
zeasy mengerjapkan kedua matanya pelan. Perlahan ia membukanya, gadis itu belum sadar berada dimana. Dan justru semakin mengeratkan selimut yang menutupi tubuh sampai lehernya.
Semalam saat David masuk lagi ke dalam club, cowok itu sempat merasa bersalah karena tidak menemukan Zeasy lagi di dalam sana. Tapi ketika ia melewati toilet cewek, David masuk ke dalam sana walau setengah ragu. Dan ia mendapati Zeasy sedang membungkukan tubuhnya di wastafel.
Setelahnya Zeasy tak sadarkan diri, dan David tak tahu harus bawa gadis itu kemana. Akhirnya tanpa pikir panjang David membawa Zeasy ke apartemennya dengan keadaan pingsan.
Zeasy membuka matanya sempurna saat sadar pandangannya mengedar melihat langit-langit kamar yang berwarna abu. "Ini kaya bukan kamar gue," gumamnya pelan. Masih belum nyadar sepenuhnya.
Ia mencoba mengingat terakhir kejadian di club malam itu. Tapi ingatannya terasa buntu. Zeasy tidak mengingat apa pun. Ia menjadi merasa takut sekali, kenapa tiba-tiba ia berada di sebuah kamar yang tidak ia ketahui kamar siapa itu. Zeasy jadi berpikir, apa ia sudah dianu-anuin?
Semakin pandangannya mengedar, Zeasy semakin sadar. Fix ini bukan kamarnya, lantas Zeasy bangun dan mengeratkan selimut yang masih menutupi tubuhnya. Ia beringsut bersandar pada kepala ranjang. Kepalanya menoleh kekanan dan kiri. Dan ia tergugu saat matanya mendapati seorang cowok tengah tertidur pulas di atas sofa.
"Cowok tengil," sahutnya pelan dengan rahang terbuka dan dahi yang terlipat hingga beberapa lapisan. Kemudian seperti orang bodoh, Zeasy menundukan wajahnya mengintip tubuhnya dibalik selimut yang ia cengkram.
"Ah ..." ia histeris sampai David pun terbangun.
"Paan sih, cewek hulk? Gue masih ngantuk, jangan teriak-teriak. Cape gue gara-gara semalam-"
"Berengsek, sialan, loe udah apain gue semalam? Kenapa loe bawa gue ke tempat loe? Gila, gak waras, sinti ng, sialan!" umpatan kasar itu Zeasy lontarkan sambil memukul-mukul David dengan bantal oleh tangan kanannya. Dan tangan kiri mencengkram kuat selimut yang menutupi tubuh - polosnya. Oh astaga ...
"Aduh ... aduh ... apa-apaan sih loe, cewek hulk?" David mengarahkan kedua tangannya untuk menahan bantal yang tengah dipakai Zeasy untuk menjadi alat memukul David.
"Mesum, cowok gila, tengil, loe udah apain gue semalam? Heuh?" Menyerah, Zeasy melempar bantal sampai mengenai wajah David. Rahangnya mengeras, nafasnya memburu dan dadanya berdebar.
Bukan berdebar merasakan perasaan yang lain layaknya yang jatuh cinta. Tapi Zeasy takut jika apa yang ia pikirkan bahwasannya David telah - merenggut ...
"Gue-"
"Gak seharusnya loe lakuin itu sama gue!" teriak Zeasy. Ia duduk di atas sofa dengan selimut yang masih melilit.
David mencoba menyentuh bahu polos Zeasy takut-takut, "cewek hulk, gue-"
"Jangan sentuh gue, berengsek!" Zeasy memberikan tatapan tajam pada David hingga cowok itu tarik ulur lagi tangannya. "Dan stop panggil gue cewek hulk. Dasar gila!" Kemudian Zeasy bangkit. Dan saat ia akan melangkahkan kakinya, tak sengaja selimut itu terinjak kaki Zeasy sendiri sehingga apa yang tidak harapkannya pun terjadi. Ia terjelembab ke atas tubuh David. Sehingga kini posisi Zeasy berada di atas tubuh David.
Oh ya ampun ... ini enak untuk David tapi rugi selaut untuk Zeasy.
Untuk beberapa detik yang berjalan, mata Zeasy dan David bertemu dalam satu garis lurus. Jantung David bergetar cepat saat memandang mata indah nan cantik Zeasy. Kedua wajah itu terlalu dekat. Saking dekatnya David dapat merasakan hembusan nafas Zeasy menyapu kulit wajahnya.
Sedangkan Zeasy, ia malah merasakan aneh di bawah sana. Ya ampun, apa itu yang terasa keras dibawah David? Seketika wajah gadis itu berubah merah. Ia belum mau merasakan sesuatu yang mengeras dibawah pusatnya.
__ADS_1
"Cewek hulk, loe bisa bangun dulu gak? Gue deg-degan ini kalau loe terus ada di atas gue. Bisa-bisa gue khilaf." David berujar menahan nafasnya. Jantungnya, oh Tuhan mungkin Zeasy sekarang bisa mendengar jantungnya yang berdentum keras seperti genderang yang akan perang.
"Gila!" Ia bangkit dengan sesah payah setelah melontarkan umpatan kasar pada David.
Hening yang tercipta kemudian di dalam kamar David.
Zeasy mondar-mandir dengan tubuh terlilit selimut. Ia gigit ujung kukunya dan sesekali mengguyar rambutnya ke belakang. Matanya pun mengerjap berulang.
"Loe kenapa sih? Pusing gue lihatnya mondar-mandir kek istrikaan yang udah rusak loe." Cowok itu terlalu santai. Ia berjalan ke arah pintu kamar mandi.
"Ia loe yang udah rusakin," jawab Zeasy cepat saat tangan David memegang handle pintu kamar mandi.
David menolehkan wajahnya, "heuh?"
Mendengus kesal, lama-lama bisa gila kalau Zeasy terus bernafas satu ruangan dengan David.
"Baju gue, tengil. Gak mungkin gue balik pake lilitan selimut kan?"
Ah benar, semalam baju Zeasy di laundry David dan pagi ini belum dikembalikan. Tapi harusnya semalam itu juga udah beres karena David memintanya cepat.
Bukan hanya di toilet club Zeasy muntah hebat. Tapi setelahnya David membaringkan tubuh Zeasy, gadis itu tiba-tiba kembali muntah lagi, dan parahnya semua bajunya jadi kotor termasuk seprai kasur David.
**
"Sarapan dulu, gue udah buat susu sama roti buat loe." Setelah Zeasy rapi memakai baju dan David mengajak Zeasy untuk sarapan saat ia keluar dari kamar David.
"Gak doyan gue," jawabnya dengan wajah datar dan jutek. Ia hendak keluar apartemen David. Tapi ia urungkan saat ia teringat dengat tas slempangnya.
Perasaan Zeasy memang menenteng tas kecil saat pergi ke club itu. Tapi benda kecil itu dimana sekarang.
"Tas gue mana?" Zeasy memutarkan tubuhnya. Bertanya tanpa mendekat pada David. Dan hanya berdiri jauh di dekan pintu keluar.
"Tas?" David justru mengernyitkan keningnya. "Mana gue tau," sahutnya dengan wajah jenaka.
Kalau tas gue gak ada gimana gue bisa balik. Kalau sekarang gue gak pegang duit.
Dertt ... dertt ...
David melihat panggilan masuk pada ponsel yang ia simpan di samping piring. Berdecak kesal ketika tahu siapa orang yang memanggilnya.
__ADS_1
"David, pulang ke rumah sekarang juga!" Suara nyaring di dalam panggilan telpon itu membuat David harus menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Papi bisa-bisa mati mendadak kalau kamu terus kaya gini. Astaga, David ... kapan kamu bisa berubahnya?"
"Ya ampun, Pi. Ntar-ntar aja ngomelnya. David lagi di sekolah ini," dusta David pada sang Papi. Belum tahu aja dia kalau kepala sekolah menghubungi Yunus jika putra bungsunya itu tidak masuk sekolah.
"Dasar anak durhaka kamu. Kamu pikir Papi gak tahu kalau kamu bolos, heuh? Pulang - sekaranga!"
Tut ... tut ... tut
Cebikan dari bibir David pun keluar. Lalu ia menoleh pada gadis yang sedang berdiri dengan melipat kedua tangannya.
"Bokap gue emang cerewet," ujarnya tiba-tiba.
Zeasy hanya menghela nafasnya kasar, ia memutar bola matanya malas. Harus ya, David kasih tahu kalau itu papinya. Masa bodo buat Zeasy mah. Yang jelas, sekarang gadis itu lagi memikirkan gimana caranya untuk pulang ke apartemennya. Sedangkan ia gak ada duit buat bayar taxi. Jika minta bantuan cowok tengil untuk mengantarnya ...
Oh tidak-tidak, Zeasy gak mau berurusan dengan David si cowok tengil. Apalagi David udah-
Zeasy hanya menggelengkan kepalanya samar. Dan itu tidak lepas dari mata David.
"Loe kenapa? Katanya mau balik?"
"Loe ngusir gue setelah apa yang udah loe lakuin ke gue? Waw hebat slsekali loe. Udah nyulik gue, nidurin gue, dan sekarang dengan seenaknya loe ngusir gue. Berengsek emang loe."
Apa yang dikatakan Zeasy, David pun tidak mengerti. Ia hanya terbengong persis kaya orang yang udah kesambet setan.
Iya setan. Setan cantik yang udah mengobrak ngabrik jantung David. Walau jutek dan galak tapi entah kenapa rasanya David tertantang untuk meluluhkan hati Zeasy. Tapi itu bukan hanya sekedar meluluhkan saja. David juga merasakan getaran yang berbeda pada Zeasy yang sering ia panggil cewek hulk.
"Lah bukannya tadi loe bilang sendiri kan. Setelah pake baju loe bakal balik. Salahnya gue dimana coba?"
"Dasar emang loe cowok gak bertanggung jawab. Gue bakal laporin loe ya ke Kak Seto karena udah melecehkan anak dibawah umur." Zeasy mengancam tidak masuk akal.
Emang umur Zeasy sekarang berapa? Apa 17 tahun masih dibawah umur sehingga ia harus melaporkan ke Kak Seto. Ya salam!
"Ha ha ha ... loe pikir Kak Seto mau nerima laporan loe, yang ada juga loe bakal diketawain." David tergelak kencang. Sampai-sampai ia memegang perutnya yang geli. Menurutnya Zeasy itu terlalu lucu.
TBC
Aku Up 1 bab lagi. Ditunggu aja, jangan lupa kesan kesannya sayang aku akak akak cantik dan tampan. Wkwk
__ADS_1