[RALAT] SYLPHY

[RALAT] SYLPHY
Maraton Semalaman Menyebabkan Keributan


__ADS_3

"Sayang kenapa kamu seperti itu? Kan ada baiknya punya adik ipar yang sangat perhatian hehe." Ucap Rong Rong sambil ketawa.


"Sayang dia sudah merusak malam indahku setelah 9 bulan aku menunggu tapi malam ini di rusak olehnya, oh sayangku aku sangat sedih." Shi Xi memasang ekspresi murung.


"Hahaha jadi gitu ya? Bukannya saat aku hamil 2 bulan kamu masih main sogok? Hahaha."


"Itu berbeda sayang."


"Bagaimana kalau kita maraton semalaman?" Saran yang di berikan Rong Rong langsung membuat Shi Xi menggugah semangatnya.


"Ahh ayok!" Menggendong istrinya menuju ranjang dan langsung memulai maraton mereka.


"Ahh aduh aduh Pelan dikit dong aduhh." Ini kali kedua Rong Rong tidak bisa memberontak di hadapan Shi Xi.


"♡♡♡♡" Anggap saja itu simbol malam indah mereka berdua saat melakukan maratonnya.


"Kringg kring kring!" Suara alarm terus berbunyi, sinar matahari sudah menyinari kamar Shi Xi dan Rong Rong lewat celah gorden.

__ADS_1


"Ahhh sayang cepat bangun, ini sudah siang!" Rong Rong kaget saat bangun dan melihat itu sudah pukul 7.30 pagi.


"Hah? Astaga sayanga aku harus pergi ke kantor, hari ini ada meeting penting dengan klien dari Inggris. Aduhh mandi aku harus mandi segera."


Yah setelah mereka melakukan maraton yang indah semalam, pagi ini mereka ricuh di kamar mereka hingga mereka lupa kalau sudah menitipkan si kembar kepada orang tua mereka.


"Duk Duk Duk!" menuruni tangga dengan cepat.


"Pagi hehe!" Mereka berdua yang masih terlihat ngos-ngosan.


"Mah Pah, kok kakak sama kakak ipar tumben keramas barengan? Mana rambutnya belum di keringin lagi." Tanya Nan Bo dengan sedikit rasa penasaran.


"Rong Rong Shi Xi apa boleh kita menginap di sini sampai besok? Soalnya kami belum menemukan villa yang cocok untuk kita tinggali bersama."


"Hahaha Eren kamu santai saja, mau sampai sebulan juga boleh kok. Palingan kalau orang tuanya Xi sudah pulang rumah ini jadi sepi." Ucap Rong Rong.


"Ohh iya kami cuma sarapan roti mau siap-siap ke kantor bay nya." Mengambil sepotong roti dan langsung pergi lagi ke kamar mereka untuk siap-siap.

__ADS_1


"Huh sepertinya kita perlu babysiter."


"Iya nanti kita minta tolong ke Mozun untuk cari babysiter terpercaya dan yang sudah handal pastinya. Oh iya babysiter kita minimal lulusan S2 dan menguasai 5 bahasa." Yah saran Zhang Jiangwu memang tidak mengagetkan lagi soalnya mereka itu keluarga nomor 1 di dunia.


"Baiklah, semua kamu saja ya yang urus."


"Iya sayangku." Jiangwu menggoda istrinya lagi.


"Ehem, Jiangwu, Ning Zhan kami pamit pulang dulu ya masih ada urusan di rumah jadi kami tidak bisa lama-lama di sini." Nan Yelu berpamitan dengan besannya itu.


"Lah? Apa tidak bisa pulang besok saja?" Tanya Ning Zhan.


"Yah mau bagaimana lagi, di rumah masih ada urusan. Baiklah kami pergi dulu kapan-kapan kami akan bertamu ke sini lagi."


"Ayahh aku pulang tidak?" Nan Bo berlari sambil berteriak memanggil kedua orangtuanya.


"Jiangwu kami titip putra kami ini, kalau mau di jadikan babysiter juga tidak apa-apa. Kami pergi dulu bayy!"

__ADS_1


"Ayahh aku tidak akan pulang huh!"


"Terserah padamu." Nan Yelu dan istrinya pergi begitu saja tanpa menghiraukan ucapan putra bungsunya.


__ADS_2