
seorang lelaki berlari menuju tangga ke lantai yang lumayan tinggi, tidak perduli kakinnya cape sekalipun terjatuh kebawah, melewati tangga tangga yang tinggi, karena lip, hotel tersebut sedang ada masalah,
"tidak pasti ini tidak mungkin, huuuu meskipun kakiku ini cape, untuk melangkah lagi tapi hatiku ingin tau yang sesungguhnya, aku yakin pasti Tio membohongiku, dia sedang mengerjaiku bersama dengan Zahra dan devid dia pasti berkerja sama hahaha, candaan kalian sangat tidak lucu"
ucap randra sambil Masi belom percaya sepenuhnya, tapi dia sudah meneteskan air mata sambil tetap tersenyum karena dia, Masi berpikir positif, tidak berpikir negatif karena menurut dia, tidaklah mungkin devid yang sudah di anggap seperti Kaka sendiri tega menghiyanatinya, bersama dengan Zahra kekasihnnya"
berjalan berlari menuju tempat tujuan yang lumayan tinggi hingga tibalah dia di tempat tujuan tersebut nomer kamar 99, dia pun sudah berada di depan pintu kamar tersebut, niat awalnnya mau membuka pintu tersebut tapi, kemudian dia mendengar suara dua orang, lelaki dan perempuan sedang berbicara, niat yang awalnnya mau membuka pintu pun di hentikan karena dia penasaran, dengan obrolan kedua pasangan itu,
"sayang bagaimana kamu sudah, membuat randra masuk ke prangkat kita dan misi kita ini"
ucap sang pria tersebut dan sang wanita pun menjawab,
"kamu tenang sajah dia sudah masuk ke prangkat, misi kita ini kamu bahagia kan, aku sudah berhasil membuat dia percaya padaku, dan sebentar lagi aku akan menikah dengannya, akan aku ambil hartannya karena aku sesungguhnya tidak, pernah mencintainya, yang aku cintai hanyalah dirimu sayang devid"
ucap wanita tersebut siapa lagi wanita tersebut adalah Zahra kekasih randra, randra Masi sajah mendengarkan pembicaraan mereka dan sedikit membuka pintu dan betapah terkejutnnya randra, ternyata yang di bilang Tio adalah benar bahwa itu Zahra kekasihnnya, dengan seorang lelaki yang randra kenal dia adalah devid, sedang bermesraan mesraan, randra Masi sajah mendengarkan mereka,
"haha baguslah sayangku zahraku, kamu memang pintar tak salah aku memilihmu, untuk jadi istriku, setelah kamu menikah dengannya kamu kuras hartannya, dan kamu bawa pergi semua aset yang menjadi miliknya, ubah nama menjadi milikmu dan setelah itu, kita berdua akan hidup bahagia, dan dia akan merasakan apa yang orang tuaku rasakan, hahaha"
ucap sang pria tersebut sambil tertawa bersama sang wanita, pria itu adalah devid dan Zahra, mereka sepasang kekasih yang tak di ketahui randra, randra yang melihat itu pun langsung sajah tak tahan lagi iyyah pun membuka pintu, sekenceng kencengnnya, sampai pasangan kekasih yang sedang berc*Uman pun berhenti, dan merihat ke arah randra, mereka pun terkejut pasalnnya mereka tidak tahu randra akan melihat mereka, randra berjalan dan langsung menghajar devid, habis habisan,
"rasakan ini devid, untukmu yang menyakitiku"
"buug...
__ADS_1
"kau yang sudah ku anggap seperti Kaka ku sendiri, dengan tegannya menghiyanatiku,
"buug....
"dan ini untukmu, yang sudah membohongi ku"
"buug...
"terakhir ini untukmu yang sudah, merebut kekasihku dan juga sudah menipuku, rasakan pukulanku, dan juga rasakanlah setelah ini, masuk juruji besi"
"buug...
"buug....
"buug..
"maafkan aku randra, jangan masukan devid ke penjara aku mohon hiks...hiks..."
ucap Zahra sambil memegang kaki randra, namun randra tetaplah randra sudah buta mata dan hati, dengan Zahra pun yang dulu dia sayangi kini rambut Zahra pun di jenguk,
"dan kau ja*ang.... Masi berani kau meminta maaf kepadaku, setelah apa yang kau lakukan bersama kekasihmu ini, kau juga telah menipuku, dengarkan baik baik, mulai saat ini aku dan kamu tak ada hubungan apa apa lagi....
kamu jal*Ng? gila harta sama dengan pasanganmu ini, selamat kalian akan merasakan masuk sel penjara, tidak ada maaf bagi pendusta seperti kalian"
__ADS_1
unjar randra dan langsung menelpon Tio dan vano, untuk bereskan semua ini, sementara wanita itu sedang menangis meratapi nasibnya bersama kekasihnnya, yang akan berada di penjara,
"darimana randra bisa tau kalo Zahra adalah penipu dengan devid, ya dari Tio
"sebelom randra ke hotel tersebut Tio sempat menceritakan semuanya, tapi randra tetaplah randra, yang tak sepenuhnya percaya dengan ucapan Tio dan randra pun sampai pada, titik percaya saat melihat dengan mata kepalannya sendiri serta mendengarkan perkataan mereka berdua, barulah mata dan hati randra terbuka lebar, bahwa selama ini yang di anggap baik juga.
"belom tentu orang itu baik di belakang dia, dan orang yang terlihat buruk di depan belom tentu buruk di belakang dia, di sini dia baru sadar,
randra pun keluar dari hotel tersebut sambil, berlari menuju mobil,
dia pun membawa mobil dengan kecepatan pulll, tanpa melihat kanan dan kiri jalan terus pada akhirnnya ada mobil lewat randra yang melihat langsung kaget, dan mau rem tapi keburu tak terkendali, karena dia bawa mobil kencang sampai pada akhirnya....
satu lagi, nama sahabat randra, Dito yang memberi tahukan randra dan randra biasa memanggil dengan panggilan Tio....
jangan salah paham ya ka
"aahhhhhhh........
"bruuuukkk....
bersambung....
**siapa yang jatuh,
__ADS_1
randra mati tidak.
maunnya gimana coba komen**?