![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
"Hahah gadis manis itu padahal sudah menjadi ibu" tapi kelakuannya masih seperti bocah umur 18 tahun." Gumamnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
*Kamar mandi
"Hosh hosh, kenapa aku jadi gugup? Ini juga bukan kali pertama aku sama Xi. T-tapi ahh sudahlah."
Tak peduli ia tetap melanjutkan mandinya, setelah beberapa saat Rong Rong sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi. Terdiam di tempat, Rong Rong melihat Shi Xi duduk diam di ranjang menunggu istrinya selesai mandi.
"Sayang kau sudah selesai?" Tanya Shi Xi saat melihat Rong Rong keluar dari kamar mandi.
"A-ah iya sudah selesai."
"Sini sayang." Ucap Shi Xi sambil menarik tangan istrinya hingga terjatuh ke ranjang.
"Ahhh! Xi jangan kenceng-kenceng dong."
"Sayang aku pengen." Ucap suaminya dengan muka memerah.
"Ehh? Eummm."
"Eum, ahh aku ingin lebih." Membuka piyama istrinya dengan perlahan.
"Uhh,emm." Mulai terangsang.
Tangan Shi Xi meremas halus gunung besar yang hinggap di dada Rong Rong. Ia juga mulai mencium dan menjilat leher Rong Rong yang wangi itu. Ia kecanduan dengan wanginya hingga tak mau berhenti menciumnya. Rong Rong yang tak bisa bergerak karena di tindih dengan tubuh seksi milih Xi hanya menggeliat sambil menikmati ciuman.
"A-aku masukkan ya?"
"Okey baby,ahhh."
"Uuuu, eum ah ah ahh. Uuuhh!"
*Luar ruangan kerja Rong Rong
"Nona, permisi aku masuk ya?" Ucap Mozun.
"Nona? Berkas-berkas yang anda minta su." Mozun tak melanjutkan bicaranya karena mendengar suara yang begitu riuh.
"ahhh, aduh ah ah sakit sakit."
"Coba bicara seperti di film Jepang sayang pasti lebih menggoda."
"Ahh ya-yamete kudasai ahh."
"Astaga, aku harus pergi sekarang, selamat menikmati hari yang indah nonaku aku tak akan menganggu hihihi." Ucap Mozun dengan cepat pergi meninggalkan ruangan.
__ADS_1
*Kantor
"Hei kalian, jika ada apa-apa temui aku saja, jangan mengganggu istirahat nona." Ucap Mozun dengan tegas.
"Ah baik tuan, tadi tuan muda kemari mungkin hehe." Pikiran mesum dari seorang resepsionis kantor.
"Sudahlah jangan banyak berpikir kalian, oke silahkan lanjutkan kerja!"
"Ba-baik tuan." Jawab mereka serentak.
*Ruang istirahat Rong Rong
"Ahh Xi, hari ini lumayan bagaimana kalau lanjut di rumah?" Ucap Rong Rong sambil ngos-ngosan.
"Huh, punyamu jadi sempit aku kecanduan sayang. Haha yaudah kita pulang dan lanjutkan pekerjaan suami istri ini."
"Gendong aku." Menjulurkan tangan.
"Haha big baby lagi manja, muach."
*Sampai di depan kantor
"Hallo Xi." Sapa Xunan yang sudah menunggu Shi Xi keluar dari kantor sejak tadi.
"Eh Lu Xunan? Ada apa?" Tanya Shi Xi.
"I-iya aku mau membawanya pulang."
"Cihh,padahal aku ingin mengajakmu jalan-jalan hari ini, sebagai tanda terima kasih karena sudah menemaniku selama seminggu ini." Ucapnya tanpa ada rasa bersalah.
"Sayang, kamu?" Tanya Rong Rong yang di pelukan Shi Xi sambil memelototinya.
"Iya kan sudah aku jelasin tadi." keringat dingin.
"Emm iya, muach."
"Ahahaha, rupanya kau baru di beri tahu hari ini? Kasihan sekali dirimu. Hanya bekerja sebagai pegawai di perusahaan Channel aja gayanya selangit."
"Ohh begitu rupanya, Xi turunkan aku sebentar."
"Apa? Xi lebih cocok sama aku, kamu hanya pegawai rendahan aja gayanya selangit." Ucapnya dengan sombong.
"Namamu Lu Xunan kan? Aktris model yang naik daun baru-baru ini? Bukannya 1 setengah tahun yang lalu kamu di modali oleh perusahaan Channel ya agar bisa jadi aktris terkenal?"
"Iya, Nona besar Ning Zhan yang memodali aku."
__ADS_1
"Hahaha, lawak. Xi ayo pulang bawa mobil Toyota Alphard Vellfire milikku dulu. Punyamu nanti biar di bawa oleh Mozun." Ajak Rong Rong sambil menggandeng tangan Shi Xi.
"Apa? Apa aku tidak salah dengar? Xi ikut aku aja aku bawa mobil sport milikku, daripada kamu naik mobil jelek miliknya." Ulasnya dengan sombong lagi.
"Ahh kamu punya mobil sport ya?"
"Apa matamu buta? di belakangku ini adalah mobil sport yang aku beli seminggu yang lalu."
"Eh tiba-tiba aku ingin membawa mobil Pagani Huayra Tricolore yang aku beli kemarin." Mengeluarkan kunci mobil yang lain.
"A-apa?" Kaget hingga terjengkang.
"Ahh harganya cuma 92,2 miliar kok. Eh apa kamu sudah punya?"
"I-itu saja gajiku sebagai model dalam 2 tahun mana mungkin aku mampu beli. Oh atau jangan-jangan kamu pinjam mobil dari temanmu iya kan?"
"Eh? Ini murah ya kalau gitu bentar ya. Hallo, tuan aku mau membeli mobil Bugatti Divo yang kau tunjukkan padaku kemarin, antarkan kesini segera, Uangnya cash. Dan kamu harus sampai di sini dalam 10 menit aku tunggu di perusahaan Channel."
"Ahh kamu kebanyakan gaya hahha."
"Cih tunggu saja di sini nanti kau akan tahu aku ini bohong atau tidak."
*10 menit kemudian
Datang segerombolan mobil dan ada juga mobil yang membawa mobil mewah di atasnya, helikopter pun mengawal mobil tersebut di atasnya.
"A-apa k-kok beneran?"
"Makanya kalau mau deketin suami orang itu di lihat dulu, oh iya namaku Ning Rong Rong juga bisa di panggil Ning Rong Wu putri dari Ning Zhan dan Zhang Jiangwu raja penguasa di dunia rahasia."
"Eh? G-ga mungkin." Pingsan karena mendapat tekanan yang terlalu besar.
"Xi kamu telfon ambulan."
"Iya sayang." Jawabnya dengan gelagapan karena melihat istrinya menghabiskan 200 triliun dalam 2 hari.
"Nona ini jajanan mewah anda, dan nona mau bayar cash tadi?" Ucap manager yang mengantarkan mobil Bugatti Divo miliknya.
"Ah tidak jadi, pakai kartu ini saja, yang mau lihat sudah di bawa ke rumah sakit."
"Baiklah, Ok sudah selesai. Silahkan nona mencobanya semoga anda suka."
"Wuhh, Xi ayo coba. Makasih ya pak."
"Iya selamat jalan nona." Senyum ramah.
__ADS_1
"Fiuhh, orang mana yang mengganggu nona besar itu? Bahkan dalam 2 hari menghabiskan 200 triliun." Ucapnya dalam hati karena lega Rong Rong sudah pergi.