![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
Mendengar suara yang sudah tak asing di telinga Frederick ia langsung keluar menemuinya bersama Xun.
"Yo! Ada gerangan apa sih kawan?" Ucap Frederick saat keluar dari villa.
"Matamu cih, mana suamiku Hem?"
"Ohh pria yang mulutnya beracun itu? Dia di dalam katanya nungguin kamu datang."
"Balikin goblok! Kalau kamu nahan dia Sampai seminggu aku gamau tanggung jawab loh." Ucap Rong Rong sambil ketawa kecil.
"Hah? Emang kenapa nahan pria tampan itu?" Tanya Xun.
"Kau hari ini udah di buat darah tinggi kan sama dia? Kemungkinan kalau sampai 1 Minggu kau akan masuk RSJ hahaha." Ledek Rong Rong sambil ketawa sampai terpingkal-pingkal.
"Pfftt."
"Plakk!" Geplak salah satu pengawal hantunya.
"Aduh sakit sakit, ngapain sih?" Keluhnya sambil mengusap-usap kepala.
"PROFESIONAL!" Ucap temannya dengan singkat.
"Iya ahh, lucu abisnya."
Pengawal hantu yang di bawa Rong Rong yang ke-1 bernama Chengdu memiliki badan yang simetris, tinggi, bodynya bagus, namun kurang profesional dalam beberapa hal contohnya tadi. Yang ke-2 bernama Chen Hao biasa di panggil Chen tubuhnya ga terlalu tinggi, berotot, tampan, banyak gadis yang mengidolakan dirinya saat kuliah dulu, dia satu-satunya yang paling profesional di pengawal hantu, mereka berdua di juluki si kembar Che karena mereka sering melakukan tugas bersama.
"Kalian kalau mau ketawa ketawa aja, gausah di tahan." Menoleh ke belakang lalu melihat salah satu dari pengawal hantu nya menahan tawa.
__ADS_1
"Baik nona terima kasih, tuh kan nona ngebolehin. Tapi kamu jangan ketawa kesannya kayak sikopet." Ucap Cheng sambil meledeki Chen.
"Huhh, kau mau ku hukum?"
"Ehh tidak-tidak, ga perlu gausah hehe, yang terakhir kali aku tidak bisa jalan masa mau di hukum lagi." Jawab Cheng sambil keringat dingin.
"Cih tau tak pe."
"Sok-sok an bahasa Malaysia kau ni."
"Suka-suka aku lah."
"Hey heyy, kau membawa pengawal baru? Apa semiris ini hidupmu sekarang? Cih padahal dulu pengawalmu sangat profesional sekarang? hahaha."
"Frederick semakin lama mulutmu semakin pedas rupanya, cih aku tak bisa membiarkan dirimu terlalu lama dekat dengan suamiku."
"Hah diam, jangan bahas dia lagi otakku bisa meledak lama-lama."
"Xun, apa kamu ingin bertarung dengannya? Saat TK kamu belum puas bertengkar dengannya bukan?"
"Iya tuan." Jawab Xun dengan singkat.
"Wah wahh, halo cantik? Kamu bekerj, Ughh!" Belum selesai berbicara namun ia sudah di serang oleh Xun, namun sayang dia memukul wajahnya.
"Kau!" Keluar aura pembunuh yang sangat pekat dari tubuh Rong Rong bahkan Frederick yang berjarak 30 meter darinya bisa merasakan hal itu.
"Kenapa? Sok keras ka, aghh uhh buakhh! Uhukk uhuk uhuk, pfttt." Xun di pukul oleh Rong Rong tanpa memberinya celah untuk melawan ia menargetkan wajah Xun dan memukulnya hingga puas.
__ADS_1
"Udah uhuk, Ughh Uhuk uhuk uaghhh!" Tendangan Rong melesatkan Xun ke arah Frederick, hingga mereka berdua terjatuh.
"Bagaimana rasanya? Huhh kamu satu-satunya orang yang berani memukul wajahku hingga berdarah bahkan Frederick saja tidak berani." Aura pembunuh sudah mulai pudar dari tubuh Rong Rong.
"Uhuk uhuk, kenapa? Kenapa? Padahal aku sudah berusaha sekuat mungkin agar bisa mengalahkanmu, tapi pada akhirnya aku masih tertinggal."
"Ahggrrr Rong Rong sialan!" Frederick yang sudah mulai emosi menodongkan pistol ke arah Rong Rong.
"Oh aku juga bisa." Rong Rong juga menodongkan pistol ke arah Frederick.
Suasana semakin menegangkan, mereka berdua yang sama-sama menodongkan pistol jika peluru sampai meluncur maka mereka berdua akan mati atau paling tidak koma. Pengawal yang di bawa Rong Wu juga bingung tak tahu harus apa, mereka hanya celingak-celinguk menunggu kawanan pengawal lainnya datang.
"Ahh sudahlah, bunuh saja aku." Ucap Frederick dengan pasrah.
"Hah? Kenapa? Kenapa kau tidak seperti dulu?" Tanya Rong Rong dengan heran.
"Apa kau tau? Kau mungkin sudah tahu bahwa aku membuat kamp militer, sebenarnya aku menyukaimu sejak kau menolongku."
"Kapan? Aku tidak pernah menolongmu?"
"Apa kau ingat bocah gendut yang ingin bunuh diri waktu itu? Haha itu aku, di saat-saat aku hampir terjun ke sungai kau menarik kerah bajuku dan kamu memarahiku." Ambruk tak berdaya.
"Fre-Frederick?" Menyimpan kembali pistolnya lalu berlari menghampiri Frederick yang terduduk lemah.
"Hiks aku aku hiks aku sudah jatuh cinta padamu sejak saat itu, aku mulai mencari-cari dirimu namun tidak ketemu, dan aku mulai memotivasi diriku. Aku ingin sukses agar bisa menemukanmu, tapi setelah aku menemukanmu kamu sudah tidak mengenaliku lagi." Pria yang bertampang ganas itu luluh di hadapan Rong Rong.
"Hey? Apa kamu menyamar jadi pengemis waktu itu?"
__ADS_1
"Iya." Jawabnya singkat.
"Tapi.."