
sontak saja ucapan Alya pun membuat dua orang yang berada di dekatnya terkejut atas apa yang, baru saja di ucapkan oleh Alya, langsung saja bunda Adam pun yang penasaran dengan yang barusan di katakan oleh Alya, bunda Adam pun langsung buka suara**,
"apa yang sudah kamu ucapkan Alya, memangnnya benar adanya Kaka dari Aisyah?"
ucap bunda Adam yang langsung tudepoin saja Alya yang mendengar pun langsung mengangguk kepala sambil berkata,
"iyya bunda, Kaka kandung Aisyah ada di sini bunda, dia juga Kaka Alya meskipun kita tak terlahir dari rahim yang sama hiks....hiks... ini semua gara gara Alya bunda hiks... sehingga Aisyah tidak tau bahwa dia mempunyai Kaka, dan mama papa orang yang Alya cintai, harus kehilangan anaknnya, semua ini gara gara Alya bunda hiks..."
ucap Alya sambil menangis menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi, dan hilangnya randra saudaranya, bunda Adam serta Adam pun langsung terkejut melihat Alya menangis, Adam pun langsung menghapus air mata di pipi Alya sambil berkata,
"sudahlah jangan salahkan dirimu sendiri ay, karna ini sudah takdir garis yang tuhan kasih mungkin Aisyah, serta papa mamamu harus dulu kehilangan anaknnya, ini semua bukan karenamu, ini sudah takdir dari Allah"
ucap Adam sambil menghapus air mata di pipi Alya, Alya yang mendengar serta melihat Adam, menghapus air matannya pun hatinnya jadi berdetak tak berhenti, Alya pun tak mau lama lama memandang Adam, Alya pun langsung menjawab,
__ADS_1
"bukan kesalahan Alya? ini kesalahan Alya ka, kalo saja Alya sewaktu itu tidak, datang di kehidupa mereka pasti, keluarga mereka akan bahagia, Aisyah adik Alya juga pasti sangat bahagia, karena sedari dulu Aisyah sangat ingin mempunyai seorang kaka laki-laki, bahkan Alya kakannya sendiri saja merasa sakit mendengar saat adik Alya, Aisyah menginginkan sosok Kaka laki-laki padahal Alya juga kakannya, walaupun Alya tidak di inginkan olehnnya, hati Alya juga sakit bunda Kaka hiks..."
ucap Alya sambil menangis Adam pun langsung memeluk Alya sambil berkata dan menenangkannya,
"sudah Aisyah pada saat itu Masi kecil ay, kamu bukan tidak di inginkannya dia juga sayang kepadamu, aku pernah dengar Aisyah sangat menyayangimu dia pernah sendiri berbicara tentangmu kepadaku, sewaktu aku masi sama dia, bahkan dia sangat bersyukur mempunyai Kaka sepertimu, walaupun kamu selalu iri kepadanya, tapi percayalah dia sangat menyayangimu"
ucap Adam sambil menenangkan Alya, Alya yang mendengar Adam, berbicara pun menatap Adam apaka lelaki tersebut berbohong atou tidak, tapi dari sorot mata Adam mengatakan bahwa dia sangat tidak berbohong, Alya pun langsung saja membuka kembali suarannya,
"benarkah itu ka, apa yang Kaka katakan kepadaku"
"bener ay tatap mata Kaka, kalo kamu memang tidak percaya, mata Kaka bohong atau tidak"
ucap Adam kepada Alya, dan Alya menatap Adam langsung menangis, karena Adam tidak berbohong, sang bunda dan Adam yang berada di situ pun tersenyum tak lama bunda Adam pun bersuara,
__ADS_1
"Alya nak, bunda boleh nanya?"
ucap bunda Adam Alya pun langsung mengangguk kepala, bunda Adam pun langsung bersuara menanyakan yang tadi saat Alya mengatakan, ketemu Kaka Aisyah,
"katamu tadi kamu, bersyukur bertemu dengan Kaka dari adikmu, lalu di mana dia sekarang nak"
ucap bunda Adam, Alya yang mendengar pun langsung tersadar dan langsung bangun dari tempat tidurnnya,
Alya berjalan Adam yang melihat Alya berjalan pun membantu memapahnnya sekaligus bunda Adam membawa impusan yang berada di tangan Alya, Alya berjalan keluar menuju ruangan UGD, sontak saja Adam dan bundanya pun jadi bingung, sebenernya Alya mau kemana? sampai Alya berjalan seperti kesurupan, tanpa berpikir lagi padahal dia juga sedang sakit,
**bagaimana selanjutnya?
besok ceritannya di seling dulu ya ka**,
__ADS_1
bersambung....