Zeasy

Zeasy
David Broken Heart


__ADS_3

David berjalan lemas sepanjang koridor sekolah. Seperti tak ada lagi setitik harapannya untuk hidup. Sejak mendengar penjelasan Dokter Fathul tentang kondisi Zeasy di ruangannya kemarin sore.


Cowok itu masuk ke dalam kelas dengan wajah yang ditekuk. Jika biasanya David akan banyak ngoceh dan menjahili yang lain, pagi ini kelas itu terasa seperti mati. Karena David si cowok tengil yang justru duduk dan menelungkupkan wajah ke atas meja di hadapannya.


Kontan tingkah David itu mengundang banyak pertanyaan dari semua orang yang sudah sampai kelas. Termasuk Rosy.


Kenapa tuh cowok gak waras itu? Tumben bener gak bikin orang jantungan pagi-pagi. Rosy bergumam dalam hatinya sambil mata menatap belakang kepala David.


**


Entah kenapa Collin merasa sesak melihat pemberitaan di salah satu media online. Rongga dada yang selama ini acuh tak acuh pada sang mantan istri. Mendadak menjadi belingsatan setelah membaca berita jika Islan sudah menikah, lagi. Dengan seorang pengusaha besar di Jakarta.


Collin menghela. Ia menyimpan gawai di atas meja kerjanya. Kejadian beberapa tahun yang lalu kembali menghantui otaknya - yang sekarang terlihat buntu untuk berpikir.


Tentang dimana rumah tangganya dulu bersama Islan yang damai dan tentram, begitu saja menjadi tidak harmonis- semenjak Collin ketahuan sedang bermakan malam bersama seorang wanita. Yang tak lain sekretarisnya - yang adalah Wike - yang sekarang akan menjadi calon istrinya - menggantikan Islan.


Bukan tanpa alasan Collin melakukan dan mengkhianati pernikahannya. Sebab Islan yang gila bekerja dan melupakan kewajibannya sebagai seorang istri juga seorang ibu untuk Zeasy.


Tok ... tok ...


Pintu ruangan terbuka. Dan itu membuyarkan Collin dari lamunan masa lalunya. Ia memang bersalah. Tak seharusnya juga ia mencari perhatian dari wanita lain selain istrinya, bukan?


"Mas," tegur Wike. Ia berjalan ke arah sang calon suami. Dirinya sekarang ini bukan lagi menyandang status sebagai sekretaris Collin. Tapi sebagai calon dari pemilik perusahaan itu.


"Yah, kenapa?" Collin menegakkan tubuhnya. Entah kenapa, rasanya saat ini ia terlalu malas bertemu dengan sang calon istri.


Wike bergumam sebentar. Ia seperti sedang mencari kalimat yang tepat untuk dilontarkannya.


"Emm ... nanti malam sekolah Yuke akan mengadakan acara untuk ulang tahun sekolahnya. Orang tua murid semuanya dapat undangan. Apa kamu ada waktu untuk datang?" Sangat hati-hati Wike mengutarakannya. Takut-takut jika Collin menolak permintaan sang putri kesayangannya.


Collin tidak langsung menjawab. Ia bagai berpikir sejenak.


Kalau aku datang ke acara itu, aku pasti akan bertemu dengan Zeasy. Aku sangat merindukan anak keras kepala itu. Tapi kalau aku datang, Islan juga pasti akan datang untuk menjadi wali Zeasy. Benak Collin merasa gamang. Ia merasa malu pada Islan jika nanti Islan tahu dirinya datang bersama Wike, apalagi menjadi wali dari putri sang selingkuhan.


"Mas," tegur Wike lagi. "Bisa?" tanyanya berharap.


Ingin rasa ia mengatakan maaf, tidak bisa. Tapi sial, kenapa kepalanya seolah tidak bisa menuruti tuannya?


"Terimakasih, Mas." Wike tersenyum senang. Ia menyuntuh punggung tangan Collin.


**


Semua siswa siang ini disibukan oleh acara yang akan diadakan di sekolahnya. Terutama anggota OSIS yang memang menyiapkan semua dekorasi aula dan susunan acara.

__ADS_1


"Kalau aja, Zeasy ada. Gue gak bakal badmood kek gini." Keluh Rosy yang tengah meniup balon-balon untuk dijadikan dekorasi. "Lagi tuh anak kemana sih. Sekarang banyak banget ngilangnya. Ish ... sumpah Zeasy sekarang main rahasia-rahasiann sama gue." Gerutu Rosy kesal.


Tiba-tiba ...


"Sorry, Rosy," tegur seorang cowok tampan yang selalu dijuluki master itu datang menghampiri Rosy.


Rosy tersentak, "Eh ... iya, Kak Elang, ada apa, ya?" tanyanya heran. Tumben kan seorang Elang menghampirinya. Untuk apa coba?


"Kamu tahu kemana Zeasy? Waktu pesta pernikahan Tante Islan, saya tidak lagi melihatnya."


"Saya juga gak tahu kemana Zeasy, Kak. Belakangan ini, saya juga jarang ketemu anak itu."


"Kamu punya nomor ponselnya? Nomornya yang dulu udah gak aktif."


"Nah itu dia, Kak. Kalau saya punya nonor Zeasy, saya sudah pasti tahu dimana keberadaannya. Kemarin saya ke apartemennya. Tapu kayanya udah lebih dari dua minggu ini, apartemennya kosong. Soalnya rapih bener. Kalau ada yang huni, jangan dikatakan lagi. Berantahkan." Rosy terkekeh. Ah kenapa ia juga merasa khawatir ya pada sahabat datarnya itu.


Zeasy loe dimana sebenarnya? Elang membatin.


**


David memarkirkan mobilnya tepat di pelataran rumah bercat putih. Ia merasa enggan turun dari mobil itu.


Menghela kasar, David sandarkan punggungnya pada sandaran jok kemudi. Ia masih gak percaya dengan semua kenyataan ini.


"Loe berhasil buat gue yang selalu nyakitin cewek, sekarang gue yang merasa sakit. Ternyata Orzy, Bisma sama Angga benar. Kalau karma itu memang ada. Udah gue rasain sekarang gimana pahitnya."


Masih ingat betul apa yang dikatakan Dokter Fathul. Jika Zeasy hanya bertahan sampai tiga atau empat bulan saja. Kerena penyakit yang ia derita sudah stadium akhir dan itu sudah sangat parah sekali.


"Harusnya Zeasy di kemo, tapi gadis itu terlalu keras kepala." decak Dokter Fathul ketika sudah menjelaskan tentang penyakit Zeasy pada David kala itu.


David membuka pintu mobilnya. Ia turun dari kendaraan besi tersebut, setelahnya ia tutup hentakan. Membuat bunyi nyaring itu mengagetkan Islan yang sedang duduk di kursi depan rumahnya bersama Yunus.


"Kenapa lagi anak itu?" decak Yunus menggelengkan kepala.


"Anak muda, lagi patah hati kali," tebak Islan.


Wajah itu David sangat tidak bersemangat. Ia seperti orang yang sedang broken heart. Tapi memang benar bukan. Hatinya lagi patah memikirkan nasib Zeasy bagaimana.


"Kenapa lagi?" tegur Yunus kala David sudah berada dekat dengannya.


"Putus cinta, Dav?" cibir Islan terkekeh. Ya ampun senyum Tante Islan itu, sumpah membuat David kian merasa bersalah pada Mami tirinya. Bagaimana jika nantinya Islan tau kalau putrinya sekarang sedang sekarat di rumah sakit.


Ya ampun, cewek hulk, loe buat hidup gue jungkir balik kaya gini sih.

__ADS_1


"Hey, malah ngelamun. Ciye yang lagi broken heart." cibir Islan lagi tertawa seraya menjentikan jarinya ke wajah David.


"Tan!"


"Hem." Islan bergumam.


"Mami dong, Dav!" titah Yunus. Masih dengan cangkir kopi di tangannya.


"Kenapa?" tanya Islan heran. Entah, dalam hati kecilnya sebagai seorang ibu, melihat wajah David membuatnya tiba-tiba merasa tidak enak. Ia tiba-tiba teringat Zeasy.


"Gak papa. Aku ke dalam dulu," sahut David seraya berlalu.


"Dav," teguran Islan membuat David kembali memutar tubuhnya.


"Apa Zeasy hari ini masuk sekolah? Oh iya, tadi ada undangan acara ulang tahun sekolah," sahutnya - yang membuat David lagi-lagi bingung harus jawab apa.


"Iya, nanti malam emang diadain acara ulang tahun sekolah. Tapi Papi sama Tante gak usah datang. Aku nya juga gak bakal hadir. Males." Lalu David kembali berbalik lagi. Hatinya sudah tidak sanggup melihat wajah binar Islan. Karena itu mengingatkannya pada Zeasy.


Hah lagi-lagi kenapa harus Zeasy sih di otak David?


"Dav, Zeasy -"


"Hari ini Zeasy gak masuk. Jangan tanya lagi kenapa, karena aku juga gak tahu!" dustanya tanpa membalikan tubuhnya. Kemudian cowok itu berlalu ke dalam rumah.


**


"Dok, gue mau hadir ya ke acara ulang tahun sekolah. Bosen gue disini terus," pintanya pada Dokter Fathul - yang tanpa sepengetahuan orang tua Zeasy, dokter tampan itu sudah meminta izin pada pihak sekolah. Dokter Fathul yang sore itu datang ke sekolah Zeasy menemui kepala sekolah dan wali kelas Zeasy. Menjelaskan kenapa Zeasy tidak masuk sekolah juga meminta agar tidak membicarakan hal tentang Zeasy pada yang lainnya.


"Gak bisa, kondisi kamu masih lemah!" tutur Dokter Fathul sambil mencatat kondisi terbaru Zeasy pada lembar kertas yang ada di tangannya.


Zeasy berdecak, "hari makin hari juga bakal makin lemah kali, dok," sahut Zeasy acuh.


Gadis ini. Terbuat dari apa sih, seolah dirinya baik-baik saja. Kagum Dokter Fathul menatap Zeasy diam.


"Terserah kamu. Tapi saya tidak mau menolong kamu kaya waktu di pernikahan orang tua kamu waktu itu. Hari itu juga saya sudah memperingati kamu kan?"


"Gitu dong, Dok. Izinin, cuma pengen lihat doang. Makin ganteng kan kalau izinin gue datang." puji Zeasy yang membuat Dokter Fathul geleng-geleng kepala.


"Yaudah, istirahat dulu sekarangnya!"


"Siap, bos!"


TBC

__ADS_1


Zeasy bakal ketemu Elang gak ya di acara ulang tahun sekolahnya?????


__ADS_2