
kini Aisyah dan Bagas sudah pulang dari rumah sakit, yang tadinnya mereka mau pulang hari ini pun di undur karna Bagas tak mau terjadi sesuatu dengan calon anaknnya dan juga ibunnya,
"mas jadi beneran nih, kita ngga jadi balik ke Indonesia"
ucap Aisyah kepada Bagas dan Bagas pun tak lama menjawab
"iyya sayang, kita ngga jadi balik ke Indonesia dulu, nunggu kamu bener bener, sehat juga debbaynnya kuat kalo naik pesawat"
ucap Bagas kepada sang istri sambil tanganya mengusap usapkan perut sang istri, sementara itu Aisyah sang istri langsung terdiam cemberut dan tak lama mulai bersuara
"tapi kan mas, aku bener bener udah sembuh, lagian kasihan ayah bunda mama sama papa mereka udah nunggu kita pulang"
ucap Aisyah kepada sang suami sementara itu sang suami yang masi mengusap usapkan perut sang istri di buat terkejut pasalnnya istrinnya lebih mementingkan orang tuannya di bandingkan kesehatannya dan juga fisiknya tak lama sang suami pun bersuara
"pokonnya mas ngga mau, kalo sampai terjadi sesuatu yang ngga2 buat kmu ataupun Dede bayi sayang, jangan membantah perkataan suami nanti dosa, nanti kalo kamu udah sembuh baru kita pulang, lagian tadi mas udah bilang sama ayah bunda, dan juga mama papa kamu kalo kita ngga bisa pulang, dan mas bilang karna kamu sedang hamil, dan mereka pun mengijinkan kita untuk sementara di sini dulu, sampai kamu bener2 pulih"
__ADS_1
ucap Bagas kepada sang istri dan sang istri yang mendengar pun langsung terdiam, sementara itu Bagas yang melihat sang istri terdiam pun mulai berpikir, apakah perkataannya terlalu, kasar hingga sang istri terdiam tak lama lagi dia bersuara
"oke lah, sayang jika memang kamu ingin pulang, mas akan ijinin tapi ngga sekarang, besok kita kembali lagi ke Indonesia, jika memang itu mau kamu mas ngalah asal kamu besok bener bener pulih"
sontak perkataan Bagas pun membuat aisya tersenyum dan memeluk Bagas sambil berkata
"terima kasih mas, ayah bayi yang paling baik, aku sayang mas"
kemudian pun Aisyah memeluk Bagas dan Bagas pun menikmatinya sambil berkata dalam hatinya
kata hati Bagas,, tapi Bagas tersenyum sambil menikmati pelukan sang istri
"sementara itu di tempat lain, Alya baru sampai di rumah tantehnya langsung emosi pasalnnya sang kekasih yang di cintainya tak ada di perusahaannya tapi kemaren tantehnya bilang bahwa Bagas sang kekasih hari ini akan tiba di Indonesia"
"kenapah datang datang, wajahmu seperti itu bukankah, kamu sudah bertemu Bagas Alya,"
__ADS_1
perkataan sang tanteh kepada Alya tak lama di jawab oleh alya
"tanteh bilang Bagas hari ini sudah pulang ke Indonesia tapi apa? aku tadi datang ke perusahaannya ketika aku masuk ke ruangannya ngga ada Bagas, dan tanteh tau aku ketemu sama sahabat Bagas dia Kevin, sampai sampai dia menceramahi aku, aku kesel tanteh"
ucap marah Alya kepada tantehnya sontak perkataan Alya pun membuat sang tantehnya terkejut, dan tak lama dia menghubungi seseorang yang di tugaskan oleh Riri untuk memata matai Bagas dan Aisyah, orang itu adalah kepercayaan Riri orang yang telah membantunya dari dulu, sesudah Riri telponan dengan orang tersebut Riri pun bersuara
"sabarlah sayang, sekarang Bagas tidak bisa ke Indonesia karna Aisyah adikmu sedang hamil"
sontak perkataan sang tanteh pun membuat Alya langsung menangis menjatuhkan dirinya kepada tantehnya sendiri orang yang dulu sangat menyayangi yang dulu mencintainya kini sekarang, sudah bener bener menjadi adik iparnya"
**bersambung,,,
kasihan sekali Alya,,,,
dan semoga Alya sadar kalo dia sudah tak pantes untuk mengharapkan Bagas**,,,
__ADS_1