
kini randra dan Zahra, Masi menikmati suasana pesta tersebut, meskipun tadinnya Zahra kesal dengan vano sahabatnnya randra, tapi sekarang dia jadi kembali lagi senyum,
menikmati pesta sampai pada akhirnya dia pun menemui kedua pasangan pengantin yang sedang bahagia bahagianya, dia menyampaikan ucapan selamat kepada mereka berdua,
"selamat ya Van, semoga langgeng sampai akhirnya tuhan yang akan memisahkan kalian berdua"
ucap randra kepada vano, dan vano pun menjawab,
"amin amin, loh juga semoga segerah cepat, nikah semoga langgeng sampai ke jenjang pernikahan amin"
unjar vano ke randra sambil memeluk sang sahabat randra yang mendengar pun langsung menjawab perkataan vano,
"amin amin, yaudah ya gue pamit pulang dulu kasihan Zahra udah ngantuk"
kata randra kepada vano dan di anggukan oleh vano, vano pun langsung bersuara membalas randra"
"ya bro hati hati di jalan ya"
unjar vano kepada randra dan di angkutan oleh randra,
"ya makasih bro"
__ADS_1
lalu randra dan Zahra pun pergi meninggalkan tempat tersebut,
di tempat lain seorang wanita, yang sedang hamil ini, bolak balik kamar mandi karna morning sickness, mual mual dalam keadaan hamil muda, hal ini memang sudah wajar bagi wanita hamil muda,
"hiks...hiks... jangan seperti ini lagi nak, mama juga ingin makan, agar kamu bisa sehat di dalam sini"
unjar wanita tersebut sambil mengusap ngusap perutnnya, wanita itu adalah ayu, ayu yang masi di toilet pun mendapat ketukan pintu dari sang ibu,
"nak kamu baik baik sajah sayang"
ucap BI Sri ibu dari ayu, bi sri yang sedari tadi kahwatir dengan sang anak karena terus terusan mual mual, ayu sang anak yang mendengar pun langsung membuka pintu dan berkata,
"ayu baik baik sajah ibu, ini mungkin bawaan Dede bayi"
"kamu diam di sini nak istirahat, ibu akan buatkan jahe merah untukmu, agar menghilangkan rasa mualmu"
unjar sang ibu kepada anaknya sang anak pun menganggutkan kepala, dan sang ibu pun berjalan pergi untuk membuatkan minuman, tapi baru dua langkah tangannya langsung di pegang oleh sang anak, sang ibu yang merasakan tangannya di pegang pun berbalik badan ke pada anaknnya dan bersuara,
"ada apa nak, apakah perut kamu sakit? kalo sakit kita ke dokter sajah nak"
unjar sang ibu, ayu yang mendengar ibunnya lembut kepadaanya perhatian pun langsung menangis, sang ibu yang melihat anaknya menangis pun langsung memeluknya,
__ADS_1
"ada apa sayang katakanlah"
unjar sang ibu, ayu pun menjawab
"hiks..hiks... maafkan ayu buuu. jadi merepotkan ibu dan sudah membuat ibu malu. dengan semua ini hiks..hiks..."
unjar ayu Masi nangis di pelukan ibunya, sang ibu pun menghapus air mata sang anak sambil berkata,
"ibu tidak merasa di repotkan oleh putri ibu, dan ibu tidak merasa malu atas apa yang Allah berikan, mau bagaimana pun ibu tidak akan malu karena ayu tidak salah di sini? dan ibu bersyukur karena Allah Masi mau memberikan ibu cucu sebelom ibu menutup mata, meski dengan cara yang berbeda, tetapi tetaplah anak ini tidak salah nak, dia cucu ibu dia beresih suci, hanyalah sajah kesalahan mama dan papannya yang salah, ibu mohon jangan seperti ini sayangi anakmu nak, dia darah dagingmu mau bagaimana pun, jaga dia ibu sudah terlanjur sayang dengan ya"
ucap ibu ayu, sambil menghapus air mata putrinnya, dan ayu tidur di dekapannya di baringkanlah sang anak di kasur, dan ibu ayu memperhatikan anaknnya yang sedang tidur, niat hati ingin membuat jahe merah,
"untuk sang anak tapi, kini gagal karena sang anak tertidur di pelukannya, dia pun tersenyum sambil menghapus air mata yang ada di pipinnya, dan berkata dalam hati,
"semoga ujian ini akan segerah berakhir nak, dan semoga dia mau mempertanggung jawabkan perbuatannya, dan kamu bisa hidup bahagia amin ya Allah"
ucap hati ibunda ayu, sambil menatap putrinnya,
bersambung..
**jangan lupa baca.
__ADS_1
tak ingin menjadi madu**