![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
Pagi-pagi sekali Rong Rong dan Shi Xi sudah terbangun. Mereka mandi bersama dan turun bersama untuk sarapan.
"Hay mami. Eh kok papa mama sama Nan Bo gak ada?" Melihat 3 kursi yang kosong.
"Oh mereka sudah pulang duluan, dan Nan Bo masih menginap di sini tapi pagi buta tadi dia sudah keluar katanya ada urusan di kantornya." Jawab Zhang Jiangwu.
"Oh gitu ya, wah makanan kali ini terlihat sangat enak. Nyam nyam." Baru saja makanan di telan Rong Rong tiba-tiba merasa sangat mual dan langsung pergi ke kamar mandi.
"Huek huek."
"Sayang apa kau sakit? Aku antar ke rumah sakit okey." Karena sangat khawatir belum sempat Rong Rong menjawabnya Shi Xi langsung saja menggendong dia ke mobil.
"Ah aku bisa jalan sendiri." Merasa malu karena masih di lihat keluarganya.
"Pasangan yang romantis, Ning kita dulu juga seperti itu kan?" Merangkul Ning Zhan.
"Hey itu terjadi hanya sampai putri kita umur 4 tahun, setelah itu aku hidup atau matipun kau tak ada huh." Merajuk.
"Hey maafkan aku, aku hanya ingin mengambil kekuasaan terbesar dari dunia misterius." Cemberut.
"Iya iya, nanti jalan-jalan gimana hehe."
"Ehm baiklah sayang."
"Mah pah aku anter Rong Rong ke rumah sakit dulu ya!" Teriaknya dari dalam mobil.
"Baiklah sayang hati-hati di jalan!"
Shi Xi terburu-buru sekali karena khawatir kalau Rong Rong kenapa-kenapa. Jadi dia sedikit ngebut agar cepat sampai di rumah sakit, sesampainya di rumah sakit ia masih menggendong Rong Rong masuk ke dalam.
"Eh lihat itu, bukannya mereka pasangan yang sempat menjadi artis top di internet?" Salah seorang reporter melihatnya.
__ADS_1
"Eh iya iya dia membawa tuanangannya masuk ke dalam kira-kira kenapa ya dia?" Ucap salah satu penonton di sana.
"Ah sayang kita di lihat banyak orang aku malu." Ucap Rong Rong dengan suara rendah.
"Ah ini bukan pertama kalinya kenapa malu?"
"Tapi tapi tapi." Muka memerah Semerah buah persik.
*Setelah di periksa oleh dokter
"Ini tuan hasil tes laporan dari nona." Menyerahkan lembaran kertas.
"Haha?" Mungkin karena masih belum paham dia hanya tertawa.
"Nona hamil 1 Minggu." Melihat ekspresi Shi Xi dokter langsung mengatakannya.
"Aku akan jadi seorang ayah? Ah sayang kita akan segera menjadi orang tua!" Karena terlalu gembira ia langsung menggendongnya dengan gembira.
"Hihi." Dokter tertawa kecil melihat kebahagiaan pasangan di depannya itu.
"Oh iya baby kita." Langsung menurunkan Rong Rong dan mengelus-elus perutnya.
"Oh iya dokter karena kau sudah memeriksa Rong Rong sebagai balasannya aku akan membeli rumah sakit ini dan menjadikanmu kepala dokter di sini, hehe hari ini aku lupa membawa uang karena terburu-buru." Ucap Shi Xi.
"Eh tuan tidak perlu begitu, saya sudah tua lagipula beberapa tahun lagi saya akan pensiun." Jawab dokter.
"Eitt, Kalau aku sudah membi rumah sakit ini, kau mau pensiun sekarang atau 30 tahun lagi itu sudah terserah anda hehe."
"Ahh terima kasih atas kebaikan tuan muda, impian untuk menyekolahkan putra saya sampai masuk universitas akhirnya tercapai." Menangis bahagia.
"Eh putranya dokter mau masuk universitas? Nanti saya biayai saja." Ucap Rong Rong.
__ADS_1
"Ah tidak perlu merepotkan nona muda." Merasa tidak enak karena sudah di tawari beberapa hal yang menggiurkan.
"Tidak apa-apa, nanti saya masukkan di universitas negeri. Di sana saya pemegang saham terbesar kemungkinan bisa membiayai dia." Tersenyum tipis.
"Aduh terimakasih atas kebaikan tuan dan nona muda, saya akan membalas kebaikan kalian dengan bekerja keras di rumah sakit ini." Menangis bahagia.
"Oh iya dokter bisa cuti di hari Sabtu dan Minggu, anda tidak perlu lembur seperti dokter bawahan lainnya."
"Baiklah tuan muda."
"Yaudah kita pergi dulu."
"Hati-hati di jalan tuan nona." Mengantar sampai keluar ruangan.
Setelah itu mereka berjalan keluar dari rumah sakit dengan perasaan yang sangat bahagia. Ingin segera pulang dan memberi tahu orang tua mereka agar cepat-cepat menikah tapi malah di hadang ribuan report di sana.
"Eh tuan muda dan nona muda sudah keluar lihat betapa romantisnya mereka!" Setelah menunggu sekian lama akhirnya pemeran utama kali ini keluar juga.
"Tuan tuan kalian ke rumah sakit apa untuk pemeriksaan nona?" Tanya salah satu reporter.
"Aha, Calon istriku yang manis ini sedang hamil 1 Minggu. Jadi bisakah kalian memberikan jalan untuk bumil yang cantik ini?" Berkata dengan sangat lembut.
"Wah pasangan yang sangat harmonis aaa!" Semua teriak iri kepada mereka berdua.
"Terimakasih ya sudah di beri jalan kita pergi dulu, semoga hari kalian menyenangkan." Berjalan keluar dari kerumunan para reporter.
"Sayang kenapa kau tak bisa seperti mereka? Lihatlah betapa romantisnya." Ucap salah seorang bumil yang habis periksa kandungan di rumah sakit itu.
"Kau ingin seperti mereka?" Tanya suaminya.
"Iya sangat!" Menoleh suaminya.
__ADS_1
"Andai kita keturunan dari keluarga kaya kita juga bisa kaya mereka, sayangnya kita hanya dokter di rumah sakit swasta. Jadi itu hanya mimpi untuk kita, yaudah sayang kita pulang ya." Merangkul istrinya.
"Emm iya juga, yaudah kita pulang besok kau masih harus berangkat kerja lagi." Mereka pergi dari rumah sakit itu. Sambil meratapi nasib yang sudah mereka dapatkan.