(Permata Hati),Air Mata Aisyah

(Permata Hati),Air Mata Aisyah
part64


__ADS_3

setelah mendengar kabar tersebut pun ****adam**** dan juga bundannya, pergi menuju rumah sakit tempat Alya di bawa, adam sedari tadi mendengar kabar Alya kecelakaan Adam tak henti hentinya menangis, di dalam perjalanan menuju rumah sakit, sang bunda yang melihat anaknnya menangis pun, ikut menangis adam yang membawa mobil, dengan kecepatan tinggi, bahkan sang bunda sudah mengingatkan agar tidak terbawa emosi, karna bukan cuma Adam sajah yang ada, di dalam mobil ada juga bundannya **juga bukan cuma nyawa Adam, yang terancem nyawa bundanya juga menjadi terancam, akhirnnya Adam sadar jadi membawa mobil dengan kecepatan sedang,


sementara itu di kediaman keluarga Abraham dan Raina juga sedang di buat terkejut karena ****mendapatkan kabar**** dari adik randra, yaituh Rendi bahwa dia dapat telpon dari polisi bahwa sang Kaka mengalami kecelakaan, mama dan juga papa randra menangis, ya Abraham dan Raina menangis karena randra sang anak mengalami kecelakaan, orang tua mana yang tak menangis, saat dapat kabar anak nya kecelakaan meskipun Abraham dan Raina bukan, orang tua kandung randra tapi mereka sudah menganggap randra seperti anak mereka sendiri,


"brukkk.....


**suara pecahan Poto terjatuh, ya kedua Poto yang sama ada Poto anak kecil lelaki dan juga anak kecil perempuan terjatuh begitu sajah,


riane pun kaget saat dia sedang membersikan meja tempat pajangan Poto Poto anak anaknnya pun terjatuh, tapi Poto anak bontot poto Aisyah tidak terjatuh, seperti Poto randra dan Alya Poto randra dan Alya hancur kacannya dua duannya, raine yang melihat, itu pun jadi mempunyai firasat, entah kenapah hatinnya jadi gelisah tak menentu, raine pun jadi teringat randra dan juga Alya,


"ya Allah kenapa perasaanku jadi gelisah tak menentu, semoga Alya anakku Masi dalam lindunganmu, dan untuk randra semoga randra Masi hidup ya Allah, aku mohon tolong ijinkan mata ini untuk bisa melihat anak hamba kembali lagi, dalam dekapan hamba sebelom kau mengambil nyawa hamba ya Robb amin"


ucap hati mama randra sambil memeteskan air mata, lalu datanglah seorang lelaki yang mungkin usiannya sudah tidak muda lagi, dia adalah aierul Akhbar, suami dari ****raine**** Felicia,


sang lelaki itu pun langsung bersuara,


"mah kenapa menangis, dan ini kenapa? bingkai Poto randra dan juga Alya pecah"


tanya aierul suami dari raine, sang istri yang mendengar pun langsung bersuara,


"mama juga tidak tau pah, apa yang terjadi tiba tiba Poto randra dan juga Alya anak kita jatuh sendiri, hati mama juga jadi tak tenang jadi gelisah tak menentu, mama takut terjadi sesuatu kepada mereka berdua pah hiks..."


ucap Raine sambil menangis sang suami yang melihat sang istri menangis pun langsung, menghapus air mata sang istri dan berkata,


"sudah mah jangan terlalu di pikirkan, kita doakan sajah mereka berdua semoga mereka tidak terjadi apa apa, dan semoga anak kita randra Masi hidup mah"


...ucap aier kepada sang istri sambil, memeluk sang istri,...


tepat sekali sekarang Adam serta bundannya Adam sudah berada di rumah sakit, Adam pun langsung menuju tempat Alya di rawat, sambil berjalan,


"maaf sus apa benar ada pasien yang bernama Alya, di rawat di sini"

__ADS_1


ucap bunda Adam menanyakan tentang Alya kepada suster sang suster pun menjawab,


"ada Bu pasien yang mengalami kecelakaan, nama Alya Pradipta dermawan dan juga pasien yang bernama Muhammad randra aierul Akbar baskara,


author lupa lagi nama randra, jadi mohon maaf kalo salah,


unjar suster tersebut Adam yang mendengar pun langsung bersuara,


"tunjukan di mana ruangannya"


unjar Adam kepada sang suster sang suster pun langsung mengangguk kepala dan bersuara,


"baik pak buu mari ikut saya"


ucap suster tersebut sambil berjalan, Adam serta bundannya pun mengikuti sang suster, sampai di mana di depan pintu ruang rawat Alya, niat Adam yang tadinnya mau masuk ke dalam, tapi di urungkan lagi niatnnya ketika Adam melihat ada dokter yang sedang memeriksa Alya, tak lama pula sang dokter pun keluar dari ruangan tersebut sontak langsung sajah Adam bertanya, kepada sang dokter mengenai keadaan Alya,


"dokter bagaimana keadaan dia saat ini, apakah lukanya parah"


"keadaan pasien saat ini Alhamdulillah baik, lukannya tidak parah dan juga pasien harus istirahat total, minimal satu Minggu di rumah sakit"


kata dokter kepada Adam, Adam pun langsung tersenyum,


"Alhamdulillah"


ucap bunda Adam tak lama Adam pun bersuara


"Alhamdulillah ya Allah, bolehka saat ini saya masuk ke dalam dok untuk melihat keadaanya"


unjar Adam kepada dokter sang dokter yang mendengar pun langsung tersenyum,


"boleh silakan pasien juga sudah sadar"

__ADS_1


"terima kasih dokter"


ucap Adam serta bundannya sambil melangkah pergi masuk, ke ruangan Alya


terlihatlah seorang wanita yang cantik, ini terbaring di ranjang rumah sakit, Adam pun langsung memeluk Alya, tanpa berpikir dosa atau tidak, Adam pun menangis di pelukan Alya, sang bunda yang melihat anaknnya menangis pun ikut meneteskan air mata,


"hiks...hiks... Alya maafkan Kaka yang tak bisa menjagamu, tak bisa menjemputmu harusnnya Kaka yang bawa mobil itu pasti ini semua tidak akan terjadi"


ucap Adam kepada Alya sambil menangis menyalahkan dirinnya sendiri, karena membiarkan Alya membawa mobil sendiri,


Alya yang mendengar pun langsung bersuara,


"sudahlah ka ini bukan sepenuhnya salah Kaka, ini adalah takdir Alya Kaka tidak boleh menyalahkan diri Kaka sendiri, justru Alya malah berterima kasih atas kejadian ini"


ucap Alya kepada Adam sontak sajah ucapan Alya itu yang membuat Adam serta bundannya terkejut, bagaimana tidak terkejut karena Alya mensyukuri kejadian ini, yang dimana orang sangat tidak ingin ada di posisi ini, tapi Alya malah mensyukuri aneh bukan, langsung sajah bunda Adam pun bersuara dan bertanya


"mengapa kamu malah mensyukuri kejadian ini nak, di saat orang lain malah tidak ingin berada di posisi seperti ini"


tanya bunda Adam kepada Alya, dan Alya yang di tanya pun langsung menjawabnya,


"Alya mensyukuri atas kejadian ini, karena dari kejadian ini Alya bisa bertemu dengan, anak papa Alya yang pertama Kaka kandung dari adik Alya aisyah"


unjar Alya sontak sajah perkataan Alya membuat, Adam serta bundannya Adam pun terkejut,


**bagaimana reaksi kedua orang tersebut,


tetap baca ya ka,


"satu lagi aku mau bilang, jika aku ada salah dalam menulis mohon di maklumi kan, atau ada yang tidak mengerti dengan aluran cerita ini, karena aku juga manusia bukan malaikat jadi aku minta maaf,


bersambung**.....

__ADS_1


__ADS_2