
waktu terus berlalu, tak terasa usia kandungan ayu sudah 5bulan, perutnya yang kini kecil kini sekarang sudah mulai membuci,
ayu mengeluskan perutnya dengan sayang, meskipun ayu tidak tau siapa lelaki yang telah menanamkan beninya di rahim ayu, tetapi ayu kali ini bersyukur, semenjak ia hamil, ia merasakan kebahagiaan, meskipun ada juga kesedihan,
"mama memang tidak tau, siapa papamu nak, tetapi mama Masi ingat jelas, wajahnya Masi terbayang di ingatan mama, mama benci dengan papamu nak, karena dia masa depan mama hancur, impian dan cita-cita mama, kini lenyap sudah, mama berharap tidak akan bertemu dengan dia lagi"
ucap ayu sambil mengelus perutnya yang bucin ayu sangat membenci pria yang telah merusaknya itu, ayu berdoa di setiap malam agar tidak di pertemukan kembali, dengan lelaki bajingan itu, ayu sejujurnya merasa kasihan dengan ibunya, bi Sri selalu menangis jika melihat ayu, cuma bi Sri diam-diam tapi ayu melihat saat ayu berpura-pura tidur, sang ibu menangis, ia juga menatap kasihan dengan Aisyah yang sudah menganggap ya sebagai adiknya sendiri, sudah cukup menderita dengan pikiran ke ayu, di tambah lagi suaminya mengalami kecelakaan, bahkan sampai saat ini belom di temukan, ayu selalu berdoa agar majikanya itu segerah di temukan, dan agar Aisyah, tidak bersedih kembali,
waktu berlalu saat ini ayu sedang di moll dengan Aisyah, mencari pelengkapan si kembar, meskipun sang suami belom di temukan, bahkan di katakan meninggal Aisyah, tidak percaya, namun ia juga tidak seharusnya mengurung dirinya di kamar terus, anaknya butuh kebutuhan juga, bagaimana jika nanti sang ayah dari anaknya kembali, tiba-tiba melihat anak kembarnya kurus, kekurangan gizi dan dekil, Aisyah tidak mau itu, bagaimana pun ia juga harus, merawat anaknya, yang dua bulan di lantarkan olehnya, di tinggalkan, ia Aisyah dua bulan selalu menangis, bahkan dengan si kembar pun tak mau di temukan, hingga akhirnya si kembar harus minum asi pormula Aisyah dan ayu sedang membelikan kebutuhan si kembar, dengan tiba-tiba ayu ijin pamit ke toilet kepada Aisyah,
"ka ayu ijin ke toilet dulu ya, mau buang air kecil Kaka tunggu di sini ya"
kata ayu kepada Aisyah akhirnya Aisyah mengijinkan,
__ADS_1
"baik Dee, kanu apa mau Kaka temani"
tawar Aisyah kepada ayu namun ayu tidak mau akhirnya Aisyah sendiri, tak lama alya dengan Adam yang kebetulan ada di moll tersebut melihat Aisyah sendiri pun ia menemuinya,
"Alya itu seperti Aisyah adikmu"
ucap Adam akhirnya Alya pun menengok,
"iya Aisyah sendiri di sini, yasudah aku mau menemuinya, Kamu mau ikut tidak"
lalu Adam pun ikut Alya pun menuju Aisyah,
ucap Alya akhinya Aisyah pun menengok dan ia pun terkejut ada Alya kakanya di sini dengan Adam,
"eehh ka Alya, dan Adam, kalian juga ada di sini"
__ADS_1
ucap tanya Aisyah, akhirnya Alya menjawab
"iyya de, kamu sendiri di sini"
tanya Alya Aisyah pun menjawab tidak dan dia dengan ayu yang kebetulan ijin ke toilet, Alya dan Adam yang mengerti pun langsun menganggukan kepala,
"Aisyah Kaka pengen bantu kamu pilih baju untuk, si kembar boleh"
ucap tanya Alya kepada Aisyah, di luar dugaan Aisyah akhirnya mengijinkan ia membantu Aisyah memilih baju untuk si kembar,
"iyya boleh ka, malah aku senang, akhirnya ada yang mau bantuin aku cari baju si kembar"
kata Aisyah merekapun langsung sibuk mencari baju untuk si kembar, adam juga sama
ikut sibuk memilih baju untuk bayi Aisyah, meskipun ada rasa sesek di dadanya, karena dulu Adam sangat mencintai Aisyah tetapi saat ini, Adam pun juga belajar mencintai Alya, Aisyah adalah masa lalunya Aisyah juga berhak bahagia dengan Bagas meskipun sakit teramat di hatinya,
__ADS_1
ia sudah berusaha untuk ikhlas melepaskan orang yang ia sayangi, sekarang sudah ada Alya ia bertekat akan mengubah sipat da perilaku Alya,
bersambung.....