
kini tak terasa hari ini adalah hari keberangkatan Bagas ke Surabaya, Aisyah sang istri pun menangis di pelukan suaminnya,
"mas hati hati ya, nanti di sana jangan lupa kabari Aisyah kalo sudah sampai jaga kesehatan, dan juga jangan lupa makan"
unjar Aisyah kepada Bagas sang suami, Bagas yang mendengar pun langsung menjawab
"iyya sayang, kamu juga jangan lupa makan dan jaga kesehatan kamu"
ucap Bagas sambil membalas pelukan sang istri, orang tua Bagas pun ke langsung bersuara,
"hati hati kamu nak di sana, jaga kesehatan jangan lupa telpon sesering mungkin ayah dan bunda juga pasti akan kangen denganmu"
ucap sang bunda yang baru sajah, di tinggal pergi lumayan lama oleh sang anak sang ayah pun memeluk anaknnya dan berkata,
__ADS_1
"ingat jangan lupa pulang, di sini ada yang menunggumu bukan cuma ayah dan bunda, tetapi istri dan anakmu nak, segerah selesaikan perkejaanmu istri dan anakmu menunggumu"
unjar sang ayah sambil memeluk anaknnya, dan sang anak pun menjawab,
"iyya ayah bunda, Bagas insyaallah akan menyelesaikan semua ini, dan mohon juga doannya agar Bagas bisa segerah pulang, sebelom istri Bagas lahiran itu keinginan Bagas, dan Bagas titip istri serta anak Bagas ke ayah dan bunda, serta tolong sampaikan kepada, mertua Bagas papa mamah, istri Bagas karna Bagas tidak bisa berpamitan secara langsung dengan mereka"
ucap Bagas kepada sang ayah, dan sang ayah pun yang mengerti langsung mengusap punggung sang anak dan berkata,
ucap sang ayah kepada sang anak, lalu jam pernerbangan ke Surabaya pun berbunyi dan Bagas yang memeluk istrinnya langsung melepaskannya, setelah sang ayah memeluk dia serta bundannya, sang istri yang notabenenya tidak mau di tinggalkan pun, memeluk sang suami tanpa henti hingga tiba, dimana sang suami pun pergi sang istri dengan mau tidak mau harus, melepaskan pelukannya dan genggaman tangannya juga di lepas oleh suaminnya,
"Bagas berjalan tanpa mau menoleh lagi kepada sang istri serta kepada ayah dan bundannya, yang notabenenya adalah orang tuanya, karna Bagas tak mau melihat istrinnya menangis orang tuannya juga bersedih, dia tak tega juga untuk meninggalkan mereka, tapi apa boleh buat jika ini menyangkut perusahaannya juga dia harus turun tangan, harusnnya di sini pamannyalah yang harus pergi karna perusahaan yang akan di bangun juga adalah, perusahaan yang di miliki pamannya, tapi pamannya tidak bisa pergi,
__ADS_1
"lagi pula perusahaan Bagas juga yang ada di Surabaya, sedang ada masalah jadi dia juga yang tadinnya menolak untuk pergi, dua hari setelah bertemu dengan pamannya Bagas sempat menolak tapi ketika malam dia, dapat kabar bahwa perusahaan dia sedang ada masalah, mau tak mau dia harus pergi dia tidak bilang dengan ayahnnya, karna takut sang ayah kepikiran karna perusahaan yang di, Surabaya adalah perusahan yang di beri ayahnnya untuk dia, jika dia bilang takut sang ayah akan kecewa dengan dia,
sang istri yang melihat sang suami pergi, pelahan lahan hilang dari pandangan matannya pun hanya bisa menangis sambil berdoa dalam hati,
"ya Allah semoga sajah, mas Bagas akan kembali lagi pulang, semoga mas Bagas menepati janjinya padaku"
ucap hati Aisyah, dan Aisyah pun pergi dengan sang mertuannya dari bandara, karena sang suami sudah menaikin pesawat, dan sudah terbang,
**bersambung........
jangan lupa dukungannya komennya juga, ya ka biar author semangat nulisnnya,
sekian terima kasih**
__ADS_1