
sementara itu seorang wanita cantik, keturunan Sunda dan juga berdarah keturunan Korea ini tampil cantik,
wanita ini nampak senang, baru sajah dia di pertemukan dengan seorang lelaki bak pageran di negri dongeng, dia sedang berjalan dengan sahabatnnya, dia baru sajah pulang dari Korea,
"kenapah si senyum senyum ajah, perangsaan baru juga pulang dari Korea, kaya orang gille ajah, sampai senyam senyum sendiri"
ucap sang sahabat yang bertanya kepada sahabatnnya, karna sahabatnnya yang notabenenya baru sajah pulang ke Indonesia ini, beberapah jam lalu tapi dia senyam senyum sendiri sang sahabat yang penasaran pun bertannya,
"abdi ker senang bangt Rini"
ucap sang wanita pake logat Sunda karna dia campuran Sunda juga, sebelomnnya mohon maaf aku kurang bisa bahasa Sunda jadi, klo kurang nyambung di maklumi ya ka,
"senang karena apa nie enjel"
tanya Rini kepada sahabatnya enjel dan yang di tanya, Masi sama Masi senyuman senyuman sendiri, tak lama dia pun menjawab,
"kamu tahu ngga"
ucap enjel sambil senyum lagi senyum sang sahabat pun bersuara
__ADS_1
"ngga lah kalo aku tahu, ngapain aku nanya ke kamu, lagi kamu senyum senyum terus kaya orang s*res"
ucap sang sahabat pun langsung di jawab oleh enjel,
"tadi aku tuh ketemu sama pangeran, astaga dia yang nabrak aku trus dia juga nolongin aku sa Allah, aku jadi terbayang bayang wajahnnya"
ucap enjel kepada sahabatnnya dan sahabatnnya pun tersenyum akhirnnya sang sahabat bisa tersenyum kembali' setelah sekian lama dia tidak tersenyum, hanya karena seseorang lelaki yang brengsek yang sudah menyaksikan sahabatnnya,
"emang wajahnnya kaya gimana jel"
tanya Rini kepada enjel
unjar enjel kepada Rini sang sahabat Rini pun bertanya,
"trus gimana kamu udah tau nama dia"
ucap Rini sahabat enjel, enjel yang mendengar Rini sang sahabat bertannya tentang nama cowok tersebut pun enjel, jadi bersedih pasalnnya dia tidak sempat berkenalan dengan sang cowok tersebut, sang sahabat yang bertannya tapi tidak di jawab pun, langsung melihat ke arah enjel, ternyata enjel yang tadinnya senyum senyum sendiri kini, menjadi sedih karena pertanyaannya, dia pun menjadi tidak enak atas ucapannya,
"dih ko kamu malah sedih si, maaf aku cuma nanya ajah njel, jangan cemberut dongk"
ucap Riri sahabat enjel, enjel pun jadi tak enak dengan sahabat, dia malah mendiamkan sang sahabat akhirnya enjel buka suara dan menceritakan,
__ADS_1
"tadi si aku niatnnya mau kenalan, tapi dia malah buru buru"
ucap enjel kepada Riri, dan Riri sang sahabat yang mendengar pun jadi ikut sedih,
"sabar njel kalo jodoh pasti bertemu lagi"
ucap sang sahabat sambil menepuk nepuk pundak enjel, seolah oleh memberikan kekuatan kepada sang sahabat itu yang lagi bersedih enjel pun menjawab,
"iyya amin semoga aku bisa bertemu dengannya, kalo berjodoh biarlah Allah yang mengatur skanarionya, jika dia memang jodohku pasti akan di persatukan"
ucap enjel kepada sahabatnya, tapi di hatinnya dia pun berharap demi kian agar di jodohkan dengan laki-laki tersebut, sebap saat pertama berjumlah dengannya Tampa sengaja, kejadian itu pun datang saat dia di tolong, oleh pria tersebut hatinnya menjadi tak karuan, deg deg kan tak menentu"
" Amin semoga ajah ya Allah menjodohkan kamu dengan dia, yasudah mending kita ke cape dulu yuuk, udah lapar nie Riri enjel"
ucap Rini kepada enjel enjel yang mendengar pun tersenyum sambil berkata
"iyya hayuh aku juga lapar"
kata enjel ke Riri dam mereka berdua pun menuju cape tersebut,
"bersambung
__ADS_1