![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
Hari ini adalah hari pernikahan Nan Shi Xi dan Ning Rong Wu. Mereka berdua terlihat amat gembira dengan pernikahan yang sangatlah di nantikan ini. Seluruh anggota keluarga Ning hadir di sana kecuali paman dan bibinya, anggota keluarga Nan juga mengahdiri tentunya. Hingga saat yang di nantikan semua orang yaitu acara lempar bunga.
"Bersiap-siaplah kalian semua hihi." Ucap Rong Rong.
"Aku harus mendapatkan bunganya, dan Melamar pacar baruku ini." Gumam Mozun sendirian.
"Sayang apa yang kau katakan?" Tanya pacarnya yang berdiri di sampingnya.
"Ah rahasia!" Tersenyum sambil mencubit pipi gadis yang sangat ia sayangi itu.
"Ih kamu." Manyun.
"Oke aku akan lempar bunganya, siap-siap ya. 1 2 3!" Bunga langsung di lemparkan oleh Rong Wu dan yang menangkapnya adalah...
"Hap!" Bunga di tangkap oleh seorang pria dan pria itu adalah si Mozun.
"Wa aku dapat bunganya!" Tersenyum gembira karena apa yang ia harapkan akhirnya di dapat.
"Mozun ayo cepat lamar gadis yang kamu suka!" Teriak Shi Xi yang ikut-ikutan memeriahkan acara.
__ADS_1
"Ehm ehmm, Lu Luo Li maukah kau menikah denganku?" Berlutut di hadapan pacarnya.
"Eh? Mo Mozun aku aku mau kok." Tersenyum manis.
"Benarkah?" Tanyanya lagi karena masih tidak percaya.
"Ia aku mau kok menikah dengan kamu, cup." Berjongkok dan mencium Mozun di hadapan semua orang.
"Ahh." Semua orang berteriak heboh, ada yang senang melihat mereka berdua ada juga yang merasa iri karena dirinya masih single.
Akhirnya selesai, mereka semua pulang ke rumah masing-masing. Keluarga Nan ikut ke rumah Ning dulu untuk menginap dan merayakan pernikahan itu. Semua anggota keluarga terlihat sangat bahagia, mereka makan bersama di meja makan.
"Ahh cucu menantu yang sangat baik, kau tak perlu terlalu memuji hehe." Jawab neneknya Rong.
"Ehmm anu, kakek sama nenek namanya siapa?" Tanyanya ragu-ragu.
"Oh iya, nenekmu ini adalah generasi dari keluarga Ning namanya Ning Annchi, Annchi artinya adalah seorang bidadari yang cantik. Nama itu memang sesuai dengan nenekmu hehe." Jawab kakeknya.
"Ehem dan kakekmu keturunan keluarga bangsawan Inggris namanya Alexander Lemos. Sepertinya arti dari Alexander kalau tidak salah itu pejuang. Sungguh tepat, dia benar-benar seorang pejuang untuk istrinya." Jawab neneknya.
__ADS_1
"Waww, umur kalian berapa?" Masih bertanya lagi karena di hantui rasa penasaran.
"Xi mungkin kau akan pingsan karena kaget oleh jawaban mereka, aku dulu saja juga begitu." Kata Rong Rong sambil menepuk pundak suaminya.
"Eh emang berapa?" Tanyanya lagi.
"Uhuk uhuk uhuk." Ning Zhan langsung tersedak karena takut Shi Xi menanyakan berapa umurnya.
"Eh itu anu, umur kakekmu 80 tahun dan aku 78 tahun hehe." Tersenyum malu-malu karena membahas soal umur mereka.
"A-apa? kalian terlihat seperti baru umur 40 tahun. Tunggu dulu kalau gitu mama umur berapa?" Menoleh ke arah Ning Zhan yang sedang minum air karena habis tersedak.
"Uhuk ehh itu umurku anu baru 45 tahun kok hehe." Berbicara dengan nada rendah karena takut menantunya itu akan pingsan beneran kalau tahu yang sebenarnya.
"Su-sungguh? Kenapa mama terlihat baru umur 25 tahun saja. Pantaslah Rong Rong terlihat seperti gadis umur 17 tahun." Hampir di buat mati karena kaget terus-terusan.
"Eh aku pernah di seret ke sekolah SMA loo gara-gara kabur dari pemotretan karena berlari ke arah sekolah menggunakan seragam SMA. Sampai sekarang itu masih saja membuatku kesal huhh, bukan hanya di seret tapi masih di hukum berdiri di depan tiang!" Mengingat masalalu pahit yang pernah ia alami dulu.
"Sudahlah aku tak akan pernah menanyakan umur lagi kepada keluarga Ning." Lemas karena pusing.
__ADS_1
Mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Shi Xi itu. Akhirnya makan malam terus mereka lanjutkan sambil bergurau ria bersama-sama.