![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
"Cantik, jangan sombong karena kamu merasa punya kelebihan namun merendahlah karena kamu masih punya kekurangan, dia atas langit masih ada langit." Ucap Rong Rong kepada Lin Shang Guang.
"M-maafkan aku, ka-kamu jangan sakiti keluargaku ini salahku ahh hiks hiks."
"Ketika kamu merasa sempurna di situlah kamu lupa bahwa hal duniawi bukanlah segalanya." Ucapnya lagi.
"B-baiklah m-maafkan aku aku tidak akan pernah berani berbuat sombong lagi maafkan aku." Ucap Lin Shang Guang sambil menangis.
"Baiklah aku pergi dulu." Berjalan menuju ruang UGD untuk menemui Mozun.
Karena ruang UGD agak jauh jadi Rong Rong harus berjalan lama menuju UGD, di pertengahan perjalanannya menuju UGD dia melihat Shi Xi bersama seorang gadis cantik. Dan sepertinya gadis itu adalah model terkenal Lu Xunan, melihat mereka berdua yang terlihat sedikit mesra Rong Rong merasa cemburu dan tak menghiraukan mereka sama sekali. Dengan cepat ia pergi ke ruang UGD agar tak melihat kemesraan mereka berdua.
"Eh sepertinya aku melihat Rong Rong tadi." Ucap Shi Xi sambil tolah toleh.
"Mana ada? Bukannya istrimu lagi dinas ke luar kota? Ah sudahlah aku ingin segera menemui temanku dan terima kasih atas tumpangannya tadi kakak senior." Ucap Lu Xunan kepada Nan Shi Xi.
__ADS_1
"Ah iya sama-sama." Jawab Shi Xi.
Rong Rong yang tenggelam dalam kecemburuan dan Shi Xi yang sedang berada dalam kecemasan karena sudah lama tidak bertemu dengan istrinya, mereka berdua jarang bertemu akhir-akhir ini jadi wajar saja kalau terdapat sedikit emosi gelap di dalam pikiran mereka.
"Apa aku salah lihat ya? Rambut panjang berwarna biru kecoklatan itu seperti rambut Rong Rong. Huhh ya sudahlah nanti aku tanyakan kalau dia sudah di rumah." Gumam Shi Xi sendirian.
Akhirnya Shi Xi pergi dari rumah sakit dan pulang, sedangkan Rong Rong menunggu Mozun selesai di tangani di ruang tunggu
*Ruang tunggu UGD
*
“Krieeettt.” Suara pintu terbuka.
“Ahh dokter bagaimana keadaan Mozun?” Tanya Rong Rong setelah melihat dokter yang menangani keluar.
__ADS_1
“Nona saya baik-baik saja kok maaf membuatmu khawatir hehe.” Jawab Mozun yang menyusul di belakang dokter.
"Baiklah kalau gitu, Mozun kamu sudah boleh pulang persiapkan liburanmu besok." Ucap Rong Rong.
"Ahh nona?" Tanyanya Mozun.
"Aku akan kembali ke kantor, masih banyak kan berkas yang belum kamu selesaikan? Yasudah kamu pergilah nikmati liburanmu selama seminggu."
"M-makasih nona, saya pergi dulu oh iya administrasi nya kamu yang urus ya bay bay hehe!" Mozun pergi secepat kilat karena kalau banyak basa-basi lagi takutnya liburan 1 Minggu itu akan di potong beberapa hari.
"Hey bocah sialan beraninya kamu!" Teriak Rong Rong seperti memarahi seorang anak nakal.
"A-anu nona apa saya boleh pergi? D-dan a-administrasinya tidak perlu di urus biar saya saja yang menanggung." Direktur dokter yang terdiam sejak tadi mulai bicara dan ingin cepat-cepat pergi karena takut terkena semprotan dari nona muda itu.
"Iya pergilah!" Jawab Rong Rong dengan sedikit emosi karena masih terbawa oleh suasana yang mengesalkan tadi.
__ADS_1
"Ehh sudah siang sepertinya aku harus segera ke kantor, biarkan saja Xi mencari ku dulu nanti. Kalau dia tidak mencariku aku tak akan bertemu dengannya huh!" Sifat yang biasa di miliki oleh wanita juga ada di diri seorang Ning Rong Rong, karena semua wanita sama saja.
Sejak hari itu Rong Rong jarang pulang ke rumah bahkan dia sering kerja lembur dan tidak pulang ke rumah. Sekalipun pulang ke rumah biasanya pulang jam 4 pagi dan tidak tidur di kamar utama tapi malah tidur di kamar pelayan bersama teman pelayannya itu. Shi Xi yang sudah lama tidak bertemu dengan istrinya pun mulai khawatir dan ingin menemuinya namun setiap dia pergi ke kantornya Rong Rong tidak ada di sana. Shi Xi merasa istrinya sengaja menghindar dari dirinya tapi ia tak tahu atas alasan apa dia menghindari Shi Xi.