[RALAT] SYLPHY

[RALAT] SYLPHY
#36


__ADS_3

Waktu makan siang telah tiba, tetapi Ning Rong Wu yang hamil muda itu masih bekerja di ruangan CEO nya. Karena khawatir kalau Ning Rong Wu telat makan nanti, Shi Xi pergi ke perusahaan Channel untuk mengantarkan makanan buat Rong Rong.


"Ini ada ayam crispy kesukaan sayangku, oke aku akan pergi ke sana." Berjalan menuju pintu lift.


"Tu-tuan mau pergi menemui nona?" Tanya nona lift yang ada di sana.


"Owh iya,. Presdir kalian itu kalau kerja lupa waktu dan lagi sekarang dia sedang hamil muda nanti kalau kandungannya kenapa-kenapa gimana?" Kata Shi Xi.


"O-oh gitu ya."


"Kenapa?"


"A-anu tuan saya sebenarnya fans berat tuan boleh minta tanda tangan?" Berkata dengan cepat juga langung menydorkan sebuah kertas dan bolpoin.


"Owh sini, lain kali pakai buku yang bagus biar bisa jadikan kenangan hehe, nih udah aku tandatangani karena kamu nona lift di sini aku kasih bonus 1 tanda tangan." Menyerahkan kembali kertas dan bolpoin.


"EH makasih ya tuan." Bahagia.


"Ah sudah sampai aku pergi menemui istriku dulu ya, bekerjalah dengan baik." Melambaikan tangan dan pergi.


"Baiklah tuan."


*Masuk ruangan CEO


"Hay istriku yang cantik." Menyapa istrinya yang masih bekerja dengan hangat.


"Sayang kok kamu di sini?" Kaget.


"Ih aku nganterin makanan nih buat kamu, aku hari ini senggang waktuku jadi ke sini." Ucap Shi Xi.


"Wah makasih ya sayang, aku sebenarnya laper tapi masih banyak kerjaan."


"Udah biar aku yang kerjain, kamu makan dulu ya, muach." Mencium pipinya.

__ADS_1


"Makasih sayang, muach." Mencium balik pipinya Shi Xi.


*2 jam kemudian


"Uh akhirnya selesai juga, eh sayang udah selesai makan?" Tanya Shi Xi.


"Udah dari tadi, eh yang besok kan Minggu bagaimana kalau kita ke tempat penerbangan milikmu, kita lomba okey?" Berharap.


"Eh tapi kamu lagi hamil Lo yang, masa mau balapan?" Shi Xi sedikit khawatir.


"Ih yang, kalau keinginan bumil ga segera di turuti nanti dedek bayinya ngeces loo." Manyun.


"Iya sayang, kalau gitu kita berangkat besok pagi ya."


"Makasih sayang."


"Iya sama-sama, oh udah jam setengah 3 aku pergi dulu ya yang soalnya ada hal penting yang harus aku lakuin."


"Yah mau kemana yang?"


"Bay hati-hati di jalan ya."


"Iya!"


"Oke kerjaanku udah di selesaikan sama Xi, panggil Mozun dulu deh." Mengambil ponsel dan menelfon Mozun.


"Halo Mozun, aku sudah menyelesaikan pekerjaanku di sini jadi aku udah meringankan beban kamu untuk 3 hari ke depan, dan sekarang saya mau turun ke bagian pengemasan. Di sana kan banyak yang tidak mengenal saya jadi mau mengetes apa di antara mereka ada orang baik. Jadi kamu harus belikan saya baju murah ya 30 menit harus sampai di ruangan saya, oke terima kasih." Ngomong panjang tanpa henti.


"Oh iya nona saya berangkat sekarang." Setelah mengangkat telepon ia langsung keluar untuk membelikan pakaian buat Presdir.


"Huhh nona ini, setelah meringankan bebanku selama 3 hari, ia menyuruhku pergi cari pakaian murah? Itu sangat jauh." Keluhnya di dalam hati.


*31 menit kemudian

__ADS_1


"Ah nona ini saya hanya bisa membelikan ini, meskipun style untuk orang culun, ini sangat cocok kok buat nyamar." Ngos-ngosan.


"Telat berapa menit?"


"1 menit nona, tadi di bawah saya pas lari nabrak cleaning servis jadi telat."


"Oke karena kamu berhasil belikan saya pakaian yang cocok di tambah dengan bando sama kacamata jadi kamu tidak saya hukum. Yaudah pergi sana saya mau ganti." Mengusir pergi Mozun.


"Baiklah nona, kalau butuh apa-apa saya ada di ruangan kok." Pergi meninggalkan ruangan CEO.


*Setelah ganti pakaian


"Wah pinter juga tu Mozun, meskipun oversize tapi cocok buat aku yang hamil ini. Baiklah aku akan pergi ke bagian pengemasan." Gumamnya sendiri.


"Tingtringtirngititing." Suara ringtone HP.


"Hallo ini siapa?" Mengangkat telepon.


"Ehem, ala kau sudah lupa dengan teman masa SMP Mu?" Suara seorang pria.


"Hah teman?" Tanya Rong Rong bingung.


"Ahh kau tidak asik sekali, melupakan teman seperjuanganmu dulu." Kata pria itu.


"Eh suaranya familiar sekali?" Masih bingung.


"Gadis bodoh, aku Sky Shin!" Marah.


"Owhh kamu Tah? Maaf Sky abis suaramu itu kamu buat buat jadi aku gak kenal deh. Oh ya ngomong-ngomong dapet nomor aku dari mana?" Tanya Rong Rong.


"Dah lupa lagi? Kita berdua di SMP suka meretas komputernya kepsek buat cari kunci jawaban, ya tentu aku bisa cari nomor kamu lewat keahlian otakku dong." Makin kesal.


"Ehe iya aku lupa, kita kan manusia otak teknologi ya kan. Ada perlu apa Ky?"

__ADS_1


"Ah tak apa, yaudah ya aku masih ada kerja lain kali kita ngobrol-ngobrol bay." Mematikan telepon.


"Dih gak jelas banget, Oh sampai lupa kan aku mau ke bagian pengemasan." Buru-buru pergi.


__ADS_2