[RALAT] SYLPHY

[RALAT] SYLPHY
Ada Apa Ini Sebenarnya?


__ADS_3

Karena Shi Xi merasa bingung dia menelfon istrinya yang sudah tidak pulang selama 1 bulan penuh.


"Tutut tuuuttt!" Ya telfonnya hanya berdering dan sama sekali tidak di angkat oleh Rong Rong.


"Hemm ma Rong Rong kenapa?" Wajah sedih dan pasrah.


"Gatau tu anak kena apa, anak-anaknya ga di beri ASI selama 1 bulan dan hanya meminum susu formula bagaimana bisa menjamin kesehatannya, huh Xi kamu cari lokasi dia terus kamu samperin kenapa dia ngilang selama 1 bulan." Ucap mama sambil marah-marah.


"Iya ma, aku pergi dulu." Wajahnya yang lesu itu masih saja tidak bisa ia hilangkan.


*Pergi ke kantor


"Selamat datang tuan muda Xi." Sambut nona penjaga pintu.


"Iya." Jawabnya dengan singkat.


"Nona apakah Rong Rong ada?" Tanya Shi Xi kepada resepsionis kantor.


"Eh?Tuan kenapa anda baru ke sini? Kemarin nona sakit jadi menginap, dia di ruang istirahat kantornya." Jawab Resepsionis kantor.


"Kenapa kau tidak menelfonku? Setidaknya kalau dia melarangmu untuk tidak menelfonku kamu bisa menghubungi orang tuanya, hah sudahlah aku pergi dulu." Pergi meninggalkan resepsionis kantor untuk segera menemui Rong Rong.


*Ruangan Rong Rong


"Toktoktok!" Suara pintu di ketuk, mendengarnya Rong Rong langsung berjalan menuju pintu untuk membukakannya.


"Apa ini jam ist...!" Ia hampir marah-marah tapi melihat kalau itu Shi Xi hatinga langsung merasa sakit dan menutup pintu dengan cepat.


"Jeder!" Ia membanting pintu dan pergi ke ruang istirahat lalu mengunci pintunya dari dalam.


*Sa... Sayang aku masuk ya?" Ia melihat sekeliling ruang kerja Rong Rong yang begitu berantakan.

__ADS_1


"Sayang? Apa kamu di dalam? Sayang kalau ada masalah cerita dong, jangan bersembunyi seperti ini. Apa aku yang salah? Coba bicaralah padaku kalau kita saling mendiami seperti ini masalahnya tidak akan pernah selesai tapi malah semakin besar,sayang ayo jawab aku." Shi Xi terus berbicara pada Rong Rong dari balik pintu sambil memukul-mukul pelan pintunya. Ia merasa pasrah namun tetap mencoba untuk membujuk Rong Rong agar dia mau berbicara dengannya.


"hiks, Xi sebenarnya aku tidak mau mendiami kamu, aku juga tidak mau jauh dariku tapi kamu sudah membuat diriku kecewa. Ku kira waktu itu aku hanya salah lihat orang tetapi kemarin lusa aku melihatmu dengannya lagi dan kalian berduaan di taman dengan penuh tawa. Asal kau tahu hatiku sakit melihat itu." Batin Rong Rong sambil duduk menyandar di pintu.


"Sayang ayo jawab aku, kata resepsionismu kamu sakit, aku khawatir denganmu. Ahh sudahlah aku akan membersihkan ruang kerjamu kamu tenangkan lah dirimu." Ucapnya dengan suara bergetar dan mata yang berkaca-kaca.


"Aku pikir kau tahu kenapa aku begini!" Teriak Rong Rong dari balik pintu sambil menangis.


Shi Xi adalah budak cinta, mendengar istrinya menangis ia kembali mencoba membuka pintunya dan berbicara kepada istrinya.


"Sayang, apa salahku? Tidak baik kalau kau terus menyalahkanku tanpa sebab, itu bukan hubungan yang dewasa, sayang ayo buka pintunya mari kita bicara baik-baik." Terus mencoba membuka pintunya, namun apalah daya pintu itu terkunci dari dalam.


"Apakah itu kebijakan seorang suami? Kau menyalahkanku padahal dirimu yang salah, seharusnya kau tahu bahwa seorang wanita itu sangat sensitif hiks hiks bahkan hatinya mudah rapuh."


Rong Rong mengucapkan kata itu sambil berteriak namun perlahan suaranya mulai memelan, ternyata dia pingsan . Setelah coba memanggil Rong Rong berkali-kali dan tidak di jawabnya Shi Xi jadi khawatir. Terpaksa ia harus merusak pintu itu dan masuk ke dalam. Sudah berkali-kali ia mencoba mendobrak pintunya namun susah, ia tetap tidak menyerah. Setelah mencoba mendobrak beberapa kali ia berhasil dan melinat Rong Rong pingsan tergeletak di lantai dengan muka yang pucat dan tidak berdaya, bahkan ia melihat beberapa luka lebam di tubuhnya. Ia langsung berfikir kalau itu adalah luka yang di hasilkan ya saat sparing bela diri atau tinju.


"Sayang maafkan aku, aku tidak akan membuatmu sedih lagi maafkan aku. Karenaku kamu jadi seperti ini hiks bahkan tubuhmu penuh dengan luka memar, maafkan aku." Ia mengelus-elus kepalanya sambil menangis tersedu-sedu walau tidak tahu di mana letak kesalahannya.


"Baiklah sayangku aku akan terus merawatmu hingga sembuh." Menggendongnya ke kasur.


"Aku tinggal pergi beli makan dan obat luka memar ya sayang, kamu tidur di sini dulu. Bay bay cantikku." Ucapnya sambil tersenyum.


*Perusahaan Channel


Semua orang menatap Shi Xi karena matanya yang bintit, mereka heran seorang tuan muda yang begitu tenar di kalangan muda ternyata bisa menangis setelah keluar dari ruangan istrinya, mereka tidak tahu ada permasalahan apa namun itu tetap mengagetkan bagi semua karyawan.


Setelah membeli makan dan obat Xi bergegas kembali menemui Rong Rong, dan sayang sekali di saat Shi Xi ingin memasuki kantor ia bertemu Lu Xunan orang yang berhasil membuat Rong Rong yang kejam menjadi gadis lembek.


"Kenapa kamu di sini?" Tanya Shi Xi.


"Kakak senior aku butuh bantuanmu lagi, b-bolehkah kamu meminta tolong padamu lagi?" Ucapnya dengan malu-malu.

__ADS_1


"Apa?"


"Jadilah pasang.."


"Tidak aku akan pergi, istriku sedang menungguku di dalam." Jawabnya dengan cuek lalu pergi.


"Ruang istirahat Rong Rong


"Sayang aku kembali."


"Kenapa?" Tanyanya dengan singkat.


"Apanya? Kenapa sayang?" Tanya balik lalu mendekat.


"Kenapa harus dia? Apa aku kurang baik untukmu?" Sebenarnya Rong Rong melihat dari atas kalau Xi bertemu dengan Lu Xunan lagi. Lalu ia hanya duduk diam di kasur sambil menunduk.


"Apanya sayang? Yang jelas." Memegang tangannya.


"Kenapa kau mengecewakanku hiks, kenapa?" menutup mukanya.


"Sayang jangan menangis ya? Sudah jangan menangis, coba jelaskan padaku apa salahku?" Mendekap erat tubuh istrinya.


"Ada hubungan apa kau dengan Xunan?" Tanya Rong Rong dengan suara rendah.


"Aku tidak ada apa-apa dengannya, dia hanyalah asik juniorku." Membelai rambut Rong Rong.


"Jangan bohongi aku, aku sudah memergoki kalian 2 kali bahkan kau membiarkan Xunan bersandar di bahumu."


"T-tapi aku tidak ada apa-apa dengannya, dia bersandar padaku karena memaksa. Aku kasihan padanya neneknya baru saja meninggal dan aku temani dia untuk memakamkan neneknya karena mereka tinggal berdua saja tanpa sanak saudara." Jelas Shi Xi.


"Bagaimanapun kau telah mengecewakan diriku."

__ADS_1


__ADS_2