
"Loe kenapa sih, Zeasy. Astaga, loe udah kaya curut kecebur comberan tahu gak sih." Rosy merapikan rambut Zeasy yang terlihat acak-acakan. Mungkin mereka yang melihat, akan menyangka jika gadis itu sudah kesetrum tower listrik sekolahan.
"Salah gue dimana sih, Cy. Cewek gila itu selalu aja buat masalah sama gue," ujar Zeasy berapi-api. Ia duduk di kursinya lalu kembali menelungkupkan wajahnya pada tangan yang terlipat di atas meja.
"Ada apa sih, Zeas. Gue gak bisa memberi solusi kalau loe gak cerita masalahnya sama gue." Rosy mengelus rambut Zeasy.
Begitulah gunanya sahabat bukan?
Akan selalu ada jika sedang dibutuhkan.
"Zeas ..."
"Gue benci cewek gila itu, Cy."
"Siapa sih cewek gila yang loe maksud?" tanya Rosy yang tidak mau mati penasaran.
Zeasy mengangkat wajahnya. Ia menoleh pada Rosy dengan wajah yang lusuh - yang sudah persis kaya Mak Lampir bangkit dari kubur. Sumpah, Zeasy jelek banget.
"Yuke. Siapa lagi coba?"
__ADS_1
Rosy berdecak. "Kenapa lagi sih tuh Mak Lampir?" Kali ini suara Rosy naik beberapa oktav. Ia tidak bisa tinggal diam kalau Mak Lampir itu sudah menganggu sahabatnya.
"Gak tahu gue. Seneng banget dia cari masalah sama gue."
Setelah Zeasy kabur dari Elang sewaktu di rooftop. Zeasy berlari dan di koridor tak sengaja menabrak bahu Yuke. Padahal Zeasy sudah minta maaf. Dasar Yuke nya saja yang selalu ingin cari masalah. Sampai pada akhirnya mereka saling jambak menjambak.
Dan yang patut dibuat heran. Ini Zeasy kan, cewek tomboy datar yang biasanya gak pernah nanggepin Yuke kini dia malah meladeni gadis itu.
Ada apakah gerangan?
**
Malam itu Zeasy sangat terlihat berbeda. Ia memakai gaun hitam panjang dengan bahu yang terbuka. Rambutnya ditata rapi sedemikian rupa. Menghadiri acara pertunangan Elang dan Yiran.
Sumpah, Zeasy deg-degan banget. Bukan karena akan beryemu Elang lagi, setelah pertemuannya di rooftop tadi siang yang berhasil membuat Zeasy menjadi beego seketika. Tapi karena ia memakai high heels yang sebelumnya Zeasy gak pernah menggunakan sandal sialan seperti ini.
Kalau sampai jatuh kan bisa berabe. Astaga ... Zeasy udah kaya boneka barby berjalan saja. Ia terlihat canggung dan wajahnya sama sekali tidak santai.
Sementara David yang juga diajak oleh sang Papi, merasa takjub melihat cewek yang biasa ia panggil cewek hulk berubah penampilan yang tadinya kaya dakocan kini menjadi da-kok-cantik.
__ADS_1
"Mi, Zeasy pulang aja, ya. Gak nyaman tahu, Mi, pake-pake kaya gini. Udah kaya mau pemilihan None Jakarte aja sih, Mi." ungkap Zeasy yang justru mematung di depan di depan pintu masuk Ballroom.
Islan tak menggubris. Ia hanya berjalan kembali setelah menoleh pada Zeasy sebentar. Menghampiri orang-orang kenalannya dan meninggalkan Zeasy seorang diri di sana.
Selalu aja seperti itu.
**
Setelah semua tamu undangan berkumpul. Acara inti pun dimulai. Elang dan Yiran yang berdiri di depan. Tepat, di hadapan semua orang.
Elang mengambil cincin pertunangan di dalam kotak merah yang ada di tangan sang Mama. Ragu dengan gerakan pelan, Elang menyematkan cincin pada ujung jari manis Yiran. Sedikit lagi cincin itu sampai pada pergelangan jari manis itu. Tapi, mata Elang tiba-tiba menangkap sesosok wanita yang ia kenal dengan penampilan yang berbeda. Membuat Elang terpana.
"Elang!" tegur Mama Sora menyenggol bahu Elang dengan sedikit hentakan. Alhasil cincin yang akan disematkan oleh Elang pada Yiran, tak sengaja Elang menjatuhkannya dan bergelinding di lantai. Dan justru cincin itu malah berhenti tepat di ujung hilg heels Zeasy.
Wajah Zeasy menunduk menatap benda kecil yang ada di bawahnya. Ia menekuk kedua kakinya lalu mengambil benda bulat kecil tersebut.
"Lang, kok malah dijatuhin cincinnya?" Yiran bertanya dengan kedua alis yang bertaut.
"Sorry. Biar aku ambil." Kemudian Elang berjalan ke arah Zeasy - yang dimana ia tengah memegang cincin dengan jari telunjuk dan jempolnya.
__ADS_1
TBC
Ini dikit dulu betewe. Dikit dikit aja ya daripada gak Up. wkwkwk