
seorang pengantin laki-laki, yang sudah berada dalam mobil angkutan, kini ia menjadi pusat perhatian ibu-ibu yang sedang ikut naik angkutan umum,
"liat deh ibu-ibu, dia, pake baju pengantin mau nikah, tapi malah kabur kayanya,!!"
ucap ibu-ibu yang sedang memperhatikan Bagas itu,
"iya ya, masa udah ganteng. malah mau kabur, apa mungkin karena di jodohkan ya buu"
ucapan sang ibu-ibu yang satu lagi, sementara Bagas yang mendengar perkataan ibu-ibu itu merasa bodo amatan yang jesal sekarang dia berpikir bukan seperti itu, tujuan dia kali ini kebandara, untuk pulang menemui sang istri tercintanya juga buah hatinya, ia sangat merindukan istrinya, saking rindunya ia, sambil mengecek yang yang ada di dompetnya, sisa uang yang masi ada ketika ia sudah mengingat kembali ingatannya, menghitung dan cukup untuk sampai ke Indonesia,
sementara di tempat lain semua anak buah dari ibu seseorang pihak pengantin wanita susah mencari-cari pengantin pria, namun nihil tidak ketemu juga, mereka pun akan mencari ke seluruh tempat, agar sang bos tidak marah-marah kepada mereka, jika tidak di ketemukan maka nasib mereka akan kena amukan sang bos wanita,
__ADS_1
angkutan umum pun berhenti di depan bandara, terlihat senyum yang tiada Tara dari Bagas kepada sang supir angkot, sambil memberikan uang yang mungkin lebih dari sang supir minta itu, uang itu dengan jumlah satu juta, sementara sang supir cuma meminta seratus ribu, tetapi di berikan lebih,
"maaf mas. ini terlalu banyak, saya hanya meminta, seratus ribu saja"
unjar sang supir angkot, Bagas pun tersenyum dan berkata,
"tidak apa-apa pak, ini sebagai rasa terimakasih saya kepada bapak, karena sudah mengantarkan saya ke tempat tujuan saya, mohon di terima dengan baik ini rezeki dari Allah, untuk bapak dan juga keluarga bapak"
usai semua berlalu Bagas pun masuk ke bandara, langsung meminjam ponsel petugas bandara ia, ingin menghubungi seseorang agar membantu penerbangannya, karena terjadi masalah ia tidak di perbolehkan terbang ke Indonesia, merasa Bagas adalah orang luar, karena wajahnya yang mirip jin BTS, membuat pihak bandara tidak mengijinkannya terbang,
seorang pria yang sedang sibuk di kantor pun di kejutan, oleh bunyi telpon dari seseorang nomer yang tak di kembalinya, ia tidak mau angkat telpon itu, namun ponselnya terus bersuara, dengan terpaksa ia pun mengangkatnya,
__ADS_1
"hello.... dengan siapa?"
ucap seseorang pria yang mengangkat telponnya itu, tak lama seseorang pun bersuara,
"tolong aku vano, aku Bagas, aku ingin terbang ke Indonesia, namun pihak bandara internasional melarangnya, aku masi hidup, aku ingin berjumpa dengan istriku"
uncapnya sambil terisak-isak, suara Bagas di sebrang sana pun membuat vano terkejut, dan tubuh vano langsung lemas, karena mendengar sahabatnya Masi hidup, tidak percaya, namun sebuah fakta mengatakan iya,
ia pun langsung menelpon pihak bandara tersebut, karena kebetulan bandara itu yang memiliki adalah pamanya, ia pun langsung meminta bantuan kepada pamanya, karena mendengar cerita dari Bagas, bahwa ia harus segerah cepat-cepat sampai ke Indonesia, karena jika tidak ia akan di nikahkan oleh seseorang wanita, yang menemuinya di sungai, tidak mau jika kalau sampai terjadi seperti itu, ia pun angkat tangan, demi sang sahabat juga, ia menghubungi sang paman dan datang ke rumahnya, meminta bantuan dan menceritakan semuanya,
bersambung....
__ADS_1