Zeasy

Zeasy
Catatan Zeasy - 2


__ADS_3

Seandainya Tuhan memberikan aku kesempatan hidup lebih lama lagi, aku hanya ingin Mami dan Dadi bahagia.


Seandainya Tuhan memberikan aku kesempatan hidup lebih lama lagi, aku hanya ingin bersama dia.


Dia, yang dulu selalu ada untukku.


Dia, yang dulu selalu ada jika aku membutuhkannya.


Rasanya sangat nyaman.


Dan sentuhan bibirnya terasa lembut.


Di balkon kamar apartemen. Elang membuka buku hitam milik Zeasy - yang sudah tiada lagi. Lembaran pertama, kedua, ketiga, sampai ia membuka lembaran yang membuat hatinya basah.


Elang, loe gak pernah tahu rasa sakit hati gue ketika melihat loe menyematkan cincin itu pada cewek lain. Perih, sakit. Itu yang gue rasa. Rasanya gue ingin sekali menghancurkan pertunangan loe dengannya. Tapi untuk apa? Toh gue juga yang udah nolak loe. Walau loe harus tahu, ketika loe selalu ungkapin perasaan loe, hati gue hangat. Rasanya gue ingin hidup lebih lama lagi. Namun apa bisa?


Itu adalah lembaran kertas dari buku hitam milik Zeasy yang entah keberapa. Elang menarik nafas dalam-dalam. Rasa sesak menyeruak pada rongga dadanya. Ingin berteriak jika itu bisa mengembalikan Zeasy padanya. Tapi seakan suara Elang sudah habis entah kemana.


Gue inget loe nabrak motor gue waktu di lampu merah. Loe panggil Mas. Waktu itu, gue pengen nampol loe pake sepatu gue. Tapi pas gue lihat wajah loe, rasanya jam yang terus berputar pun ingin gue hentikan. Menatap wajah loe waktu pertama kali, membuat jantung gue berdesir. Gue tahu itu rasa suka, tapi gue selalu menampiknya. Gue seneng loe langsung bawa ke rumah sakit. Tapi sewaktu loe nanyain keluarga gue, hati gue kembali sakit. Katena loe gak tahu betapa hancurnya keluarga gue.


Elang terkekeh sembari menyeka air matanya yang lagi-lagi membandel. Tidak mau berhenti. Kemudian tangan itu kembali membuka lembaran berikutnya.


Pertemuan kedua dengan Elang.


Sama sekali gak nyangka kalau gue bakal ketemu loe lagi. Dan yang membuat gue gak nyangka, loe nyamperin gue di tribun. Sumpah, gue deg-degan. Apalagi ketika gue denger orang-orang mencibir Yuke. Ha ... gue seneng rasanya bisa maju satu langkah dari cewek itu.


Loe anter gue balik. Gue seneng!


Elang bangkit dari duduknya. Ia kembali masuk ke dalam kamar apartemennya. Kemudian membuka lembar buku itu lagi sembari mendaratkan tubuhnya pada tempat tidur. Dan menyandatkan punggung pada sandaran ranjang.


Loe kemana, Lang? Di saat gue butuh loe, justru loe gak ada. Nyokap sama bokap gue berantem lagi. Dan yang membuat gue sedih mereka malah mau cerai. Gue berasa putus asa banget. Selama ini gue selalu sabar menghadapi sikap egois mereka. Tapi kesabaran gue itu gak ada hasil. Mereka kekeh dengan ego mereka tanpa memikirkan perasaan gue. Emang jadi gue enak apa? Tiap kali gue sedih, sakit, kacau. Mereka gak ada buat gue. Dan sekarang gue lagi butuh bahu untuk gue bersandar. Tapi loe juga malah ngilang tanpa kabar dan tak hubungin gue.


Iya, Elang ingat ketika Zeasy terus menghubungi dan mengirimnya pesan. Tapi malah di delete oleh Yiran. Elang kembali membuka lembaran kertas itu lagi.


Fix, Lang. Loe sama aja kaya mereka. Gue nyesel banget pernah ketemu sama loe. Loe ngilang bagai ditelan bumi. Dan disaat gue ketemu loe di panti. Gue malah denger loe mau tunangan. Hati gue hancur, Lang, hancur. Saat itu ingin gue loncat dari gedung apartemen gue aja. Tapi untuk apa? Untuk cowok yang gak punya hati kaya loe? Sumpab ya, Lang. Demi apa pun gue benci loe!


Terlambat memang. Kini hanya akan ada luka yang membekas saja di hati Elang.


Ia dekap buku hitam itu, masih banyak catatan Zeasy yang belum ia ketahui seberapa banyaknya lagi.


Memejamkan kedua mata walau kantuk masih tak terasa. Pikirannya masih tertuju pada Zeasy yang kini sudah tidak merasa sakit lagi.


"Aku masih belum bisa nerima semua ini, Zeas!"


**

__ADS_1


Sementata di kamar yang penuh dengan berbagai miniatur motor. David bersedekap di balik kaca jendela yang ia biarkan tirai menutupinya. Masih jelas teringat semua kenangannya bersama Zeasy.


Ketika ia mengejar motor Zeasy waktu pertama kali pertemuan yang membuat David kesetanan mengejar motor trail Zeasy. Sampai pada kesalahpahamannya pada Rosy yang ia kira adalah Zeasy.


Kenangannya di lift apartemen, club malam, kamar apartemen David. Dan semuanya. David terkekeh. "Gue gak nyangka loe ninggalin gue, cewek hulk!"


"Dav," tegur seorang cewek membuka pintu kamar David. Pria itu menoleh. Ia berjalan menghampirinya.


"Kenapa?" tanya David, berdiri tepat di hadapan Rosy.


"Besok, jadi kan ke tempat Zeasy?"


"Hem."


Rosy hanya mengangguk. "Yaudah, gue balik lagi," sahutnya. Saat ini memang Rosy tengah menginap di rumah David untuk menemani Islan. Mami Zeasy.


"Cy," tegur David ketika Rosy sudah berada di ambang pintu. "Good nigt, ya." Rosy tersenyum. Hatinya tiba-tiba menghangat.


Dan pagi itu, David dan Rosy berangkat ke tempat Zeasy setelah berpamitan pada Islan dan Yunus.


Di dalam mobil keduanya hanya saling terdiam. Rosy mau pun David hanya terfokus dengan pikiran masing-masing. Sampai pada mobil yang David bawa, berhenti di satu tempat untuk menemui Zeasy.


Keduanya keluar dari mobil. Satu buket bunga yang sebelumnya sempat Rosy beli di jalan untuk ia serahkan pada sang sahabat yang akan selalu ada di hati dan ingatannya.


Kaca mata hitam, menutup mata David yang nampak sembab. Sedangkan Rosy menutupi kepala dengan pasmina hitamnya.


"Elang!" tegur Rosy. Ia menoleh dengan kaca mata hitam yang menutupi bola mata indahnya. Juga pakaian hitam yang ia pakai menandakan jika ia amat teramat sangat berduka dan tak percaya akan nama Zeasy yang tertulis di batu nisan di depannya.


"Loe dari tadi?" tanya Rosy lagi sembari menyimpan buket bunga ke atas tanah makam Zeasy.


"Baru beberapa menit," jawab Elang tanpa menolehkan pandangannya dari makam gadis yang ia selalu sayangi.


Rosy hanya menaik turunkan kepalanya saja. Kemudian ia berjongkok di samping makam Zeasy. "Hai, Zeasy, apa kabar loe sekarang? Ini adalah hari keempat loe ninggalin gue. Rasanya gue kaya mimpi, Zeas. Gue masih belum nyangka loe ninggalin gue secepat ini." Satu tetes air mata membasahi pipi Rosy.


Siapa yang akan tahu akan umur manusia?


Entah itu mau sakit atau sehat sekali pun, pada akhirnya semua akan kembali kepada-Nya, bukan?


"Cewek hulk, loe tenang-tenang, ya, di sana. Gak usah khawatir sama si gunung kempes. Tante Islan juga!" David terkekeh mengusap batu nisan di depannya.


"Lang," tegur David. Ia menatap Elang. Elang mendongak. Menatap David kembali. "Sorry!" satu kata tapi beribu makna.


"Gue juga!" sahut Elang menyodorkan tangan kanannya. David menerima uluran itu. Keduanya sama-sama tersenyum. Di atas makam Zeasy kedua tangan saling berjabat dengan mengumbar senyuman. Walau senyum itu masih senyum luka atad kehilangan.


Lalu Rosy pun ikut menumpuhkan tangannya pada jabatan tangan Elang dan David. Ketiganya tersenyum di depan makam itu. Tanpa ketiganya lihat, Seorang gadis tak kasat mata juga ikut menumpuhkan tangan pada ketiga tangan itu. Ia tersenyum senang. Ya karena ia sudah tidak merasakan sakit lagi.

__ADS_1


Kata orang, jika orang yang meninggal memang bisa melihat kita. Dan sebaliknya, kita yang tidak bisa melihatnya. Benarkah?


Entahlah, percaya atau tidak, hanya Tuhan Yang Maha Kuasa lah yang tahu.


~Sad End~


hiks hiks hiks ....


Makasih man-teman yang udah mampir dicerita teu puguh pabaliut ieu! wkwkwk


Mungkin ceritanya terlalu singkat. Tapi emang begitu, biar gak berbelit-belit. Langsungkeun aja ke pokoknya. Huaaa


Yang udah sumbangin poin, like, komen sama senuanya btw makasih loh ya. Udah mau mampir juga makasis pake bet dah.


Nantikan lagi ya, cerita-cerita aku yang gak jelas yang lainnya.wkwkwk


Yang mau nanya sok aja mau di komen di grup chat juga sok aku jawab.


Thor ada extra partnya gak?


Gak bakal ada. Jangan ditunggu. wkwk


(Pede bet loe ada yang nunggu)


Menghibur diri sendiri gak masalah kan ya?


Thor kenapa Zeasy nya di matiin?


Biar gak ada yang bisa dapetin. Elang atau pun David biar gak berantem. wkwwkwk


(Biar nantinya Elang bisa sama gue) huaaa


Btw ini ada yang mau kenalan sama kalian tahu. Nih di bawah ya. Kalian tebak aja ini siapa. wkwk



Hayo tebak itu siapa? Ada lagi cowoknya yang mau nyapa...



Tapi nyapanya kok tajem banget ya. hiksss


Ya alloh mata mu, Nak. Bikin yang jomblo meronta.


Wkwk Btw itu bukan Visual Zeasy atau pun Elang. Tapi --- Ayo tebak siapa??????

__ADS_1


Dan ini othor gaje nyapa kalian....


😊😊 (gak ada woy)


__ADS_2