[RALAT] SYLPHY

[RALAT] SYLPHY
Frederick Seegers vs Ning Rong Rong#2


__ADS_3

"Tak usah tapi-tapian, sekarang aku sudah punya istri meskipun aku tidak mencintainya. Setidaknya aku punya orang yang bisa membuatku lupa akan cintaku padamu." Ucap Frederick sembari meneteskan air mata.


"Hey? Kenapa? Kamu tidak pernah bilang padaku kalau kamu suka padaku, tetapi kamu selalu mencari perhatianku dengan menjadi musuh?"


"Iya itu aku yang tidak pernah berani mengungkapkan perasaan." Jawab Frederick dengan lesu.


Shi Xi yang sudah berhasil keluar dari tali itu berlari menuju ke arah Rong Rong dan Frederick. Melihat mereka berdua, Shi Xi bergegas menghampiri Rong Rong dan memeluknya erat.


"Ahh sayang!" Teriaknya sambil memeluk erat tubuh istrinya.


Karena tubuhnya tidak seimbang ia terjatuh dengan di tindih oleh Shi Xi.


"Hey uhuk uhuk uhuk, kamu ini." Tersenyum lega sambil mengelus-elus rambutnya.


"Sayang aku takut kamu tidak datang tadi, mereka jahat sama aku." Ucapnya dengan manja.


"Sepertinya adegan ini terbalik." Ucap Rong Rong dalam hati.


"Iya iya aku udah datang kok, jangan di tindih lagi nanti tubuh istrimu ini seperti iga penyet."


"Ah iya maaf." Bagun segera dari atas tubuh istrinya.

__ADS_1


"Dasar bayi besar, lain kali jangan asal beli makanan di pinggir jalan nanti di culik lagi."


"Maafkan aku."


"Dahlah..."


"Bruuummm.....brumm...." Segerombolan rombongan yang di bawa Rong Rong sudah sampai, tak lama kemudian pengawal udara yang di bawanya juga sampai. Mereka semua yang baru datang melongo keheranan, biasanya setiap Ning Rong Rong dan Frederick Seegers bertemu pasti tempat yang ada di sekitarnya akan seperti tempat yang habis terkena gempa.


"N-nona, saya bersama pengawal lainnya telah sampai. Kami siap menunggu perintah dari nona." Ucap kapten pengawal bayangan.


"Ahh kalian pulang saja, untuk beberapa tahun kedepan kita tidak akan mendapatkan musuh berbahaya lagi. Tetapi kalian harus tetap berlatih keras, Paham?!"


"Bagus, dan untuk kalian berdua tetaplah kawal aku sampai rumah."


"Te-terima kasih nona." Jawab mereka serentak.


"Frederick? Aku aku pergi dulu, sampai jumpa lain waktu." Menarik tangan Shi Xi dan buru-buru meninggalkan tempat tersebut karena ia tak mau lagi mengingat hal-hal di masa lalu.


Mereka masuk ke mobil, yang menyetir adalah pengawal hantu yang di bawanya itu sedangkang Rong Rong dan Shi Xi duduk di kursi belakang. Dalam perjalanan Rong Rong terus murung, Xi tidak tahu apa yang sedang di pikirkannya. Ia hanya duduk diam dan terus menggenggam tangan istrinya lalu membiarkan Rong Rong menyender di bahunya.


"Sayang kamu kenapa hem?"

__ADS_1


"Hmm tidak apa-apa."


"Baiklah kita pulang ke rumah ya lalu istirahat, kamu pasti kecapek an."


"Baiklah, aku juga sedang malas pergi ke kantor, nanti biar papi yang menggantikan aku. Lagian di sana juga masih ada Mozun."


"Iya."


"Astaga tuan dan nyonya begitu romantis, kapan aku punya istri?" Batin pengawal hantu yang sedang menyopir.


"Panas panas mana kipas?" Ucap salah satu pengawal hantunya lagi.


*Sesampainya di rumah


Karena perjalanannya yang begitu jauh Rong Rong sampai tertidur dengan pulas. Shi Xi tak mau membangunkannya, ia hanya menggendongnya menuju kamar mereka berdua.


"Ehh Xi?" Ning Zhan merasa sedikit lega melihat mereka berdua pulang.


"Suuutt, nanti aja ya ma? Aku mau bawa Rong Rong ke kamar biar dia bisa istirahat." ucapnya dengan lirih.


"Ahh iya iya, kamu bawa dia ke kamar ya, Kasihan dia." Jawab Ning Zhan dengan lirih juga.

__ADS_1


__ADS_2