(Permata Hati),Air Mata Aisyah

(Permata Hati),Air Mata Aisyah
part81


__ADS_3

**di dalam mobil empat orang ini sedang pokus dengan kesibukannya masing-masing,


yang dua sedang sibuk memperlihatkan ke romantis mereka, sedang yang di belakang hanya mendengarkan dan menjadi kambing c*nge seakan dunia milik mereka berdua saja, yang lain mah ngontrak*


ayu dan Aisyah hanya bisa terdiam saja melihat kedua pasangan yang sedang di mabuk cinta itu, siapa lagi dia adalah Alya dan Adam, mereka asik becanda tanpa memperdulikan kedua orang tersebut,


sementara pikiran ayu kini menjadi serbah salah, ayu Masi memikirkan pertemuannya tadi dengan, ayah dari bayi yang ada di dalam kandungannya itu, ayu seakan lupa segalanya ia masi di dalam mobil melamun, Aisyah yang melihat ayu tanpa ada arah melamun pun langsung memegang tangga ayu, dan bersuara,


"kamu kenapa de, ko Kaka liat kamu sehabis kita mulang dari mol kamu seperti memikirkan sesuatu? katakan saja Dee, ceritakan kepada Kaka apa yang telah terjadi"


ucap Aisyah dan ayu yang mendengar itu pun, ayu jadi bingung apa ayu harus ceritakan semuanya atau tidak,


"tidak apa apa ka, ayu hanya merasa kurang enak badan, ayu tidak apa apa ka, ayu hanya sedang tidak enak badan"


perkataan ayu pun membuat Aisyah curiga, tetapi Aisyah tidak mau memaksa ayu untuk jujur, Aisyah pun langsung mengangguk kepala, tanda mengerti dan bersuara,

__ADS_1


"yasudah nanti sampai di rumah kmu harus istirahat ya Dee"


"iyya ka"


di tempat lain seorang laki-laki, yang sedang memakai baju pengantin berlari untuk mencari kendaraan umum untuk ke bandara, ia adalah Bagas, yang ingin kabur dari pernikahannya dengan enjel itu, bukan ia tidak kasihan dengan enjel karena sudah menollongnya, tetapi ia pun sudah mempunyai tanggung jawab,


sedang berlari akhirnya ada kendaraan umum yaitu angkot, dia pun langsung memberentikan angkot tersebut,


"pak bisa anter saya ke bandara tidak"


"saya tidak bisa sampai ke bandaranya mas, paling jaraknya 5 meter lagi saya bisa mengantarkan mas, mas bisa jalan dari lokasih yang saya turunkan itu, karena lokasinya tidaklah jauh juga mas, apakah mau"


perkataan sang supir angkot pun langsung di anggukan oleh Bagas,


"iyya tidak apa apa pak, saya mau, tidak masalah nanti saya jalan"

__ADS_1


"baiklah ayo naik mas"


"iyya pak"


Bagas pun langsung menaiki angkottan umum itu,.


sementara di tempat kediaman enjel, sudah satu jam lebih, tandannya ijab kabul akan segerah di mulai, ibu dari enjel pun langsung masuk ke kamar Bagas yang tadinya Bagas di istirahatkan, karena pingsan,


setelah di buka pintu tersebut, tidak ada Bagas, ibu dari enjel pun sudah emosi, iya merasa di dibohongi oleh Bagas, yang tadinya pingsan, dia pun langsung menyuruh semua anak buahanya untuk mencari Bagas,


"k*rang hajar aku di curangi seorang bocah, aku tidak mau anakku enjel akan sedih, bilah mana pernikahnya batal kembali, sudah cukup dulu enjel kehilangan seseorang yang berarti untuk dirinya sekarang jangan"


"jika dia sampai balik lagi kepada istrinya, akan ku pastikan hidup dirinya dan istrinya tidak akan tenang, karena sudah bermain-main dengan diriku"


unjar perkataan marah, ibu dari enjel, entah mengapah ia ingin merusak rumah tangga seseorang, karena dendam yang terlaluh dalam kepada orang tua Asiyah mungkin yang membuat ia ingin menghancurkan rumah tangga tersebut, Alya sudah tidak lagi berhubungan dengan dirinya, ada anaknya enjel yang bisa ia manfaatkan untuk menghancurkan rumah tangga Bagas dan Aisyah,

__ADS_1


...bersambung.........


__ADS_2