![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
"Eh ini apa?" Bulatan dengan ukiran yang di temukan Xin Yuan.
"A-apa? Kamu bisa bikin pill obat tingkat 5?" Ning Zhan merebutnya dari Xin Yuan dan melihat dengan teliti.
"Mami itu Pill tingkat dewa, lihatlah ukurinnya berbentuk seperti awan." Menunjuk Pill yang di pegang.
"Eh i-iya." Kaget.
"Sini mi aku mau memulihkan energi dulu. Dan karena ini pill jenis baru maka aku akan menamainya pill energi dewa. Hap!" Ia langsung memakan pill tersebut dan memurnikannya.
"Baiklah biarkan putriku menyerap habis Pill itu dulu, kita jangan ganggu dia." Ucap Ning Zhan.
"Eh kokk kamu fasih banget soal beginian Ning?" Tanya besannya itu.
"O-oh ini aku pu-punya ingatan e dari da dari kehidupan ku dulu hehe iya ya gitu deh." Menjawab dengan gugup.
"Waww bisa ceritain ke kita hehe, ya kita penasaran aja kalau gamau cerita ya gapapa."
"Lain kali aja deh. Ayo kita pergi jangan ganggu dia dulu. Eh Xi ayo pergi." Ajak Ning Zhan.
"Nanti ma, aku mau jagain Rong Rong." Jawabnya dengan Santai.
"Baiklah kita turun duluan ya mau makan malam, nanti kamu sama putriku nyusul." Ucapnya Ning Zhan.
"Hemm, Yixuan meskipun kamu sudah tidak secantik dan sehebat dulu namun dimana pun kamu berada bakatmu tak pernah hilang." Gumamnya sambil melihat ke arah Ning Rong Wu.
*1 Jam kemudian
"Huhh akhirnya selesai juga, dan lagi api ajaib yang ada di tubuhku kembali hehe akhirnya." (Catatan: Api ajaib adalah api yang tumbuh di inti gunung ataupun di perut hewan ajaib pada zamannya Yixuan.)
"Eh api ungu?" Tanya Shi Xi.
"Eh sayang, lihat api ajaib yang aku dapatkan dengan menukar prinsip ku akhirnya pulih lagi." Menunjukkan dengan senang hati.
"I-itu bukannya api ajaib urutan pertama? Yang di jaga oleh seorang Dewi. Api itu tumbuh di alam bebas dan tidak tumbuh di perut hewan ajaib ataupun gunung kan?" Tanya Shi Xi.
__ADS_1
"Iya dulu aku rela menukar prinsip ku dengan api ini, kebetulan Dewi menginginkan prinsip yang aku punya hehe." Jawabnya.
"Dewi tidak mungkin hanya menginginkan prinsip mu, apa lagi yang ia inginkan dari dirimu?" Tanyanya lagi dengan tegas.
"Ah tak ada lagi yang bisa di sembunyikan darimu, gini aku menukar prinsip ku juga menukar sifatku yang ramah." Jawabnya.
"Pantas saja di usia 18 tahun kamu menjadi sang putri gunung es."
"Iya tepat di umur 18 aku mendapatkan api kuning juga." Pamer.
"Huhh aku hanya bisa dapat api hijau yang ada di peringkat ketiga." Sedih.
"Yaudah sayang ayo makan!" Memeluknya lalu menggandeng tangan Shi Xi pergi menuju ruang makan.
*Ruang makan
"Eh sudah tidak da orang? Yaudah sayang ayo makan." Mengambil piring dan mengambil beberapa centong nasi juga tak lupa mengambil lauk yang tersedia di situ.
"Eh nona jangan makan itu!" Tiba-tiba bibi Zhang datang dan melarangnya
"Nyonya makan makanan yang ringan dulu biar mengruangi resiko mual ya." Jawab bibi Zhang.
"Baiklah kalau begitu, aku makan ini saja."
Setelah itu Ning Rong Wu dan Nan Shi Xi makan berdua saja di ruang makan, karena semua keluarga sudah makan malam duluan tadi. Saat baru makan datang Nan Bo yang terlihat sangat lemas menuju ke ruang makan.
"Eh adik ipar sini makan malam bareng kakak." Setelah melihatnya Ning Rong Wu langsung memanggilnya.
"Ah kakak ipar peluk aku." Suara lemas.
"Eh kenapa? Sini duduk dekat kakak." Menarik kursi dan menepuk-nepuk nya agar Nan Bo segera duduk.
"Kakak ipar kenapa aku selalu saja di tinggalkan oleh orang yang aku sangat cintai, padahal aku jelek juga tidak, uang? Aku juga punya meskipun sebagian besar milik keluarga huhh." Bersandar di pundak kakak iparnya.
"Ehh mungkin aja dia yang tidak suka sama kamu, positif thinking aja." Mengelus-elus kepalanya.
__ADS_1
"Hemm dahlah biarin aja, Nan Bo memiliki masalah dalam hal romantis. Dia pria yang dingin tapi mudah suka dengan wanita." Kata Nan Shi Xi.
Makan malam sudah selesai mereka pergi ke kamar masing-masing. Sedangkan Ning Rong Wu dan Nan Shi Xi sedang mandi bersama. Begitulah pengantin baru perlu melakukan beberapa hal yang sangat romantis.
"Xi tubuhmu sangat indah." Melihat perut sixpack milik Shi Xi.
"Oh benarkah? Apa perlu kita melakukan hal romantis? Sudah lama sekali sejak terakhir kalinya." Mulai menggoda Ning Rong Wu.
"Ahh aku ini wanita hamil apa kau tega?" Mencoba menolak karena belum terbiasa melakukan hubungan intim dengan suaminya itu.
"Hey wanita hamil masih di perbolehkan melakukan seks." Menjawab dengan santai.
"Oh tidak aku lupa kalau Shi Xi pernah belajar di sekolah kesehatan!" Berkata dalam hati.
"Mmmhh." Shi Xi berinisiatif melakukan ciuman lebih dulu.
"Ah Xi." Malu
"Ayolahh ini akan jadi hal indah untuk kita." Mulai mencium bagian lehernya.
"Uhh mmm." Menggigit bibir bawahnya.
Shi Xi masih melanjutkan ciumannya, tangan kanannya mulai me*emas dada Rong Rong dengan nikmat.
"Ahh jangan keras-keras, uh sakit." Mendesah kesakitan.
Shi Xi melanjutkan ke bagian bawah milik Rong Rong dan memainkan jarinya.
"Ehh basah." Ucap Shi Xi.
"Ahh apa sih?!" Tambah malu.
"Tak apa sepertinya kamu mulai terangsang." Jawabnya dan melanjutkan memainkan jarinya di Mrs.V.
"Aku mulai ya sayang."
__ADS_1
Dah habisss, dah ya ga gw lanjutin takutnya ada bocil yang baca:v. Di bawah umur belum boleh Lo ya, inget baik-baik. Kalau pengen yang 18+ atau bahkan yang 21+ bisa baca di CS gw:). Oke thanks. OWA OWA OWA:V