
dan kini malam naas itu terjadi, dan kini tepat satu bulan berlalu, setelah kejadian itu ayu jatuh sakit sampai di bantu rawat oleh ibunnya serta Aisyah, ayu yang penasaran pun langsung ke Alfamart untuk, membeli sesuatu yang membuat dia jadi penasaran
"mba saya mau beli yang itu"
kata ayu menunjuk ke respect, kasir Alfamart pun bersuara
"mau yang mana mba, satu atau dua"
kata mba mba, kasir dan ayu pun menjawab
" yang ini sama yang itu mba, dua sajah mba"
ucap ayu sang kasir pun memberikan dua dan ayu pun bersuara lagi
"totalnnya berapah ya mba"
tanya ayu kepada kang kasir, dan di jawab
"totalnnya 50rb mba,"
__ADS_1
dan ayu pun memberikan uangnnya kepada mba mba kasir, dan ayu pun pergi dari tempat tersebut
"sesampainya di rumah ayu, tidak dulu memakai respect tersebut, dia berpikir terlebih dahulu, bagaimana jika ternyata dia hamil? siapa yang akan bertanggung jawab karna saat kejadian malam itu, ayu tidak jelas melihat wajah lelaki tersebut, dan ketika dia terbangun di pagi hari, dia berada di kamar hotel sendirian dengan keadaan yang naas, lalu siapa yang akan bertanggung jawab? sementara yang telah mengambil kehormatannya pun dia tidak tau?
"ya Tuhan bagaimana jika dugaanku itu benar? bagaimana jika aku hamil, siapa yang akan bertanggung jawab, sementara aku pun tak tau pria breng*ek tersebut itu siapah hiks,?"
ucap ayu sambil menangis di dalam kamarnnya,
"tapi jika aku tidak memakai ini, aku pun akan penasaran, tapi bagaimana jika benar? bagaimana bayi ini, dan bagaimana dengan orang orang yang ayu sayangi, bagaimana dengan ibu ayu, ka Aisyah yang sayang dengan ayu, mereka pasti akan kecewa, terutama ibu ayu, hiks...hiks..."
ucap ayu sambil menangis tak lama pun ayu, memakai alat tersebut meskipun hatinnya ragu, untuk memakainya, tapi jika tidak dia juga pasti akan penasaran, mau tidak mau dia mencoba alat tersebut, agar tidak menjadi beban dalam pikirannya, lima belas menit kemudian ayu mengambil alat tersebut,
ucap hati ayu sambil menutup mata
dan ayu pun membuka matannya, tapi ketika dia membuka mata, terlihatlah dua garis merah, ayu bukanlah gadis bo*oh yang tak tau, apa itu artinya, dia tau bahwa ini adalah hasil positif artinnya dia hamil, pelahan lahan, air matannya pun jatuh membasahi pipinnya,
"ya Tuhan, hiks.. hiks.. ngga ini pasti ada yang salah"
__ADS_1
ucap ayu dan ayu pun langsung, mengambil yang satunnya lagi"
dan yang kedua pun, bergaris dua, air mata ayu pun tak lagi bisa tertahankan air matannya jatuh, membasahi pipinya, perlahan lahan tubuh ayu pun jatuh, ke lantai serasa dunia ini, tak lagi menjadi miliknya, serasa dunianya hancur akibat kejadian malam naas itu"
"hiks... hiks.. kenapah? kamu tumbuh di sini nak, di saat ibumu tak tau siapah ayahmu, kenapah harus sekarang tuhan"
ucap tangis ayu di kamar mandi, tapi dia tidak bisa lagi menyalahkan takdir tuhan, karna pada dasar nya yang sudah terjadi, mungkin sudah suratan dirinnya harus seperti ini, ayu pun perlahan lahan mengelus perutnya sambil berkata"
"maafkan ibumu ini sayang, ibu sudah menyalahkanmu, tapi sekarang ibu sudah tidak akan lagi menyalahkanmu, bagaimana pun kamu darah daging ibu, mana mungkin ibu tega untuk membunuhmu hiks... hiks"
tangis ayu sambil mengusap usap perutnnya,
bersambung.....
sebelomnnya mohon maaf karna upnnya lama, dan aku juga sempat lupa, sama cerita ini,
sampai pada akhirnya aku baca lagi,
__ADS_1