
sementara itu di tempat lain lebih tepatnya di rumah sakit,
"bagaimana dokter keadaan anak saya"
ucap seorang ibu, yang sedari tadi tak bisa diam menangis melihat keadaan anaknnya seperti ini, sang dokter pun tersenyum dan menjawab,
"pasien Alhamdulillaah sudah melewati masa kritisnya, sebentar lagi pasien akan sadar buu"
ucap seorang dokter lelaki kepada sang ibu, dari pasien, sang ibu pun langsung tersenyum sambil berkata,
"terima kasih dokter bolahkah saya masuk"
ucap wanita tersebut lalu di anggukan oleh sang dokter, wanita setengah tua pun masuk bersama suaminya, terlihatlah sang anak laki-lakinya sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, dia pun menangis,
__ADS_1
"hiks..hiks.. yah anak kita yah, dia sedang berjuang hiks..hiks.. aku sebagai ibunya merasakan sakit, walaupun aku bukan ibu yang melahirkan dia tapi aku sudah menyayanginya yah, bolehkah aku egois jika suatu saat ingatan randra anak kita kembali lagi, aku tidak ingin dia mengingat keluarganya"
tutur kata sang istri sambil menangis bersandar di pundak sang suami, sang suami pun menghapus air matanya pelahan lahan, sambil berkata,
"mah jangan egois, bagaimana pun randra berhak tau orang tuanya, mereka pun berhak tau randra, anak mereka Masi hidup di dunia ini, ayah selama ini juga sayang kepada randra anak kita, meskipun randra bukanlah anak kandung ayah sendiri, tapi rasa sayang ayah kepada randra, seperti rasa sayang kepada Rendri anak kandung kita, kita tidak boleh egois mah, kita juga pernah merasakan kehilangan seorang anak, dan rasanya sangat menyakitikan, ayah mohon jangan seperti ini"
tutur kata sang suami kepada sang istri, sementara sang istri langsung melotot melihat ucapan sang suami,
ucap sang istri tegas di depan sang suami, tak lama mereka saling diam dan melihat ke arah anak mereka yang terbaring lemah, anak yang mereka besarkan dengan kasih sayang kini terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit,
hari orang tua mana yang tak sakit, saat dapat kabar dari anak bontot mereka yaitu Rendi, saat mengatakan jika sang Kaka kecelakaan, Rendri baru pulang dari tempat tongkrongannya tiba tiba dapat telpon dari kakanya, dan langsung Rendri angkat, tapi ketika Rendri angkat ternyata itu suara bukan suara kakanya melainkan suara orang lain, langsung saja Rendri tudepoin dan menanyakan, apa yang telah terjadi tiba tiba perasaanya tidak enak, dan akhirnya orang tersebut pun memberitahu kepada Rendri bahwa kakanya mengalami kecelakaan bersama mobil lain, yaitu wanita, Rendri langsung memberi tahukan kedua orang tuanya, namun mereka juga menunggu kabar dari polisi tak langsung menuju tempat kecelakaan itu,
tersadar dari tadi mereka melihat anak mereka kemudian mata randra pun mulai terbuka, mereka yang tau anaknya akan segerah sadar pun tersenyum, sang ibu pun mulai duduk di dekat ranjang dekat randra sambil memegang tangan sang anak, pelahan
__ADS_1
tapi pasti mata randra terbuka, dan ketika terbuka terlihatlah kedua orang yang tersenyum ke arahnya tapi randra randra pun langsung buka suaranya
"kalian siapa?"
ucap randra kepada kedua orang yang sedang tersenyum itu, langsung saja ucapan randra sukses membuat mereka yang tadinya tersenyum menjadi memucat wajahnya,
**bersambung.....
mau randra kembali ingatanya
atau tidak sama sekali,
jawabannya ada pada kalian**?
__ADS_1