![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
"Hey Nan Bo kami serahkan si kembar kepadamu, kami ingin pergi mencari babysiter yang cocok untuk cucuku."
"B-baiklah paman aku akan urus mereka." Jawab Nan Bo dengan sigap.
Nan Bo di tinggal keluar oleh semua orang, dan ia hanya bersama dengan Limi juga Eren walaupun mereka sibuk di kamar mengurus putri kecil mereka, juga dengan si kembar Nan An Ning dan Ning An Nan. Suasana rumah kembali hening ketika semua anggota keluarga sibuk dengan urusan masing-masing. Walaupun kelihatan di luar keluarga Ning adalah keluarga yang ramai dan harmoni namun sebenarnya suasana rumah keluarga Ning setiap harinya seperti hampa.
Ning Rong Wu sudah di sibukkan dengan urusan kantor bersama sekertarisnya yaitu Mozun. Karena Rong Rong sudah baik-baik saja ia memberika cuti kepada Mozun besok lusa selama 1 Minggu.
*Kantor Channel
"Mozun apakah selama sa,,, Mozun apa yang terjadi dengan kantorku? Kenapa kertas berserakan kemana-mana. Apa kau tidak meminta OB untuk membersihkannya?" Setelah sibuk menyapa para staff kantor dan menerima banyak ucapan selamat ia memutuskan untuk segera pergi ke ruang kerjanya, namun malah di kaget kan karena kondisi ruangannya yang begitu buruk rupa seperti kapal pecah.
"Ahh Nona akhirnya kau kembali, hiks kemarin adalah hari pemberian gaji kepada karyawan dan uang yang kau jatahkan kepadaku tidak cukup jadi aku mengambil uang tabungan untukku liburan nanti."
__ADS_1
"Sepertinya suasana ini tidak asing." Mengingat kembali keadaan Mozun saat ia mengambil cuti saat itu. Yah kira-kira suasananya hampir sama dengan saat itu.
"Nona hiks aku ingin cuti." menyandarkan kepalanya di atas meja sambil terus-terusan mengeluh kepada Rong Rong.
"Sebentar-sebentar, kan kemarin gajian terus apa hubungannya dengan kantorku yang seperti kapal pecah ini?" Bertanya sambil mengumpulkan kertas-kertas yang berserakan di lantai.
"Ahh itu? Itu semua karena aku belum menyelesaikan berkas yang satunya dan sudah datang lagi berkas-berkas yang harus saya urus. Tapi tenang saja nona sekarang semua berkas sudah selesai saya urus." Berbicara dengan nada lemas bagaikan kucing yang kelaparan.
"Haha Mozun, karena kau tidak mengecewakanku besok lusa kau boleh pergi berlibur dan besok temani aku ke Tianxia untuk berbisnis dengan pengusaha sukses itu haha!"
"Apa kau tau siapa pemilik toko Milk Tea yang populer baru-baru ini?" Sengaja bertanya kepada Mozun agar menggugah sedikit semangatnya.
"Ohh tuan Lin Che?" Menjawab dengan begitu cepat.
__ADS_1
"Haha memang pantas di anggap sebagai sekertarisku. Iya aku memang berniat untuk mengajak dia kerja sama dengan memberikan 70% keuntungan untuk dirinya dan aku 30% anggap saja 30% itu aku yang memodali dia dan mempromosikan Milk Tea nya secara luas." Ucap Rong Rong dengan serius.
"Baiklah nona, saya akan temani anda besok. Oh iya jadwal penerbangannya pukul berapa?" Menyiapkan buku catatan agar tidak lupa.
"Ah tidak perlu repot-repot tentang jadwal penerbangan, aku sendiri yang akan mengendarai pesawatnya besok. Oh iya kamu pergilah ke bandara untuk menyerahkan surat ini,dan ini foto pesawat pribadiku. Kamu langsung serahkan ke pilot Donghae nanti dia yang akan mengurus kelanjutannya."
"Baiklah nona, selamat tinggal saya pergi dahulu. Oh iya nona di laci nomor 3 ada sebuah paket yang di antar kemarin sore saya tidak tahu itu dari siapa dan saya hanya menerimanya lalu saya taruh di laci." Setelah menyampaikan apa yang harus di sampaikan, Mozun langsung bergegas menuju ke tempat parkir lalu pergi ke bandara untuk melakukan tugasnya.
"Hem kira-kira apa ini? Oww ya ampun sangat cantik kalung ini." Melihat kalung berlian yang di pegangnya dengan terheran-heran.
"Heh kau pikir aku bodoh? Kau menyembunyikan kamera pengawas sebesar semut rangrang saja aku tahu apalagi hanya di sembunyikan di balik bandul berlian ini. Sepertinya si penjahat ini terlalu amatir." Memecahkan kamera pengawas lalu membuang kalung beserta kamera itu.
*Tempat di mana orang yang mengirimkan kamera pengawas itu
__ADS_1
"Sial! Kenapa dia bahkan mengetahui hal seperti ini dengan detail? Huh pantas saja kau putri dari Ning Zhan dan Zhang Jiangwu kecerdasanmu tak kalah jauh dari mereka." Sosok misterius itu memaki maki sekaligus memuji ketelitian Rong Rong. Yah rencananya kali ini gagal itulah yang membuat dirinya kesal.