![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
"Sayang?" Tampang Rong Rong dengan manja.
"Humm? Mau apa lagi? Big baby lagi pengen di manja ya?" Mencubit hidung mungil istrinya.
"Aku ya yang bawa mobil, nanti kita ke mall dulu aku mau beli mainan untuk Eiden dan Euis."
"Umm iya sayang, ayok buruan nanti keburu sore lagi."
"Iya iya hihi."
"Wah wah romantis sekali. Halo X** mereka akan ke mall siang ini, kita bisa menjalankan rencana A." Ucap seorang sosok misterius yang sudah memperhatikan gerak gerik mereka dari tadi.
*Sampai Mall
"Ehh ini mall baru ya sayang?"
"Emm iya, ini mall khusus untuk perlengkapan bayi. Makanya aku buru-buru ke sini." Jawab Rong Rong.
"Ahh itu ada penjual permen kapas, sayang aku ke sana beli ya. Kamu duluan saja nanti aku nyusul."
"Iya buruan loh ya aku tunggu di dalam."
"Iya sayang." Ucap Shi Xi sambil berlari menuju penjual permen kapas.
*Sebrang jalan
__ADS_1
"Saatnya beraksi selagi dia lengah."
*Penjual permen kapas
"Ahh paman boleh aku beli permen kapasnya?"
"Boleh tuan, mau beli berapa?" Jawab si penjual.
"Ahh aku beli 2 saja, kalau bisa yang jumbo ya hihi."
Baiklah tuan, eh tuan duduk di situ dulu sambil nunggu saya selesai membuatnya."
"Ahh iya iya."
Sambil menunggu permen kapas yang di belinya jadi, Shi Xi duduk di bangku yang telah disediakan oleh penjual sambil bermain game dengan ponselnya. Di saat itulah X** memiliki kesempatan menculik Xi. Dan benar saja rencana yang di siapkannyaa berjalan lancar.
"Hahaha pria lemah dari keluarga misterius ini lumayan juga tubuhnya, namun sayang sekali kewaspadaannya mudah lengah." Ucap X** sambil tertawa gembira.
"Nona mana bayaran saya?" Tanya si penjual palsu.
"Oh ini, ambil uangnya dan pergilah sejauh mungkin dan ini tambahan uang untuk mengganti identitas dirimu beserta mukamu." Melempar 2 gepok uang.
"Wahh maksih nona, saya pergi dulu."
"Huhh saatnya membawa pria tampan ini kepada bos."
__ADS_1
Wahh ternyata wanita itu adalah Xun, gadis yang memiliki dendam kepada Rong Rong sejak TK.
*Saat TK
"Wahh Rong Rong bajumu baru ya? Sepertinya ini mahal?"
"Ahh teman-teman ini baju lamaku kok cuma dulu terlalu besar untuk aku pakai." Jawab Rong Rong kecil.
"Cihh mentang-mentang kamu kaya jadi sombong banget." Ucap Xun kecil.
"Ahh Xun bilang saja kamu iri sama Rong Rong,kamu kan tidak sekaya Rong Rong jadi kamu membencinya, iya kan?" Ucap salah satu teman Rong Rong.
"Ahh apa? Aku iri dengannya? Gadis lemah sepertinya mana mungkin aku iri, lihat aku dari umur 4 tahun sudah mendapatkan banyak piala kejuaraan silat sedangkan dia? Dia hanya bernaung di bawah keluarganya yang kaya itu, apalagi dia tidak punya ayah." Jawab Xun dengan sombong.
"Aku punya ayah! Ayahku, ayah.... hiks hiks hiks."
"Dasar anak haram! Kamu itu seharusnya tidak sekolah di sini tapi di sekolah anak haram hahaha!" Ucapnya Xun kecil lagi dengan lantang.
"Tidak tidak, aku punya ayah hhuhuhu." Rong Rong yang terus menangis di biarkan oleh temannya.
"Anak haram! Anak haram!" Ejek teman sekelasnya.
"Kalian jahat!" Berlari keluar kelas sambil menangis.
"Huu anak haram! Jauh-jauh dari kami, kami tidak mau ketularan sepertimu tidak punya ayah!" Teriak Xun dari dalam kelas.
__ADS_1
"Hiks, mereka jahat! Aku punya ayah hanya saja aku tidak tahu di mana dia, aku bukan anak haram hiks."