![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
Setelah mereka bergurau bersama akhirnya mereka beres-beres untuk segera pulang. Tapi Rong Rong bingung kenapa Shi Xi memilih pulang duluan,hal itu membuat hati Rong Rong kecewa. Tak apalah Shi Xi pulang duluan, Rong Rong masih di temani ke dua orang tuanya dan papanya Shi Xi saat pulang. Mereka akhirnya keluar dari rumah sakit dan menuju parkiran untuk pulang tapi Rong Rong kaget dengan apa yang ada di hadapannya itu.
"Rong Rong apa kau bersedia menerima cintaku? Apa kau bersedia untuk menikah denganku dan menjalani hidup sampai tua nanti?" Ucap Shi Xi dengan lembut sambil mengangkat mawar ke 1000 kedua tangannya di hadapan Ning Rong Rong.
Seketika Rong Rong meneteskan air matanya karena terharu, apa yang belum ia dapatkan di kehidupan nya yang dulu akhirnya ia dapatkan di dunia modern ini, dan iapun menjawab.
"Iya aku bersedia!" Ucapannya yang begitu lembut sambil menerima mawar ke 1000 membuat hati Shi Xi begitu gembira dan secara langsung memeluk Rong Rong.
*Mengeluarkan cincin berlian
__ADS_1
"Apa kau mau memakainya untukku? Aku menghabiskan waktu 3 bulan untuk membuat cincin kecil yang indah ini. Kau seharusnya mau menerimanya." Memperlihatkan cincin berlian yang indah.
"Eh ini berlian ini di padukan dengan Zamrud raja? Wah indahnya." Terharu dengan apa yang Shi Xi telah lakukan.
Shi Xi pun memakaikan cincin yang begitu indah kepada jari manis Rong Rong yang bisa membuat cincin itu terlihat lebih cantik lagi. Semua orang melihat lamarannya Shi Xi itu, bahkan para dokter dan perawat menyaksikan hal itu. Tidak kurang dari 5 menit setelah lamaran,berita Shi Xi dan Ning Rong Wu menjadi pencarian ter top di internet.
"Baiklah tunangan ku kita akan pulang dan mengadakan pesta pernikahan nanti setelah kau sembuh." Shi Xi menggendong Rong Rong menuju mobil untuk segera pulang.
"Apa aku tidak salah lihat? Dalam 5 menit mereka menjadi artis internet." Papi Rong Rong masih terbengong dan tidak percaya apa yang dia lihat.
__ADS_1
"Waw primitif! Yelu putramu sangat elegan sekali bahkan sebelum menekuk lututnya yang sebelah dia menggigit mawar merah bagaikan artif di perfilm an!" Maminya Rong Rong berbicara sambil melihat apa yang terjadi.
"Apa kalian tahu? 4 bulan yang lalu dia memasuki industri perfilman hanya untuk menghayati lamarannya?" Berbicara dengan santai karena sudah mengetahui rencana putranya.
"Aku salut dengan putramu, dulu saat aku melamar Ning aku mengajaknya ke atap rumah di malam hari agar tidak ada yang tahu. Eh malah di kura orang-orang kita akan bunuh diri!" Malah menceritakan kisahnya Lang lucu di masa lalu itu.
"Hey hey aku saja melamar Shu Xun di hutan, dan saat kita pulang di marahi orang tua kita." Jawabnya.
"Sungguh anak jaman sekarang malunya di buang semua agar bisa membuat momen yang indah! Baiklah ayok kita pulang, kita akan jadi bahan tontonan kalau terus berdiri di sini." Ajak Papinya Rong Rong.
__ADS_1
"Baiklah mungkin mereka sudah hampir sampai di rumah."
Setelah selesai pembicaraan itu mereka akhirnya pulang bersama-sama. Mengingat moment yang sangat membahagiakan yang di buat oleh anak-anak mereka, hal itu membuat mereka sedikit malu karena dulu tidak cukup memiliki keberanian untuk melamar di depan umum contohnya ya di rumah sakit tadi.