
"Cie-cie yang abis dianterin pacarnya." Bi May yang tengah mengepel halaman rumah Zeasy. Melihat nonanya itu ke luar dari mobil yang selama ini tidak asing lagi bagi Bi May.
"Ishh... apaan sih, Bi? Aku gak pacaran kok sama Elang." Kilah Zeasy dengan senyum yang malu-malu.
"Ya ampun, Non. Bibi tahu non dari orok. Tahu Bibi kalau non lagi bahagia atau sedih," sahut Bi May dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Bi May." Seketika Zeasy memeluk pembantu yang sudah mengasuhnya sejak dulu. Bahkan sejak Zeasy dalam kandungan ibunya.
"Udahlah, Non gak usah sedih-sedih gitu. Ini saatnya Non Zeasy bahagia!" Bi May menyeka air mata Zeasy yang tanpa sadari gadis itu lepaskan.
"Non Zeasy makan dulu, bibi udah masakin makanan kesukaannya non." Zeasy mengangguk dan berlalu ke dalam rumah. Tidak sabar untuk menyantap masakan Bi May yang selalu mengunggah nafsu makannya.
"Oya, Bi. Mami dari kemari belum balik ya?" Bertanya pada Bi May, ketika Bi May melewati meja makan. Dimana Zeasy kini sedang menyantap gulai kesukaannya.
"Belum, Non." Kemudian Bi May segera berlalu, karena takut Zeasy kembali bertanya mengenai Islan, mamanya yang tidak pulang dari hari kemarin. Begitu juga dengan Collin, Dadi Zeasy yang sama belum kembali pulang.
Oke, tidak masalah. Saat ini Zeasy bisa melupakan masalah orang tuanya. Karena Elang. Ya, Elang yang kini selalu ada untuknya.
Ngomong-ngomong soal Elang, Zeasy jadi teringat akan ciumannya di mobil. Ah sial, Elang berhasil membuat bibir Zeasy tidak perawan lagi.
"Non, kenapa senyum-senyum sendiri? Nanti kesambet lho." Bi May yang entah sejak kapan melihat Zeasy yang tengah senyum. Membuat Zeasy kaget saja.
"Bi May, apaan sih. Aku masalahnya lagi happy banget, Bi." Antusias Zeasy bercerita kebahagiaan pada Bi May.
Iya, Bi May. Kalau bukan dia siapa lagi? Orang tuanya kan sibuk. Bahkan Zeasy seperti anak yatim piatu saja.
"Memangnya apa yang membuat non Zeasy sampai sebahagia ini?" tanya Bi May dengan senyum hangatnya.
"Ada deh," jawabnya dengan senyum yang masih mengembang. Membuat perasaan Bi May menghangat seketika.
**
"Iya, besok kamu jemput aku ya!" Adalah seorang wanita yang menelpon Elang.
"Kamu kan bisa minta dijemput Shamar?" Elang melangkah membuka jendela apartemennya.
"Aku maunya kamu, Lang. Bisa ya!" Rengek gadis itu dengan suara yang manja.
__ADS_1
"Kita lihat saja besok. Kalau gak sibuk aku pasti jemput kamu di bandara." Mematikan teleponnya secara sepihak. Elang menatap lurus ke luar jendela. Memandangi pemandangan kota malam yang sangat indah.
Tanpa ia sadari ujung bibirnya ia tarik hingga membentuk sebuah senyuman yang menawan. Kala, ia teringat akan hal yang tadi sore ia lakukan dengan Zeasy. Sungguh, ini adalah ciuman pertamanya. Ya bukan hanya Zeasy saja. Tapi Elang juga. Entah mendapat keberanian dari mana pemuda itu tiba-tiba ingin mencium bibir merah Zeasy. Membuat jantungnya seakam mau loncat saja.
Oh Zeasy!
**
Di kamar yang mendominasi putih, sama halnya dengan Elang, Zeasy juga tengah menatap indahnya malam dengan bulan yang menghiasi hitamnya langit.
Bersedekap, tersenyum sambil menggelengkan kepalnya. Sebut saja Zeasy sudah gila. Ya gila karena pesona Elang.
"Ya Tuhan, jantung gue kenapa gak bisa berhenti berdetak kencang sih kala gue inget ciuman Elang?" gumam Zeasy pelan.
Tiba-tiba...
"Zeasy, sumpah demi Tuhan, gue benci banget sama cowok gila yang ngatain gunung gue itu kempes. Dasar cowok aneh, gila, mesum, gak tahu sopan santun!"
Zeasy tak bisa kalau ia tidak mengerutkan dahinya. Lihat saja sosok wanita yang suka balapan itu tiba-tiba masuk kamarnya dan ngoceh sepuasnya. Astaga..
"Loe denger gue ngomong gak sih?" tanya Rossy yang melihat Zeasy hanya diam mematung dengan rahang yang terbuka lebar.
"Dasar sahabat setres!" Rossy melempar boneka kecil hingga mengenai punggung Zeasy. Sontak saja membuat Zeasy berbalik. Dan membalas lemparan Rossy.
"Loe bilang gue setres? Sahabat gak tahu diri, loe." Zeasy menghampiri Rossy dan membalas memukul Rossy dengan bantalnya. Menaiki kasur dengan kedua lutut sebagai penyanggah.
"Yes, loe setres. Pantas kan gue bilang itu? Loe berdiri di dekat jendela, senyum-senyum gak jelas. Apa coba namanya kalau bukan setres?"
"Loe gila, datang-datang ke kamar orang dan ngoceh seenak udel loe," kata Zeasy tak mau kalah.
Begitulah persahabatan Zeasy dan Rossy yang memang unik. Dan kalau ngomong pun tak bisa di fitler walau sedikit.
Setelahnya dengan perdebatan unfaedah itu, Zeasy dan Rossy tertawa dengan puas. Sampai Zeasy terkapar di atas kasur.
"Hah, cape gue, Chy." Zeasy memejamkan matanya dengan bibir yang masih tertarik sebuah senyuman.
Rossy yang melihat itu seketika hatinya terenyuh. Rossy senang, bisa melihat Zeasy kembali tertawa lepas seperti saat ini.
__ADS_1
Bukan tanpa sebab. Rossy tahu akan kehidupan Zeasy yang penuh tangis. Dan tersenyum simpul walau itu terpaksa. Tapi yang membuat Rossy aneh, siapa yang bisa membuat sahabatnya ini tertawa lepas. Rossy tahu, Zeasy tidak akan tertawa hanya karena leluconnya bukan?
"Zeasy, loe keknya lagi seneng banget, ada apaan?" tanya Rossy yang tidak mau mati penasaran.
Membuka mata dengan sempurna, lantas Zeasy beranjak dan kini bersandar di kepala ranjang.
"Woy, jawab napa? Bener keknya loe udah setres, Zeas." Rossy mencibir sambil menunjuk-nunjuk Zeasy.
"Isshh... enggaklah. Gue masih normal." Tak terima dengan cibiran Rossy. Lantas Zeasy menatap Rossy dengan nanar. Ingin ia cerita tapi, mungkin ini belum saatnya.
Rossy tidak tahu jika sekarang Elang menjadi pemicu kebahagiaan Zeasy. Mungkin jika sudah waktunya Zeasy akan cerita tentang perasaannya pada Elang.
"Cerita dong! Ada apaan sih?" desak Rossy penasaran.
"Kepo banget ya perasaan," decak Zeasy.
"Yaelah, biasanya juga gue selalu kepo. Buruan napa!"
"Emm... gue.. Eh BTW tadi loe sebel kenapa?" Zeasy mengalihkan pembicaraan.
"Gue tahu loe lagi menghindar. Oke, kalau loe belum siap cerita. Gue juga belum siap."
"Belum siap ngapa dah?" tanya Zeasy mengernyitkan kening.
"Belum sipa kawin." Tertawa puas, ketika Rossy melihat wajah serius Zeasy.
"Dasar!" decak Zeasy.
Keduanya kembali tertawa. Di malam penun bintang dan bulan, seakan semesta pun tahu jika Zeasy tengah jatuh, sejatuh-jatuhnya pada Elang.
Ya, Zeasy falling in love
TBC
Hai hai Zeasy Up lagi. Hahahaha
pasti udah pada lupa ya jalan ceritanya?
__ADS_1
kalau lupa baca lagi ada dari bab pertama.
Like yang banyak. kalau banyak pasti bakal up lagi. wkwk