(Permata Hati),Air Mata Aisyah

(Permata Hati),Air Mata Aisyah
part59


__ADS_3

di tempat lain, di bandara Surabaya barulah mendarat pesawat yang di tumpangi Bagas, dari Jakarta ke ****Surabaya****, **kini Bagas sudah sampai di Surabaya, Iyah pun berjalan menuju mobil jemputnya untuk menginap di apartemen omnnya yang kebetulan memang, punya apartemen di sini,


lama berlalu kini Bagas sudah sampai, di apartemen tersebut niatnnya untuk berkunjung ke tempat pembangunan nanti jam satu nanti, kini niatnnya tak jadi, karena baru sajah sampai mau tiduran pun sudah dapat telpon dari bawahannya, untuk cepat datang ke tempat tersebut,



Bagas pun pergi ke tempat tersebut, memakai baju dan kacamata, setengah jam berlalu akhirnya sampai pada tempat perusahaan yang akan di bangun, dia pun turun dari mobilnya,


berjalan sambil melepaskan kaca matannya, betapah gantengnya Bagas saat ini melepas kacamatanya, sehingga Banyak kaum hawa yang memperhatikannya, jadi di sini ada yang sudah selesai pembangunan perusahaan ada juga yang belom selesai, dan perusahaan yang sudah selesai di bangun, sudah di huni oleh karyawan lelaki dan perempuan, iyya yang sudah selesai di bangun adalah perusahaan Bagas,


dan yang belom selesai adalah perusahaan omnnya,


"selamat datang pak"


ucap semua karyawan, dan di senyumi oleh Bagas, mereka menghormati Bagas

__ADS_1


"Bagas pun berjalan menuju tempat pembangunan, menemui seseorang kaki tangannya,


"selamat datang pak bos"


ucap Tio kaki tangan Bagas selama menjalankan pembangunan perusahaan, sebenernya Tio adalah, orang yang di percayai Bagas untuk perusahaan dia yang di Surabaya, tapi ketika masa pembangunan ini, lama jadi bagaslah yang mengambil alih perusahaannya dan Tio di tugaskan untuk, mengelolah pembangunan tersebut,


"terima kasih Tio, bagaimana apakah ada kemajuan, dan apakah pembangunan ini, bisa di percepat tidak sampai berbulan2"


ucap Bagas kepada tio, sementara itu Tio yang mendengar pun tersenyum,


"insyaallah akan saya usahakan pak, saya juga tau pak, bapak takut untuk lama di sini, karena istri bapak sedang hamil kan, saya juga tau pak ikut kasihan melihat istri bapak yang di tinggalkan"


ucap Bagas, kepada tio sang partner kerja sekalugus sahabatnnya juga, Tio yang melihat Bagas sang sahabat dan bosnnya itu bersedih pun bersuara,


"saya akan usahakan pak, insyaallah dalam waktu kurang dari satu bulan pula bapak bisa balik lagi ke Jakarta, tanpa perlu mengurus pembangunan ini, maupun perusahan bapak, serahkan kepada saya, dan bapak juga harus berdoa agar saya bisa menyelesaikan semua masalah ini"

__ADS_1


kata Tio kepada Bagas, Tio memang bidang segala masalah, biasannya bisa di selesaikan tanpa menunggu lama, tapi ketika waktu kemaren kemaren, Tio bener bener tidak bisa untuk memecahkan masalah tersebut, di karenakan mungkin Tio juga sedang banyak masalah, dan juga Tio kerja sana sini, jadi Tio kemaren kemaren ngebleng, Bagas yang mendengar Tio rekan kerja sekaligus sahabatnnya itu, dengan begituh percayanya bilang akan usahakan, Bagas pun menjawab,


"oke saya serahkan ke kamu, tapi jika bener kamu bisa mempercepat masalah ini, saya akan naikan gaji bulananmu Tio"


ucap Bagas sambil menepuk pundak Tio sang sahabat itu, sontak sajah Tio mendengar gajinnya akan di naikan pun tersenyum sambil berkata,


"makasih pak boss, pegang omongan saya insyaallah saya pasti akan bereskan semua ini"


ucap Tio kepada Bagas, Bagas pun langsung menjawab,


"saya percaya padamu Tio"


ucap Bagas lalu pergi meninggalkan Tio, begituh sajah tanpa permisi,


"kebiasaan kaga pamitan kaya se*an"

__ADS_1


ucap Tio kesel karena di tinggal pergi oleh Bagas Tio pun langsung pergi meninggalkan tempat tersebut,


bersambung


__ADS_2