
Segerombolan para pemuda sedang menikmati minuman kaleng di tepi jalan. Mobil jazz berwarna silver sebagai tumpuan mereka untuk duduk. Ada juga yang berdiri dengan bersandar di tembok jembatan trotoar. Tak hanya mobil jazz yang menepi dengan sembarangan. Tetapi juga dua motor sport ninja ada di belakang mobil tersebut.
"Dav, lo putusin si Clara?"
Davin Putra Pratama. Seorang yang sangat dikenal playboy di kalangan semua cewek yang ada di sekolah SMA Internasional School. Tapi tak ada cewek yang bisa menolak pesona dari seorang Davin. Justru banyak cewek yang tergila-gila padanya. Bahkan tak banyak yang menembaknya duluan.
Selain itu, Davin juga dikenal sebagai seorang siswa yang sering keluar masuk ruang BK. Karna kejahilan ataupun kenakalannya.
"Iya!" Davin seolah tak berdosa jika ia sudah menyakiti hati seorang gadis.
"Pantesan" Jawab Orzy. Teman Davin
"Kenapa emang?"
"Gila, loe!" Bisma tak habis pikir dengan karibnya yang satu ini.
"Parah banget loe, Dav. Gak pernah mau serius apa loe sama cewek? Awas karma masih berlaku, bro" Rangga teman Davin yang paling dewasa di antara mereka.
Davin hanya tertawa samar dengan sangat santai pemuda itu menanggapi teman-temannya.
Saat Davin dan teman-temannya akan beranjak. Tiba-tiba seseorang melewati mereka, mengendarai motor trail dengan kecepatan tinggi. Hingga Davin yang akan membuka pintu mobil kemudi kaget dan hendak terserempet.
"Woy. Sialan!" Umpat Davin tak terima.
"Gak papa loe, Dav?" Bisma merasa khawatir dengan Davin yang hendak terserempet motor.
Tak ada jawaban dari Davin. Pemuda itu dengan cepat membuka pintu mobilnya kembali dan duduk di jok kemudi. Tak lupa sabuk pengaman ia pasang.
Segera Davin menyalakan mesin mobilnya dan menancapkan pedal gas dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Pemuda itu niat ingin menyusul pengguna sepeda motor tersebut.
"Edan banget si Davin. Bawa mobil kaya orang kesurupan." Kekeh Orzy setengah tak percaya. Tak lama ke tiga teman Davin menyusul dengan motor ninjanya.
Davin membunyikan klakson mobilnya dengan sangat kencang saat sudah ada di sisi sang pengendara motor trail.
Orang misterius yang membawa motor trail itu hanya menoleh sekilas saja. Kemudian kembali pandangannya ia lihatkan ke depan.
"Woy, berhenti loe!" Sarkas Davin membuka kaca mobilnya dengan lebar.
Tapi orang misterius itu tak menggubrisnya. Justru dia menaikkan kecepatan mengendarai motornya. Sampai Davin hanya mengumpat kesal saja. Pemuda itu gagal mengejar orang misterius itu.
"Shit, kenceng banget tuh orang bawa motornya. Sampai gue yang bawa mobil saja gak bisa ngejar" Davin memukul stir mobilnya dengan keras. Sungguh dia sangat kesal.
**
"Siapa sih yang bawa motor trail itu? Bawa motornya kenceng banget. Sampai gue gak bisa ngejar. Padahal gue penasaran" Davin menendang ban mobilnya. Pemuda itu amat teramat sangat kesal.
Sudah mau keserempet motor dan motor yang dikejarnya pun tak dia dapatkan.
Di belahan dunia lainnya. Orang misterius itu memarkirkan motornya di sebuah cafe yang biasa dia menemui sahabatnya.
Dia membuka helmnya dan merapikan rambutnya yang berantakan. Kemudian mengikatnya dengan asal.
"Wol, Ocy ada di dalam gak?" Tanya orang itu. Dia hendak menuruni motornya. Tapi dia urungkan tak jadi, karena melihat Wolmy masuk ke dalam cafe.
"Eh, loe? Gak tau gue baru mau masuk" jawabnya. Wolmy menghampiri orang itu.
"Kalau ada suruh keluar. Gue nunggu Ocy disini"
__ADS_1
"Gak masuk aja?"
"Gak. Gue tunggu disini saja. Di chat juga gak dibales ni anak"
"Wokey! Gue masuk dulu dah" Wolmy meninggalkan gadis itu masuk ke dalam cafe.
Tak lama kemudian seorang gadis berpenampilan tomboy datang menghampiri orang yang tadi mencarinya.
"Loe gak masuk?" Tanya Ocy padanya
"Ke rumah loe aja yuk! Gue kangen Bunda" ajaknya pada Ocy.
"Loe kangen Bunda atau ada masalah lagi? Hmm?" Ocy tahu akan karakter sahabatnya ini. Kalau sudah mengajaknya bertemu dengan Bunda Ocy, pasti dia sedang tak baik-baik saja.
"Sudahlah. Gue lagi males bahasnya. Capcus cabut!" Ajaknya setengah memaksa.
Ocy masuk kembali ke dalam cafe untuk berpamitan dengan teman-teman komunitasnya. Tak lama dia keluar dan menaiki motor maticnya. Menggunakan helm dan siap menjalankan motornya.
**
Ini bab keduanya aku Up. Jari sama hati aku udah greget pengen ngetik saja gitu.
Author minta dukungan dengan like dan komen setiap babnya.
Jangan lupa share juga ya ke akun media sosial kalian. Biar pada tahu cerita ZEASY.
Salam sayang
Seizy Kurniawan
__ADS_1