kanannya ia ayunkan di udara siap menghantam pipi Zeasy.
Seakan siap dengan sebuah tamparan yang akan Yuke berikan, Zeasy pun hanya memejamkan matanya saja. Ia tidak ingin mencari ribut lagi. Sebab itu bukan dirinya banget.
Tapi begitu tangan Yuke hampir mendarat di pipi Zeasy, tangan seseorang lebih dulu menghentikannya. Yuke pun menoleh pada orang yang berani mencekal pergelangan tangannya. Matanya membulat sempurna ketika Yuke tahu siapa orang itu. Dan Zeasy yang sadar akan tidak sampainya hadiah tangan Yuke, pelan ia membuka mata dan menatap tangan Yuke yang sedang dicekal di depan matanya. Lantas ia menoleh pada orang yang menolongnya.
__ADS_1
Oh Tuhan ... apalagi ini?
TBC