
Pagi itu Zeasy memaksa untuk ke luar dari rumah sakit. Walau Dokter Fathul telah melarangnya. Gadis itu memang keras kepala.
Sedangkan di lapangan basket, seorang cowok dengan paras tampannya tengah menunjukan skil yang yang dia punya.
David, si cowok tengil itu tengah mendribble bola dengan gaya energiknya. Memasukan bola basket beberapa kali ke dalam ring.
Pagi ini, cowok itu sudah menunjukkan pesona akan ketampanan yang di miliki. Playboy cap bango pun kembali muncul pada diri David. Cowok tengil itu telah kembali. Ia selalu ingat akan apa yang sudah ia janjikan pada saudara tirinya yang tak lain Zeasy. Jika dia akan selalu bahagia untuknya. Dan sekarang cowok itu membuktikan pada Zeasy jika dirinya akan selalu bisa menghadapi dunia. Walau nanti suatu saat David akan kehilangan sosok Zeasy dalam hidupnya.
David bukan cowok yang suka ingkar janji walau dia seorang pemain hati. Prinsifnya, janji adalah janji. Dan tak boleh diingkari.
"Cewek hulk, sini deh gue tantang loe. Berani gak?" teriaknya sembari mendrible bola di tengah lapangan. Sedangkan cewek yang ia ajak tengah duduk di tribun paling atas. Seperti biasa, sekarang ini hoby Zeasy adalah menuliskan sebuah kosa kata di dalam buku hitam yang selalu ia bawa kemana-mana.
Zeasy hanya terdiam. Ia sibuk dengan buku hitam dan pulpennya saja. Masa bodo dengan David yang terus berteriak memanggil namanya.
"Zeasy!"
"Cewek hulk!"
"Astaga, budeg apa loe? Jenifer Loves!" teriaknya terkekeh. Merasa geli dengan panggilan itu, Zeasy pun menutup buku hitamnya lalu ia simpan di atas kursi sampingnya. Ia turun ke lapangan basket. Siap akan tantangan seorang David.
"Berani gak main sama gue?" tantang David dengan gaya cool-nya.
__ADS_1
"Gue gak pernah takut sama siapa pun, ya."
"Ya-ya, gue tahu. Loe emang cewek hulk yang selalu gue kagumi."
"Dih ... mules perut gue denger loe ngomong kek gitu." Zeasy merebut bola yang ada di tangan David. Lalu ia memasukan bola itu ke dalam ring dalam satu percobaan.
"Wih keren," decak David kagum.
"Baru tahu loe?" Bolehlah percaya diri itu ada? Ya, seperti saat ini, tingkat percaya diri Zeasy melebihi benda ajaib doraemon yang ada di kantongnya.
Sampai pada seorang cowok datang menghampiri keduanya. Zeasy memutar bola matanya malas. Iya dia terlalu malas bertemu dengan Elang.
"Zeasy, aku mau-"
"Sibuk!" sela Zeasy cepat. Ia sedang tidak ingin diganggu siapa pun saat ini. Karena Zeasy tahu jika Elang akan menanyakan satu hal yang membuat Zeasy harus selalu menerima kenyataan.
Seakan kesabaran Elang sudah habis saat ini. Ia menarik paksa tangan Zeasy agar gadis itu ikut bersamanya.
"Loe gak bisa paksa Zeasy!" David menahan tangan Elang yang tengah menggenggam pergelangan tangan Zeasy.
Helaan nafas pun keluar dari Elang. Ia coba untuk tidak terpancing. Tapi tidak bisa. Selama ini Elang sudah sabar dengan semuanya. Keputusannya juga perasaannya.
__ADS_1
Cukup sampai di sini saja. Elang tidak ingin selalu kalah dengan egonya. Ego yang selalu memaksa Elang menuruti semua keinginan yang bertolak belakang dengan hatinya.
"Gue emang bukan siapa-siapa bagi Zeasy. Tapi loe juga gak bisa kekang dia dengan melarang gue untuk bicara!" tegas Elang pafa David. Rahangnya yang mengeras pun menjadi tanda jika Elang siap melimpahkan semua kekesalan padanya.
"Dav," Zeasu pun mengangguk terpaksa. Karena ia tidak ingin menjadi penyebab berantemnya Elang dan David. "Gue bakal baik-baik saja. Sans, ya!" tepukan pun mendarat pada bahu David.
David tidak bisa melarangnya. Meski ada rasa di dalam sana yang bersuara kerekak. Tapi itu bukan kayu. Melainkan hati dan perasaannya.
"Apa? Gue gak punya banyak waktu ngomong sama tunangan cewek lain. Nanti gue disangka main gila lagi sama loe," ujar Zeasy tatapannya menoleh pada Elang yang kini tengah menatap wajah cantiknya.
"Kamu sakit apa?" Elang bertanya dengan suara yang lirih. Ia belum sanggup jika harus menerima kenyataan pahit ini. Sama halnya dengan David, Elang pun merasa perasaannya basah.
"Gue gak sakit apa-apa. Kenapa emannya?"
TBC
Curahan Seizy :
Ya gini kalau lagi badmood. Tapi alhamdulillah sih selalu ada yang nyangkut disini. Lope lope ya.
Terus-terus ... gimana tuh, apa si Elang bakal tahu sekarang? Pada like komennya ya. Thankssssss
__ADS_1