![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
"Haha dasar gadis tak tahu diri." Sambil melihat Caca lari dengan terbirit-birit semua orang di kantor menertawai nya.
"Sudahlah sudahlah, oh iya pemilihan Sekertaris CEO belum terlaksana. Kandidat belum pada kabur kan?" Karena pertemuannya dengan Shi Xi waktu itu, yang ingin magang di sana jadi belum terpilih semuanya.
"Oh belum Presdir, kita lanjutkan sekarang?" Tanya manajer yang mengatur magang sebelumnya.
"Iya iya suruh semua yang belum magang untuk datang kemari untuk interview oke."
"Baik Presdir!" Memberi hormat setelah itu langsung pergi.
"Rong Rong mau aku temani?" Tanya Shi Xi sambil mengelap pakaian dengan tissue basah yang sempat di sentuh oleh gadis tadi.
"Eyy? Ayok kebetulan aku pengen di temani sama Xi." Merangkul sambil senyum manis.
"Baiklah ayo ke ruangan interview."
* Tetterettetet, setelah semua interview selesai
"Oke aku umumkan yang aku pilih jadi sekertaris CEO adalah Mozun, seseorang yang pernah menjadi pria tertampan di universitas negeri hoho." Ucap Rong Rong.
"Apa? Mo Mozun yang jadi sekertaris CEO? Wah keberuntungannya memanglah sangat besar sejak dulu, selain pintar ia juga sangat tampat dan elegan." Kata salah satu anak magang.
"Hehe kalian jangan iri!"
"Sayang pulang yuk aku lapar." Ucap Shi Xi dengan lesu.
"Baik sayang, kita pulang ya lagian udah siang ini. Oh iya Mozun kamu urus yang ada di sini ya aku mau pulang dulu. Oh lupa, umumkan kepada semua karyawan yang bekerja di sini untuk datang ke pestaku besok sore, cleaning servis, tukang jaga cctv, pokoknya pegawai terrendah pun harus hadir oke?"
"Baik nona, akan saya umumkan segera." Jawab Mozun.
"Ini yang aku suka, tidak ada kata "nanti"!"
__ADS_1
Akhirnya semua paham kenapa mereka tidak lolos interview untuk jadi Sekertaris, sebenarnya bukan karena keberuntungan tapi karena IQ dan tingkat kepatuhan mereka masih rendah. Rong Rong dan Shi Xi meninggalkan kantor untuk segera pulang melihat keadaan di rumah, namun dalam perjalanan pulang mereka di hadang oleh masalah.
"Xi gentian aku yang nyopir, kalau tidak teliti akan ada masalah." Mulai serius.
"Baiklah ini." Oh iya mobilnya Rong Rong bisa auto pilot ya kayak pesawat luar angkasa gitu loo, kan Holkay bebas ya.
"Baiklah, hallo kapten bayangan suruh anak buahmu untuk waspada oke juga suruh bagian penerbangan untuk mengawasi kondisiku di darat."
"Baiklah nona, saya akan segera mengirim bagian penerbangan, dan lagi terlihat ada 3 mobil yang mencurigakan, nona harus tetap waspada." Jawab dari kapten pengawal bayangan.
"Xi kamu harus belajar caranya nyetir dari aku okey." Melajukan mobilnya dengan kecepatan 400 km/jam.
"Rong Rong aku memang kurang pandai dalam menyetir mobil, tapi kalau mengendarai jet tempur aku pakarnya."
"Oke kapan-kapan kita balapan gimana? Di AU milikmu aja, AU milik keluargaku belum ku upgrade hehe."
"Baiklahh, tapi awass sayang, duarr!" Karena kurang waspada mobil Rong Rong di tabrak oleh musuhnya.
"Baik kapten!" Jawaban dari Pilot.
"Hng ini akibatnya kalau gadis yang aku sukai tidak bisa ku miliki, semaunya ayo kita pergi!" Seorang pria misterius yang menyerang mobil Rong Wu tadi pergi dengan sangat misterius.
"Brukk!" Suara bantingan pintu mobil.
"Ahh bajingan mana yang sudah merusak mobil seharga 30 miliyar milikku! Berani sekali dia hah? Hiks apa karena mobilku sudah remuk aku dan Shi Xi akan mati hah? 30 miliyarku hilang begitu saja! Hasil nabungku waktu kecil huhu, hiks hiks sayang mama akan menguburkanmu dengan baik oke." Marah-marah sambil menangisi mobil berharganya yang sudah remuk itu.
"Sayang mobilmu sangat ajaib, aku akan belikan untuk kamu lagi ya jangan sedih." Keluar dari tumpukan mobil rongsok yang mahal itu.
"Huaa, tapi ini rancanganku sendiri. Aku menghabiskan 20 miliyar untuk membayar si pembuat mobil dan sekarang? Aku kehilangan 50 miliyar begitu saja huaaa!" Menangis hingga tersedu-sedu.
"Baiklah nanti aku buatin yang lebih bagus lagi, tapi jangan nangis ya." Mencoba menenangkannya sambil memeluk dan mengelus-elus kepalanya.
__ADS_1
"Sayang aku kehilangan mobil kesayanganku dia satu-satunya mobil yang menemani senang dan sedihku hiks aku rawat dengan baik, bahkan perawatannya dalam sebulan aja 900 juta, itu lebih besar dari uang jajanku huhu. Kau tak tahu betapa sedihnya aku hiks hiks." Mengusap air matanya.
"Udah ya kita pulang, aku gendong kamu." Mengangkat dan menggendongnya menuju mobil yang sudah di siapkan oleh pengawal nya.
"Oh kalian bawa mobil itu pulang dulu ya, nanti mau di apain terserah Rong Rong."
"Baik tuan muda."
"Hiks hiks Xi hatiku sedih sekali." Udah mulai tertidur karena kelelahan sudah menangis terus sejak tadi.
"Tidurlah dengan tenang oke, setelah kamu bangun maka semua akan terasa lebih baik." Ucap Shi Xi.
Sepanjang perjalanan Shi Xi terus memangku Rong Rong yang tertidur dengan pulas itu. Sesampainya di rumah ia tidak membangunkannya, dan menggendongnya menuju kamar. Melihat Shi Xi dan Ning Rong Wu sudah pulang, Ning Zhan langsung menghampirinya.
"Eh kalian sudah pulang, Lo Rong Rong kenapa?" Tanya Ning Zhan.
"Ehm mama nanti aku ceritain, tapi sekarang aku mau tidurin Rong Rong di kamar dulu." Bergegas menuju ke kamar.
*Sesampainya di kamar.
"Rong Rong tidur yang nyenyak ya, aku tinggal dulu emuach." Mencium dahinya.
"Ada apa Xi? Cerita dong sama mama." Buru-buru tanya karena sangat penasaran.
"Gini Lo ma, tadi di perjalanan pulang ada orang yang sengaja ingin mencelakai aku sama Rong Rong, terus kan kami baik-baik aja karena ada pelindung di mobilnya. Rong Rong marah karena mobil kesayangannya itu remuk, sambil memaki dia menangisi mobil kesayangannya itu hingga dia tertidur setelah kelelahan menangis terus. Jadi gitu ma singkatnya." Shi Xi menceritakan apa yang telah terjadi tadi.
"Gini ya xi, mama bakal ceritain. Sebenarnya ada seorang laki-laki yang sangat suka banget sama Rong Rong namanya Donghae, dia udah pernah mencoba memberikan seluruh harta yang ia miliki ga demi mendapatkan hati Rong Wu. Namun ia selalu menolaknya hanya alasan dia menunggu orang yang dia takdirkan datang menjemputnya,sebenarnya mama gatau siapa yang Wu maksud tapi intinya dia hanya ingin menunggu orang yang di takdirkan untuknya datang menjemputnya gitu. Ya akhirnya dia mau sama kamu." Kata maminya Rong.
"Ma aku mau ngomong yang sebenarnya." Memberanikan diri.
"Ngomong apa sayang, ngomong sini sama mama." Tanya Ning Zhan.
__ADS_1