[RALAT] SYLPHY

[RALAT] SYLPHY
-


__ADS_3

"Kalau aku bilang kita berdua sebenarnya jiwa yang di reinkarnasi kan mama percaya gak?" Shi Xi mencoba untuk bertanya.


"Jiwa reinkarnasi?"


"Iya ma, sebenarnya jiwa dari Ning Rong Wu adalah Yixuan tuan putri dari negri Chiu dan Jiwa dari Nan Shi Xi atau aku adalah Sheng jie putra mahkota dari negeri Chuyun." Ucap Shi Xi.


"Eh? Bukankah kalian pernah ngomong ya?" Kata Ning Zhan.


"Iya sih tapi jiwa asli dari mereka sudah tiada, ini hanyalah tubuh pengganti yang hampir mirip dengan tubuh kita di masa lalu, jadi kami minta izin kepada nyonya untuk bisa tetap tinggal di tubuh ini dan menjalani kehidupan mereka, kami bisa kok seperti mereka hanya saja dengan jiwa yang berbeda. Juga saya mohon untuk tetap di rahasiakan." Hormat dengan gaya putra mahkota.


"Eh eh kamu jangan sungkan, meskipun jiwa Ning Rong Rong dan Nan Shi Xi sudah tidak ada setidaknya ada kalian yang menggantikan kehidupan mereka. Mama senang kok kalian bisa menjalani hidup di dunia modern ini, oh iya mama bakal kasih tahu 1 rahasia tapi jangan kasih tahu siapapun ya." Ucap Ning Zhan.


"Apa?" Tanyanya.


"Di dunia mimpi aku selalu menjalani hidup di dunia kuno, terus aku sering di panggil alkemis atau Dewi peracik obat gitu." Memulai ceritanya.


"Eh? Di panggil Dewi Peracik Obat?" Kaget.


"Iya dan negaranya sama dengan Yixuan, yaitu di negeri Chiu. Namanya siapa ya lupa bentar, oh iya namaku di sana itu Qin Yu!" Setelah mencoba mengingat-ingat akhirnya ingat juga.


"Haaaa Qin Yu? Bee berarti kamu adalah ibunda dari Yixuan, salam hormat ratu." Menunduk hormat.


"Eh ehh itu dunia mimpi loh kan bukan nyata." Bingung juga kaget.


"Maaf sebenarnya setiap kamu tidur adalah waktu di mana Dewi Qin Yu terbangun. Ratu alkemis jarang terbangun dari tidur sekali bangun hanya 2 sampai 3 hari saja itupun dia gunakan untuk meracik obat dalam 1 hari dan sisanya untuk keluarga dan negeri Chiu."


"Eh kok kamu tau? Paling lama di sana aku 5 tahun yang lalu,karena aku sempat koma selama 1 tahun penuh aku hidup di sana selama 1 ½ abad kurang lebih. Juga aku mendapat gelar Dewi Alkemis saat itu." Mencoba mengingat-ingat kembali.


"Itu bukan mimpi, sebenarnya jiwamu lah yang berada di sana tapi tubuhmu tinggal di sini, jadi aku mohon beritahukan kepada raja di negeri Chiu bahwa Yixuan sekarang sudah bahagia di dunianya sendiri." Memohon dengan hormat.

__ADS_1


"Ah baiklah tenang saja, Yixuan negeri Chiu sudah makmur dan akan di pimpin oleh adiknya namanya Yu Xuan." Ucap Ning Zhan.


"Baiklah ratu." Ucapnya.


"Eh pada ngomongin apa? Oh iya Ning semuanya sudah selesai." Zhang Jiangwu tiba-tiba datang.


"Gak kok pa, ngomong-ngomong dekorasinya bagus banget!" Melihat sekeliling untuk berpura-pura.


""Ah Shi Xi, ini bantuan dari mamer loh. Yaudah kita makan yuk!" Ajak Wu.


"Nanti pa aku mau nunggu Rong Rong aja dulu."


"Eh Rong Wu kenapa?" Karena tak tahu maka ia bertanya.


"Wu kita makan aja nanti aku ceritain ya."


"Hem sungguh pasangan yang romantis,satunya penurut dan satunya hidup di dua dunia dengan kedudukan yang sama-sama tinggi, andai Yixuan tahu bahwa ibunda ratu sebenarnya adalah nyonya Ning mungkin dia bakal senang. Ah aku lihat Rong Rong dulu apa dia sudah bangun."


*Berjalan ke kamar Rong Wu.


"Eh ternyata masih tidur pulas, aku mandi dulu nanti tinggal tungguin dia deh." Pergi mengambil handuk lalu mandi.


* Setengah hari kemudian.


"Huaahh, aku tertidur berapa lama ya? Kok udah di rumah?" Baru bangun langsung bingung, lalu membalikkan tubuhnya ke samping dan..


"Malem cantik." Di mata Rong Rong senyumannya Shi Xi itu terlihat sangat mesum.


"Ah mesumm." Teriak dengan kencang.

__ADS_1


"Ssstt kamu mau jadi bahan tontonan lagi sayang?" Membungkam mulut Rong Rong dengan pelan.


"Tak mau lah tapi, Xi aku masih merasa sedih hiks hiks." Setelah duduk ia langsung memeluk tubuhnya Shi Xi.


"Mobilmu udah ku bawa pulang tapi kalau mau di perbaiki lagi biayanya udah sama dengan beli mobil baru, bagaimana kalau kita bikin lagi pake uangku aja ya." Mencoba menghiburnya lagi agar tidak menangis.


"Tapi mahall."


"Sini, duduk yang benar di pangkuanku oke. Jadi mahal gapapa, kan Rong Rong nanti jadi istriku kamu gausah sungkan gitu dong sayang." Menyandarkan kepalanya di tubuhnya.


"Iya, tapi beneran gapapa?" Masih ragu-ragu.


"Iya gapapa kamu tenang aja, senyum dong."


"Hemmm, cantik gak?"


"Cantik banget!" Jantungnya berdetak kencang sambil merasakan kebahagiaan bersamanya.


"Xi perutmu cantik deh, ada roti sobeknya hihi." Memainkan perut sixpack milik Shi Xi.


"Eh berhenti." Perutnya adalah bagian sensitifnya.


"Eh baguss loh, lihat nihh, seeett." Memainkan jari telunjuknya di sela-sela perut.


"Kalau kau mainin lagi, adikku akan bangun lho." Mukanya udah memerah.


"Ehh, udah udah aku mau mandi." Karena malu ia buru-buru pergi dan sampai membawa handuknya Shi Xi.


"Eh? Itu handukku, yaudah deh kalau dia mau pakai aku malah senang. Mungkin handukku juga senang bisa tersentuh oleh bakpao yang lembut, eh dahlah ganti baju dulu dari tadi masih pakai piyama." Gumam Shi Xi sendirian.

__ADS_1


__ADS_2