(Permata Hati),Air Mata Aisyah

(Permata Hati),Air Mata Aisyah
part57 tatapan vano


__ADS_3

di tempat lain seorang pria tampan, ini sedang menuju tempat kekasihnnya, kekasih yang paling dia sayang,


seorang perempuan cantik, sek*i ini, tampil cantik di depan kekasihnnya, siapa lagi dia adalah Zahra kekasih dari randra



sementara itu Randra, sang kekasih yang melihat pacarnnya sekaligus calon istrinnya cantik, jadi tersenyum melihat sungguh manis dan cantiknya mahluk ciptaan tuhan,


"subhanallah sungguh cantik dirimu sayang"


kata Randa kepada zahra, Zahra yang mendengar pun langsung tersenyum dan bersuara,


"aahh makasih atas pujiaannya sayangku, kamu juga terlihat sungguh tampan sayang"


unjar Zahra kepada kekasihnnya,


"hmm terima kasih sayangku cintaku kasihku love love deh, atas pujiaannya i love you tou sayang"


ucap randra kepada kekasihnnya dan mereka pun pergi ke pesta,



**randra juga tak kalah tampannya, dia mengenakan baju hitam celana hitam, demi untuk samaaan dengan sang kekasih, terlihat gagah dan berwibawa bak pangeran, di negri dongeng menjelema hidup di dunia,


mereka pun datang ke acara pesta, pernikahan sahabatnya randra, satu jam di perjalanan akhirnya sampai pada tujuan**,


__ADS_1


terlihatlah sangat megah, pesta pernikahan sahabatnya itu Randra, jadi berpikir dia akan membuat pesta pernikahan besar besaran, dengan Zahara jauh dari pesta pernikahan sahabatnya itu, iyah pun langsung berbicara dengan Zahara sang kekasihnnya mengenai isi pikiran dan hatinnya,


"sayangku"


unjar randra, Zahra yang mendengar sang kekasih menganggilnnya pun menengok ke arah randra, dan langsung menjawab,


"iyya sayangku ada apa?"


tanya Zahra kepada randra, Zahra pun bingung randra baru sampai pesta sahabatnnya, malah senyam senyum"


"yang kamu liat deh kedua mempelai di sana, sangat romantis ya, dan aku ingin suatu saat nanti pula kita bisa duduk, di kursi pelaminan seperti mereka"


tunjuk randra kepada dua pasangan penganten baru, yang sedang duduk di bangku pajangan, sambil tertawa berbahagia, seketika itu pula terlintas dalam pikiran randra, mebayangan dia dan Zahra sang kekasih, yang ada di sana"


sementara itu Zahra yang mendengar sang kekasih, berbicara seperti itu agak sedikit cuek menanggapinnya, tapi Zahra pun menjawab,


"iyya aku juga ingin seperti mereka sayang, tapi aku ingin pesta yang jauh lebih mewah dari pada, yang sahabatmu ini? jauh lebih elegan dan yang paling penting adalah, yang datang itu tamu paling penting sajah"


"aku jangji sayangku, aku akan buat pesta pernikahan kita jauh dari yang ini, yang sahabat ku buat, kalo perlu disener baju pengantinnya pun akan aku cari orang yang paling ahli dan mahal, kamu tenang sajah para tamu pun, akan aku undang yang setara dengan aku"


ucap randra sambil memegang tangan Zahra, Zahra yang sedang minum pun tersenyum kekasihnnya sangat baik,


"kamu terlaluh baik dan juga terlalu bo*oh randra hahaha"


ucap hati Zahra sambil senyum Zahra pun menjawab sambil memeluk randra,


"terima kasih sayangku, aku sayang sama kamu"

__ADS_1


ucap Zahra dan memeluk randra, randra yang di peluk pun membalas pelukannya Zahra tak perduli banyaknnya para tamu yang ada di dekat dia,


"aku juga sayang kamu zahraku sayang"


ucap randra yang mengelus rambut panjang Zahra, randra dan Zahra tak sadar bahwa mereka sedang berpelukan, ada yang melihat dan orang itu pun datang kepada mereka,


"hmmm"


ucap orang tersebut, sontak sajah kedua pasangan itu pun langsung melepaskan pelukannya,


"hmmm, loh ngagetin ajah si Van, bukannya mah temenin noh bini loh, malah ganggu gue"


ucap randra kepada vano sahabatnnya itu, sekaligus yang punya acarannya, vano yang mendengar pun langsung menjawab,


"lagi tau situasi ath ndra, tau situasi rame kaya gini Masi sempat sempatnnya mesrah mesrahan, pelukan pula, nyadar Bambang loh blom muhrim Ama dia"


ucap vano kepada randra sambil melirik Zahra, lilikan mata vano ke Zahra sangat tajam, Zahra yang melihat menjadi takut, dan langsung sajah memegang tangan randra, dan randra yang merasakan tangannya di pegang pun melihat ke arah Zahra, dan randra sok ketika Zahra sang kekasih ketakutan melihat tatapan mata vano sahabatnnya, sangat tajam kearah Zahra, randra yang tau pun langsung bersuara,


"udah jangan tatap Zahra kaya gituh, gue tau loh ngga suka sama Zahra, tapi tolong hargailah gue Van, gue ini sahabat loh"


ucap randra kepada vano, vano yang mendengar pun, langsung menjawab,


"lebay ajah baru gue tatap udah takut, yaudah nikmatin lagi ajah gue mau nemenin bini gue"


ucap vano tapi vano langsung berbisik kepada zahra sambil melewatinya,


"dasar jal*Ng"

__ADS_1


ucap bisikan vano yang cuma di dengar oleh Zahra sajah, sementara randra tidak mendengarkannya, jikalau randra mendengar bisa bisa randra ngamuk, vano lalu pergi tanpa mendengar lagi sahabatnnya mau ngomong apa, pasalnnya jika dia ada di situ lagi bisa bisa ribut, dan kacau acarannya, jadi vano mengalah sajah"


bersambung.....


__ADS_2