
seorang perempuan yang sedang sakit, langsung berlutut di kaki mamanya, sambil berkata dan menangis,
"hiks... maafkan Alya mama Alya sudah kabur dari rumah, dari acara pernikahan Alya dengan Bagas hingga membuat Aisyah menggantikan posisi Alya, hiks....hiks... sungguh Alya menyeselinya maafkan Alya"
Alya wanita itu menangis, mencium kaki mamanya meskipun, dia bukanlah anak kandung yang terlahir dari mamannya Aisyah, tetapi dia pun merasa bersalah pasalnnya di sini bukanlah mama Aisyah yang salah, tetapi memang sudah suratan takdir, yang mungkin Alya harus terlahir sebagai anak yang hamil di luar nikah, kesalahan papa dan mamanya dan mungkin juga ada yang merencanakan,
"bagun nak, mama sudah memaafkanmu, kamu tidak salah di sini? mungkin sudah takdir dan jodoh Aisyah anak mama harus dengan Bagas mantan kekasihmu, mama tidak benci kepadamu nak, mama sangat menyayangimu kamu dan Aisyah adalah anak mama, tidak ada seseorang pun yang mengubahnya meskipun takdirmu dan Aisyah berbeda, mama tetaplah mamamu, meskipun kita tidak ada ikatan darah, meskipun kamu tidak terlahir dari perut mama, mama tetap menyayangimu nak"
ucap seorang wanita paruh baya tersebut di depan anaknnya dia pun langsung membangunkan sang anak yang sedang, mencium kakinya anak itu langsung berkata,
"mama sangat menyayangi Alya? tetapi kata orang darah itu lebih kentel dari pada air mah, manalah mungkin mama tidak membenci Alya hiks....hiks..."
__ADS_1
ucap Alya gadis tersebut sambil menangis,
"kata orang darah lebih kental dari pada air? kamu terlaluh percaya perkataan orang di bandingkan mamamu sendiri ingat Alya, darah memang lebih kental dari pada air tetapi, darah lebih sedikit dari pada air, maka kasih sayang mama jauh lebih banyak di bandingkan darah sayang"
ucap mama Aisyah pun membuat Alya, tersenyum dan berkata sambil memeluknya,
"terima kasih mama, Alya sayang dengan mama, terima kasih juga mau menerima Alya di hidup mama, dan maafkan kesalahan ibu kandung Alya jika sudah membuat mama sakit hati, atas hadirnya Alya sebagai kesalahan hingga persahabatan mama harus retak gara gara adanya Alya di kehidupan kalian"
ucap Alya yang memeluk mamannya, hal itu pun tak lupuk dari penglihatan Adam, Adam sedari tadi ada di dekat Alya dan kedua orang tua Alya, Adam yang memengang impus di tangan alya, menjadi meneteskan air mata, melihat Alya serta mama dari Aisyah menangis, Adam pun menangis saat mendengarkan penjelasan kata kata dari Alya itu, hingga menutsuk tulang sumsumnya,
"tetapi mama takut kehilangan anak mama lagi nak, mama tau kamu sering menangis, karna mama tidak adil terhadapmu dan Aisyah? tetapi ketahuilah nak mama sangat menyayangimu, melebihi nyawa mama sendiri kamu randra, serta Aisyah adalah malaikat dan bidadari di hati mama, selamanya Takan tergantikan nak"
__ADS_1
ucap sang mama di hadapan alya, Alya pun langsung tersenyum dan mencium pipi sang mama, hal itu pun tak lupuk dari penglihatan Adam serta bundannya Adam,
"terima kasih ya Allah, kau sudah menyatukan keluarga ini kembali"
ucap hati Adam, sambil tersenyum melihat mereka Alya dan mamannya akur kembali'
"terima kasih ya Allah kau telah, membuka pintu hati istri dan anakku hingga mereka bisa kembali bersatu, saling memaafkan kesalahan, dan maafkanlah kesalahanku atas apa yang terjadi di masa lalu"
ucap hati papa dari Alya dan Aisyah yaitu aierul
sambil menghapus air mata dan tersenyum, tak lama muncullah seorang dokter, memberi tahukan keadaan Aisyah anaknnya,
__ADS_1
**bersambung.....
"jangan lupa like nya dan komentarnya, terima kasih"