[RALAT] SYLPHY

[RALAT] SYLPHY
Rapat Prat#2


__ADS_3

"Baiklahh kita mulai rapatnya, apa masih ada yang keberatan mereka berdua saya keluarkan?" Tanyanya dengan tegas.


"Ti-tidak kami tidak keberatan." Jawab mereka dengan gugup.


"Baiklah kita mulai rapat pagi ini. Silahkan anda memulai dulu nona muda Li" Memulai rapat.


"Emm baiklah Presdir ini kita ada rencana melakukan pembukaan resmi Hotel Surgawi secara kecil-kecilan saja dan membawa beberapa wartawan. Karena sebentar lagi kan tahun baru dan biasanya kita satu perusahaan pergi berlibur itu pasti akan menghabiskan biaya yang banyak. Kalau kita melakukan acara kecil-kecilan itu bisa menghemat biaya nona." Salah seorang investor memulai pembicaraan.


"Tidak bisa kita ini dari perusahaan Channel, perusahaan besar, mana bisa mengadakan acara kecil-kecilan? Itu akan merusak kharisma kita iya kan Presdir?" Investor lain yang tidak setuju.


"Apa aku menyuruhmu bicara?" Memelototi investor yang berbicara tadi.


"Maaf nona tapi aku hanya ingin kita terlihat lebih tenar saja di mata masyarakat." Jawab investor itu.


"Oh kenapa kita harus mengadakan acara besar-besaran?" Tanya Ning Rong Wu.


"Biaya lebih besar kharisma juga akan lebih besar." Mulai berkeringat.


"Ketemu..." Duduk bersandar di kursi CEO dengan tenang.

__ADS_1


"Ha-ah apa maksud Presdir sa-saya tidak tau ha-hahaah." Berbicara dengan terbata-bata.


"Keluar dari sini, juga tandatangani pemutusan kontrak. Ingat jangan bawa uang bahkan selembar kertas sekalipun." Melempar file-file kontrak kerja yang di maksud.


"Kenapa nona mengusir saya? Saya selama ini bekerja dengan baik kok." Berkeringat dingin.


"Owh bekerja dengan baik? Lalu ini semua apa?" Melempar foto-foto hasil korupsi dan tindakan jelek lainnya.


"Aduh gawat, kenapa aku jadi sebodoh ini? Dia di kenal luas sebagai ahli di organisasi teknologi informasi juga seorang hacker handal. Gawat matilah aku sekarang." Berkata dalam hati.


"Oh maaf nona saya akan segera menandatangani surat pemutusan kontrak kerjasama dengan perusahaan Channel, dan saya akan pindah ke luar kota untuk bekerja di sana." Menandatangani dengan tangan gemetar karena takut hidupnya akan berakhir di luar nanti.


"E-eh no-nona apa bisa berikan aku keringanan agar tetap hidup?" Tanyanya sambil menggigil ketakutan.


"Baiklah, pengawal potong jari tangannya, dan potong seklaian tangan kirinya. Kirimkan potongan itu ke keluarganya bahwa dia berani macam-macam dengan Perusahaan Channel." Menyuruh pengawal bayangannya yang setia mengikuti kemanapun ia pergi.


"Baik laksanakan nona." Melakukan perintahnya.


"E-eh ka-kamu bukannya orang yang aku pukuli tadi pagi." ucap investor tukang korupsi itu.

__ADS_1


"Bai apa kau ada dendam pribadi dengannya?" Tanya Ning Rong Wu.


"I-iya nona, kalau nona tidak percaya ini dia bekas pukulan darinya." Melepas topi.


"Baiklah karena kau ada dendam pribadi kau lakukan ia sesuka kalian asal biarkan dia hidup, aku tak perlu turun tangan kalau begitu." Tersenyum sinis.


"Terimakasih atas kesempatan yang nona muda berikan, saya akan 'menggunakannya' dengan sangat baik."


"Habislah riwayat mu" membisikkan kata-kata yang membuat merinding investor.


"Baiklah aku sudah menemukan si pengorupsi, kita akan melakukan sesuai keinginan nona Li. Lagi bulan depan sudah tahun baru, kita akan mengadakan liburan nanti kalau masalah kapan dan di mana kita akan liburan, kalian tunggu saja informasi dari saya. Sekian rapat hari ini kalian di persilahkan untuk keluar.


Semuanya keluar ruangan dengan sangat merinding, Ning Rong Wu dan Mozun masih di dalam ruangan itu.


"Nona bukannya Li Hong yang pengorupsi terbesar? Kenapa kau malah menangkap seseorang yang baru belajar?" Mozun bingung dengan pemikiran Presdir cantik ya itu.


"Owhh kau tau? Bagaimana kita bisa menangkap ikan besar tanpa umpan yang begitu besar?" Jawab Ning


"Owhh, kau kemungkinan akan tetap menaruh dia di kantor dan saat liburan nanti kita bisa menangkap ikannya?"

__ADS_1


"Memang sekertaris pilihanku. Baiklah ayo kita pergi." Beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke ruangan CEO.


__ADS_2