(Permata Hati),Air Mata Aisyah

(Permata Hati),Air Mata Aisyah
fart31


__ADS_3

...kini waktu terus berlalu, anak yang di rawat, Abraham baskara dan Riana enjelista, kini sudah dewasa tampan dan juga sudah menjadi CEO di usiannya yang masi muda 28 tahun, usia Randra, selama kejadian tradis itu randra tidak mengingat apapun, yang dia tau sekarang dia lah anak dari baskara dan Riana dia juga sangat menyayangi adiknnyaa, yang bernama Muhammad rendri baskara, yang usiannya Masi muda, terpaut lumayan jauh darinya,...


di tempat lain, suasana Masi di Bali kali ini adalah hari terakhir Aisyah dan Bagas berada di Bali setelah dua hari keberangkatan mereka di undur akibat sang istri yang hamil, akhirnnya sekarang mereka bisa balik ke Indonesia lagi


"girang bangt yang mau pulang ke Indonesia lagi"


ucap Bagas kepada Aisyah sambil menyengir dan aisyah yang mendengar sang suami berkata pun langsung tersenyum


"hmmss,, iyyalah mas kan Aisyah kangen ayah bunda mama papa Aisyah,"


kata Aisyah yang tersenyum ke arah suaminya sementara itu Bagas yang melihat Aisyah tersenyum,pun seketika itu hatinnya berkata


"semoga setelah ini, tak ada lagi yang akan menghancurkan senyuman indahmu itu sayang, dan semoga setelah kita balik ke Indonesia kebahagiaan ini tidak hancur"


kata dewa hati Bagas entah kenapah dia punya firasat yang tidak tidak tapi dia berharap semoga rumah tangganya dengan Aisyah tidak ada yang akan menghancurkannya,

__ADS_1


kini sekarang mereka sudah berada di bandara, mereka sudah di Indonesia, Aisyah dan Bagas baru sajah mendarat dan Aisyah dan Bagas pun langsung di sambut dengan papa mamanya Aisyah, Aisyah yang kangen sama mamanya langsung memeluk mamannya melepaskan rasa rindunya


"mama Aisyah kangen,"


ucap Aisyah langsung memeluk sang mama dan sang mama yang di peluk pun langsung merangkul anaknnya langsung nangis seketika ketika anaknnya memeluknnya,


"hiks,, hiks,, mama juga kangen kamu sayang"


mama Aisyah menangis karna satu bulan lebih anaknnya ini berada jauh darinya Aisyah pun ikut menangis tak lama kemudian mereka pun pergi dari bandara tersebut untuk menemui ayah bunda Bagas, karna ayah bunda Bagas tidak ikut untuk menjemput mereka


pak Aierul pun mengobrol dengan sang menantu,


"nak apa papa boleh minta tolong kepadamu"


kata pak Aierul berbicara tapi dengan nada kecil karna pembicaraan ini tak mau di dengar oleh mamanya Aisyah maupun Aisyah, Bagas yang peka pun menjawab dengan nada kecil

__ADS_1


"iyya minta tolong,, apa pa"


ucap Bagas kepada sang ayah mertua sebenernya dia agak cangguh kalo berbicara dalam situasi seperti ini tak lama pun pak Aierul menjawab


"tolong cari Alya nak, dan papa minta maaf sebesar2nya karna kesalahan Alya kepadamu, tapi walau bagaimanapun dia juga anak papa"


seburuk apapun dia dia tetap putri papa darah daging papa, papa minta tolong sama kamu tolong cari tau, Alya karna papa kahwatir dengannya"


ucap pak Aierul kepada Bagas sang menantu sementara Bagas yang sedang bingung, antara mau menolong atau tidak jika nanti Bagas menemukan Alya, apakah Bagas akan benci Alya atau kembali, lagi dengannya Bagas bingung hati kecilnnya Masi belom bisa melupakan Alya tapi di hati besarnnya dia juga sudah memulai sayang dan cinta dengan Aisyah dan calon anaknnya, tak lama pun Bagas menjawab


"iyya pah, Bagas akan bantu cari Alya, papa jangan sedih lagi tentang Alya insyaallah Bagas bantu semampuh Bagas papa, jangan banyak pikiran insyaallah Bagas akan menemukan Alya,"


ucap Bagas kepada sang papa mertua, sesungguhnya Bagas tidak mau membantu karna jujur dari lubuk hatinnya yang paling dalam, Bagas tidak mau lagi berhubungan dengan Alya tapi Bagas Masi punya hati nurani melihat sang papa mertuanya berbicara sambil meneteskan air mata dia jadi tidak tega untuk bilang tidak ingin memenuhi permintaan sang papa mertua,


bersambung,,,

__ADS_1


__ADS_2