[RALAT] SYLPHY

[RALAT] SYLPHY
#41


__ADS_3

"Eiden, Euis nanti kalau dah besar jangan biru sifat kita ya. Aku dulu terlalu nakal untuk kamu tiru, mama kalian juga meskipun pintar tapi sejak kecil kalau marah mainnya ninju teruss jadi jangan di tiru ya sayangku." Gumam Shi Xi sendirian.


"Ehh mana ada? Udah dehh asal IQ mereka sama seperti kita mungkin saat besar nanti mereka jadi orang hebat."


"Iya sayang, Oh iya kamu lapar kan? Aku suapin ya sayang."


"Nanti aja sayang, aku belum lapar kok."


"Owhh yaudah kalau gitu...."


Mereka terdiam hingga beberapa saat....


"Kok diem ihh!" Ucap Rong Rong


"Ehh itu sayang, anu..."


"Kenapa?"


"Kan aku udah nahan selama beberapa bulan, k-kapan kita b-boleh gitu lagi." Shi Xi bertanya dengan terbata-bata.


"Ha-ha-ha, Ya ampun, ahahahaha aduh duh perutku sakit, hixixixix!" Rong Rong tertawa terbahak-bahak karena tidak bisa menahannya lagi.


"Ehh Rong Rong kamu ketawa kenceng banget." Zhang Jiangwu masuk ke ruangan sambi membawa kantong kresek berisikan makanan.


"Itu Pi, abisnya Shi Xi lucu banget masa, uftt uftt hummmuftt." Dengan cepat mulutnya di bungkam oleh suaminya karena dia merasa sedikit malu.


"Apa?"


"Itu loo Papa mertua, aku tadi tanya ke Rong Rong kapan bisa jalan-jalan bareng lagi, eh taunya dia malah ketawa."


"Ehh enggak gitu loo Pi."


"Iya tadi aku tanya gitu."

__ADS_1


"Udah udah, Shi Xi ini kamu makan dulu dari tadi pagi kamu belum makan apapun, bahkan minum seteguk air saja belum." Menyodorkan kantung kresek yang di pegang tadi.


"Wahh iya pa, makasih."


"Eh kamu belum makan apa-apa?" Tanya Rong Rong


"Udah kok sayang papa bohong tadi hehehehe."


"Dasar menantu tak tahu diri, bukhh!" Memukul kepala menantunya.


"Aduh aduhh sakit pa, iya iya makasih pa!" Mengelus-elus kepalanya sambil kesakitan.


"Yaudah papa mau pulang dulu sekalian beresin urusan kantor. Kasihan asistenmu sudah hampir setahun ngurusin kantor."


"Ehh Mozun? Aduhh gimana ya keadaan dia sekarang?" Setelah beberapa episode dia tidak muncul si MC cewek sampai melupakan keberadaannya.


*Di tempat Mozun Berada


"Hiks, CEO sialan! Kalau Nona tidak bisa datang kenapa suaminya tidak datang sebentar saja? Atau Orang Tuanya kan bisa? Kasihan sekali nasibku hiks hiks." Mengomel dengan rambut berantakan, makan dan tidurpun di dalam ruangannya.


"Permisi tuan muda, nona mu... Ehh? Ahh maaf saya tidak melihat apapun kok, hanya melihat kalian ciuman, ehh maaf maaf sekali." Perawat itu berlari keluar dengan terbirit-birit sambil menutup matanya.


"Eh? Perawat sialan, bilangnya tidak lihat tapi tau kalau kita sedang ciuman? 2000 kata di ringkas oleh author!" Omelan Shi Xi terlalu panjang sayang jadi author memilih menyingkatnya.


"Udah sayang udah!Sini ummm. Udah ya jangan marah lagi."


"Iya istriku cantik, Aku keluar dulu gapapa kan? Mau merokok sebentar aja ya?"


"Iya udah sana, aku gapapa kok sendirian. Lagian nanti juga ada perawat yang akan datang ke sini."


"Aku pergi dulu sayang muach." Mencium keningnya lalu pergi.


"Kreekk!" Menoleh ke samping dan melihat pelayan itu berdiri di depan pintu sambil di lihat banyak orang yang ada di lobby.

__ADS_1


"Sana masuk, dan ini yang tambahan kamu jaga istriku sebentar."


"M-makasih tuan, saya masuk dulu!"


"Iya."


*Area Merokok


"Hufftt!" Duduk termenung sendirian.


"Hey broo, Istrimu mau melahirkan ya?" Datang seorang laki-laki seumurannya.


"Siapa kamu?" Sifatnya yang sedikit antisosial kambuh lagi.


"Ehh? Kenalin aku Eren."


"Ohh aku Nan Shi Xi. Istriku sudah melahirkan kok, tapi... Hah sudahlah Eren kamu tidak bakal paham, kita berasal dari zaman berbeda." Berkata sambil menatap langit-langit.


"Loh? Kita seumuran bisa-bisanya kamu bilang berasal dari zaman berbeda? Kecuali kalau kamu itu berasal dari zaman dinasti dan di reinkarnasikan karena alasan tertentu itu mungkin." Jawab Eren.


"Hah?" Shi Xi merasa heran dengan jawaban Eren.


"Ohh pasti kamu kaget aku tahu kan? Aku dulu pernah melintas waktu karena terjadi ledakan di dalam laboratorium penelitian milik ayahku. Saat aku terbangun aku sudah menduduki tahta kerajaan dan di angkat menjadi kaisar, awalnya aku kurang suka dengan tempat yang penuh dengan Harem. Tapi saat musim dingin, aku dan para pangeran pergi berburu hewan buas, siapa sangka saat aku sedang mengincar beruang di dekat lembah aku di celakai oleh adik ke-tiga ku hingga terjatuh ke jurang, saat itu aku sudah putus asa mungkin hari itu aku sudah tidak bisa lagi melihat rakyatku yang sangat memujaku."


"Lahh terus?"


"Aku tidak tahu, saat aku membuka mataku lagi aku berada di dunia asalku."


"Owhh cerita kita mungkin hampir sama, tapi aku reinkarnasi sudah 6 kali hanya untuk menemukan orang yang ku cintai pada kehidupanku yang pertama. Eh aku sudah ninggalin Rong Rong hampir 1 jam? Aku pergi dulu ya Ren."


"Woyy ikut!"


"Yaudah ayok sekalian aku kenalin ke istri cantikku, tali jangan di rebut loh."

__ADS_1


"Eh? Aku sudah punya istri, mana mungkin aku merebut istrimu?"


Mereka tertawa riang, layaknya mereka sudah kenal sejak lama.


__ADS_2