
tiba di rumah sakit, Aisyah pun di bawa ke ruang UGD, di dorong karena saat di dalam perjalanan, saat Aisyah tak sadarkan diri darah keluar dari kakinya, dan sekarang di bawa oleh **kedua orang tuannya Bagas, orang tua Aisyah pun papa dan mamanya ada karena, tadi di jalan menuju rumah sakit orang tua dari Bagas, lebih tepatnnya ayah Bagas langsung menghubungi sang besan, langsung saja orang tua Aisyah pun datang ke tempat tersebut,
seorang perempuan yang tadinya mau menemui seseorang yang dia kenal, sambil menangis dan ada juga yang membawa infusanya, dia adalah Alya dan Adam serta bunda dari Adam, sedang mencari orang yang Alya cari, yang katanya Kaka dari Aisyah adik dari Alya, tapi belom sempat sampai pada tempat tersebut, perempuan itu di kejutkan dengan seseorang perempuan yang sedang, di dorong menuju UGD, betapa kagetnya dia saat melihat dengan jelas bahwa, yang sedang di dorong oleh para perawat adalah adiknnya Aisyah, serta Alya melihat papa dan mamanya sedang menangis, Alya yang tadinya ingin menemui, randra Kaka dari Aisyah seketika itu juga niatnnya tertunda, karna melihat sang adik seperti ini, Alya pun menjadi melemas dan terjatuh untung saja ada Adam, di belakang dengan siap siaga Adam langsung menolong Alya membantunya berdiri, Adam juga terkejut saat tau bahwa Aisyah seperti ini, bukan cuma Alya saja yang terkejut,
"hiks...hiks... Aisyah adikku ka hiks...hiks... kenapa? dia seperti ini"
ucap Alya sambil menangis,Adam yang melihat Alya menangis pun langsung memeluknya, dan menenangkannya sambil berkata,
"sabar kita doakan adikmu Aisyah agar segerah pulih, dan juga kamu juga harus bertemu dengan papa dan mamamu, lihat di sana mereka berdua juga bersedih, saat anak mereka Aisyah adikmu seperti ini, kamu juga harus menguatkan hati kedua orang tuamu Alya"
ucap Adam kepada Alya, Alya yang mendengar pun langsung menjawab,
__ADS_1
"tapi Alya belom siap ka? dan tadi juga niat awal Alya juga mau menemui Kaka dari Aisyah adik Alya ka"
ucap Alya kepada Adam, Adam pun langsung bersuara,
"masalah Kaka dari adikmu nanti saja, sekarang pokus kepada keluargamu terlebih dahulu, adikmu sedang sakit Alya? kuatkan hati orang tuamu, kamu liat mereka menangis? apa kamu sebagai anak Masi mau mementingkan egomu sendiri, buang jauh jauh egomu Alya karena sekarang, mereka orang tuamu walau bagaimanapun mereka yang merawatmu hingga besar seperti ini"
ucap Adam di depan Alya, sontak saja Alya terkejut baru kali ini Adam marah kepadanya sampai cara bicara Adam pun tegas, seketika itu pula air mata Alya menetes, ego Alya pun jadi di buang jauh-jauh benar apa kata Adam, bahwa bagaimanapun sekarang yang terpenting adalah kedua orang tuanya, masalah ego ataupun Kaka dari Aisyah itu urusan belakangan sekarang adalah yang terpenting menenangkan kedua orang tuanya, dan juga pokus terlebih dahulu ke adiknya yang sedang berjuang di dalam sana, Alya pun menjawab,
"baiklah ka Alya akan hilangkan ego Alya, Alya akan meminta maaf kepada papa dan mama Alya, dan juga kepada Aisyah adik Alya, yang sudah Alya sakitin dan Alya korbankan, sehingga Aisyah harus menggantikan Alya hiks.."
"sudalah yang lalu biarlah berlalu, tugasmu sekarang adalah meminta maaf dan menghapus masa lalu, dan membuka lembaran baru bersamaku, Aisyah juga sudah bahagia dalam rumah tangganya, mungkin jalan Tuhan terlebih dahulu di mulai darimu, mungkin memang Bagas jodoh aisyah adikmu, bukan jodohmu mungkin jodohmu adalah aku"
__ADS_1
ucap Adam sambil tersenyum menenangkan Alya,
bersambung...
mau yang mana?
**Aisyah mati ajah?
atau hidup tapi bayinya tidak selamat,
atau bayinya selamat Aisyah juga selamat,
__ADS_1
suka yang mana?
jangan lupa komentarnya dan dukungannya**