
Masi di tempat yang sama, dua orang wanita memapah lelaki tersebut, untuk menuju kelinik tapi mereka berdua berharap bisa berjumpa warga satu atau dua warga laki laki, untuk membantu mereka membawa pria tersebut,
tapi sayang seribu kali sayang sampai di depan klinik baru mereka bertemu dengan warga karna memang situasi di perkampungan saat ini sedang sepi, dan mereka pun di bantu oleh 5 warga desa tersebut meskipun cuma beberapah langkah lagi untuk masuk ke dalam klinik, tapi setidaknya sudah membantu mereka, menghilangkan beban yang lumayan berat, karena memapah satu lelaki pun dua wanita tersebut kesusahan,
"dokter tolong selamatkan dia"
ucap seorang gadis yang sedari tadi menolong sang pria tersebut, sambil meneteskan air matanya, sang sahabat yang melihat tidak seperti biasanya sahabatnya itu menangis kalo bukan dengan orang yang dia sayangi dia menangis menjadi bertanya,
"enjel kamu menangis? artinya kamu kenal dengan orang tersebut"
ucap Rini langsung bertanya kepada enjel, dan enjel yang mendengar langsung mengangguk kepala sambil berkata,
"iyya aku kenal dia, orang yang pernah aku temui sewaktu dulu aku cerita kan ke kamu, tepat tiga bulan setengah yang lalu"
__ADS_1
ucap enjel kepada Rini sontak saja, Rini baru ingat sewaktu itu enjel pernah berkata dan berharap bisa bertemu lagi dengan orang tersebut"
"iyya aku ingat, dia yang membuat kamu senyum senyum sendiri, dan membuat kamu tidak bisa melupakannya setelah bertemu dengannya, dan apakah kamu mencintainya"
ucap Rini yang tudepoin langsung kepada sang sahabat, enjel pun mengangguk kepalanya
"dan berarti kamu tau siapa nama dia? dan tau keluarganya"
"tidak aku dan dia baru pertama bertemu, aku tidak tau siapa dia namanya, bahkan siapa keluarganya pun aku tidak tau"
ucap enjel kepada Rini, Rini pun langsung bersuara,
"apakah kamu mau mencintainya lagi, setelah kamu tau keluarganya atau bahkan jika dia sudah mempunyai kekasih, ataupun dia sudah mempunyai seorang istri?"
__ADS_1
sontak saja pertanyaan Rini membuat enjel terdiam, enjel bingung mau menjawab apa? jika itu bener terjadi, enjel mau membuka suara pun berhenti seketika ketika ada yang datang,
"enjel sayang, siapa yang sakit nak? tadi mama dapat informasi dari warga desa ini"
ucap mama enjel yang memang, bersama enjel berada di desa tersebut, bukan juga enjel mengunjungi kampung sahabatnya di sini juga mama enjel mempunyai rumah, meskipun jarang di huni cuma di beresi pembantunya, karena mama enjel sibuk di Jakarta, jarang ke Karawang,
enjelpun yang baru pulang dari Korea, yang penasaran suasana perkampungan jadi ikut sahabatnya ke tempat kampung sahabatnya, kebetulan mama enjel sama mama Rini juga sahabatan jadi waktu dulu, mama enjel sempat beli rumah di daerah kampung dekat rumah mama dari Rini, akhirnya enjel yang tak tau, mamanya mempunyai rumah di tempat kampung Rini, enjel pun menjadi tau,
"enjel tidak mengenalnya mah, tapi enjel pernah bertemu dengannya, dan entah kenapa enjel bisa mencintainya, dia orang yang enjel ceritakan kepada mama, hiks...hiks... tapi enjel takut dia sudah ada yang punya mah, padahal hati enjel sudah mencintainya sejak pertama bertemu dengannya"
ucap enjel jujur kepada sang mama, sang mama yang paham akan keadaan putrinya pun langsung memeluknya, berbeda dengan sang sahabat yang mendengar perkataan dari enjel sahabatnya, sahabatnya itu egois tidak pernah memikirkan bagaimana nasib keluarga orang tersebut yang di tinggalkan, apa lagi jika orang itu sudah mempunyai istri bagaimana nasib istrinya juga, tapi enjel sahabatnya malah tidak memikirkan itu"
bersambung........
__ADS_1