(Permata Hati),Air Mata Aisyah

(Permata Hati),Air Mata Aisyah
part 49


__ADS_3

Masi di tempat yang sama, gadis cantik ini Masi sajah memperhatikan, seorang pria yang mungkin sudah pergi menjauh darinnya, seorang pria yang tadi menabraknya dan menyelamatkannya, dia Masi melihat pria tersebut hingga pria tersebut, sudah tak nampak kelihatan lagi dari pandangan matannya,


"ya Tuhan sungguh, sempurnanya mahluk ciptaanmu, semoga sajah bisa di pertemukan kembali' amin"


ucap dalam hati sang wanita tersebut sang wanita pun pergi dari tempat tersebut,


sementara itu seorang laki laki, yang sedang tergesah gesah, karna dia telambat sepuluh menit, untuk menemui rekan kerjannya, siapa lagi dia adalah Bagas, Bagas yang tergesah gesah karna telambat pun tak sengaja tadi menabrak, seorang wanita tapi akhirnya dia sudah menolong sang wanita tersebut, meski kini singgat, hanya meminta maaf sajah tanpa bertanggung jawab, tapi di sini juga bukan salah bagas, wanita itu pun bersalah karna dia terburu buru juga, akhirnya mereka bertabrakan,. dan akhirnya sekarang Bagas sudah sampai di tempat tersebut,


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"


ucap salam Bagas kepada rekannya, dan sang rekan kerjannya pun menjawab salam dari Bagas,


"waalaikum salam nak bagas"


ucap pria yang lumayan cukup umur,


"pak Bayu maafkan saya, yang datang terlambat"


ucap Bagas meminta maaf karna datang terlambat merasa tidak enak dengan rekannya itu, sementara itu pak Bayu yang mendengar Bagas meminta maaf ke dirinnya, dan melihat Bagas yang mungkin kurang enak dengannya pun langsung berkata,

__ADS_1


"tidak apahlah nak Bagas, bapak mengerti, bapak juga baru sajah datang, jangan merasa tak enak, karena saya lebih tua darimu nak, tapi berpikirlah positif karna kita di sini, sama sama kerja untuk kemajuan perusahaan kita nak"


tutur kata pak Bayu kepada Bagas, Bagas yang mendengar pun langsung mengangguk kepala seperti anak SD, hehe....


"iyya baik pak, tapi saya harus profesional, karna saya datang terlambat dan, saya meminta maaf bukan karna bapak, jauh lebih tua dari saya tapi karna saya harus, profesional dalam bidang perkerjaan pak, sekali lagi terimakasih pak, dan maaaf untuk waktu tadi saya terlambat"


ucap Bagas kepada rekan kerjanya yang tak lain adalah pamannya sendiri dan pak Bayu yang langsung tudepoin sajah,


"iyya nak bapak maafkan, yasudah kita bicarakan yang harus di bicarakan"


ucap pak Bayu kepada Bagas


ucap Bagas, Bagas memang kalo dalam bidang kerjaan, tegas berbicara pun, dengan pamannnya seperti dengan orang lain, karna dia harus profesional, dan pak Bayu yang mendengar pun langsung bersuara,


"salah satu dari kita nak, tapi kamu tau sendiri kan? kalo bapak dalam beberapah bulan ini, harus ke Jepang untuk mengurus perusahaan bapak, yang di Jepang, karna anak bapak yang tidak, bisa di andelkan itu kamu tau sendiri, sepupumu itu"


ucap pak Bayu yang memberi penjelasan kepada Bagas, dan Bagas yang mendengar pun langsung bersuara,


"jadi maksud bapak, harus saya yang tinggal di sanah?"

__ADS_1


pertanyaan Bagas kepada pak Bayu dan pak Bayu pun bersuara,


"iyya nak, maafkan bapak harus melibatkan kamu, bapak mohon nak"


ucap pak Bayu kepada Bagas, pak Bayu itu adalah adik dari ayah Bagas, otomatis Bagas adalah keponakannya, tapi pak Bayu sudah menganggap Bagas seperti anak sendiri dan Bagas pun, sebaliknya menganggap pak Bayu seperti bapaknnya sendiri,


"tapi pak, istri Bagas sedang hamil, bagaimana jika nanti saat melahirkan Bagas tak ada di sampingnnya? tidak Bagas tidak mau kalo harus Bagas yang pergi sendiri"


ucap Bagas tegas kepada pak Bayu yang notabenenya adalah pamannya itu, dan sang paman pun bersuara


"bapak mohon cuma sampai dua bulan sajah nak, setelah itu kamu bisa kembali dengan istrimu, bapak yang akan menggantikan dirimu, setelah dua bulan nak"


ucap pak Bayu kepada keponakannya itu Bagas yang notabenenya keponakannya mau tidak mau harus mau, melihat sang paman pun sedikit bersedih dia jadi, kasihan dan Bagas pun menjawab,


"baiklah paman"


ucap Bagas yang langsung berlalu, pergi sang paman yang tau bahwa ponakannya itu, marah pun cuma bisa diam, sang paman tau pasti saat Bagas keponakannya itu, tidak menyebutnya bapak lagi, melainkan paman kepadannya, berarti Bagas sedang marah menahan kesel kepadannya"


bersambung,

__ADS_1


__ADS_2