![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
Setelah sampai di Rumah Sakit langganan keluarga Ning, ia menurunkan Mozun dan langsung menggendongnya masuk ke rumah sakit agar segera di tangani oleh dokter. Biasanya ada orang yang langsung menyambutnya karena orang itu sedang bertugas jadi di tugaskan kepada orang baru, dan kebetulan orang itu ternyata tidak hanya mengenali Ning Rong Rong namun juga menganggapnya pengemis karena pakaiannya yang bersimpah darah juga kotor.
"Heh pengemis mana kamu?" Seorang suster baru yang di suruh untuk menyambut Rong Rong itu terlihat sangat sombong.
"Siapa yang kau panggil pengemis?" Aura membunuh dari Rong Rong masih belum hilang sedari tadi.
"Eh? Kenapa orang ini terlihat menyeramkan." Ucap suster tersebut dalam hati.
"Hey kamu pengemis, udah bajunya kotor banyak darah gendong pria lagi. Udah kelihatan banget kalau kamu itu kampungan huh." Lagaknya semakin lama semakin sombong.
"Panggil direkturmu!" Ia semakin marah.
"Punya hak apa kamu nyuruh-nyuruh aku? Aku Lin Shang Guang suster di sini jelas lebih berkuasa daripada kamu!" Semakin lama semakin pamer saja.
"Oh? Margamu Lin? Apa kau putri dari Lin Che?" Menatap matanya dengan sinis.
"Eh? Apa kau pikir aku putri dari si paman miskin itu? Aku putri dari Lin Shang Ji walikota Changsha." menyekedapkan tangannya.
"Untung saja kau bukan putrinya Lin Che, oh iya karena kamu keponakannya jangan pernah mendekati Lin Che saat dia sudah menjadi pengusaha sukses nantinya. Minggir!" Setelah berbicara Ning Rong Rong menjejak tubuhnya lalu pergi ke ruang UGD.
"Hey jalang beraninya kamu!" Lin Shang Guang meneriaki Rong Rong.
"Mozun tunggu sebentar ya. Aku akan mengurusi bocah bau bawang ini." Meletakkan Mozun di kursi ruang tunggu.
__ADS_1
"Apa kau berani padaku?" Masih dengan sombong dia menantang Rong Rong dan tidak tahu bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.
"Mari kita lihat masih tebal mukamu atau jari telunjukku yang tebal." Mengacungkan jari telunjuk.
"Kamu, Duk! Agghh sakit sakit tolongg ada penjahat ahh!" Teriak suster itu setelah di dorong dengan jari telunjuk oleh Rong Rong.
"Hei hei hentikan ada keributan apa ini? Ini rumah sakit bukan ring tinju!" Ucap direktur rumah sakit yang baru keluar dari ruangan.
"Pak tolong dia orang jahat, dia berani menindasku bahkan mengancam nyawaku." Berlari sembunyi ke belakang direktur itu.
"Ahh nona Ning? Ada urusan apa kemari? Siapa yang membuat masalah denganmu?" Direktur itu tak menghiraukan Lin Shang Guang sama sekali.
"Apa dia pegawaimu?" Menunjuk ke arah Shang Guang.
"Ahh iya dia baru pagi ini bekerja di sini dan belum sempat saya kasih tahu aturan di sini karena tadi ada operasi mendadak." Jawab sang direktur.
"Sudah nona, hey kamu mana kertas yang kuberikan padamu tadi?" Ujar direktur.
"Ahh kertas bertuliskan hal aneh itu? Aku sudah membuangnya, aku ini anak walikota beraninya kau mengatur-ngatur aku." Shang Guang masih saja berlagak sombong.
"Apa kau tau 2 lembar kertas itu sangat penting, dan lagi apa kau tidak tahu siapa orang yang kau singgung?" Direktur itu mulai marah.
"Hanya pengemis biasa kenapa aku harus takut?" Tanya Shang Guang.
__ADS_1
"Dia adalah Ning Rong Rong putri dari wanita cantik Ning Zhan dan pria penguasa perdagangan gelap Zhang Jiangwu! Dan nona Ning Rong Rong sekarang adalah gadis muda pertama yang berhasil menduduki peringkat kekayaan nomor 1 di dunia. Apa kau tahu konsekuensi dari menyinggungnya? Ia bahkan di beri izin untuk membawa senjata api kemanapun dia pergi bahkan di usia 14 tahun dia sudah mendapatkan surat izin mengemudi pesawat!" Teriak direktur karena sudah marah besar.
"Hah? Mana mungkin? Meskipun bodynya bagus tpi pakaiannya jelek begitu!" Lin Shang Guang masih saja tidak mau mengalah dan mengaku salah.
"Direktur kamu tangani sekertarisku yang tergeletak di sana ya masalah dia biarkan saja nanti aku akan pulang dan melakukan hal baik." Menepuk pundak direktur itu agar segera menangani sekertarisnya.
"Ah? Oh baiklah nona saya pergi menangani sekertaris anda dulu." Pergi memanggil suster dan membawa Mozun ke ruang UGD agar segera di tangani.
"Halo, Ryan bawakan aku 1 set pakaian jangan lupa bawa yang paling mahal, dan kamu harus sampai di sini dalam 5 menit kalau tidak aku akan memotong gajimu setengah bulan. Oke terima kasih." Menelpon salah satu karyawan kepercayaannya.
"Heh pengemis ya pengemis saja buat apa kau berlagak sok kaya?" Ucap Shang Guang.
"Oh? Aku malah takut kalau tahu harga 1 set pakaian yang akan di bawa karyawan ku kamu bahkan tidak mampu membelinya bahkan jika kamu menabung seumur hidup!" Ucapan yang manis namun menyakitkan bagi Lin Shang Guang.
"Uh huhh huhh! Nona ini pakaian yang kamu minta tadi dan saya sampai di sini di hadapan nona membutuhkan waktu 4 menit 23 detik." Ryan datang dengan ngos-ngosan.
"Hey kamu bawa mobil apa? Kok cepet?" Ini rekor pertama di mata Rong Rong, karena perjalanan dari kantor menuju rumah sakit seharusnya membutuhkan waktu 9 menit.
"Mobil ambulans nona, hehe." Jawab Ryan sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Tidak heran kalau kamu cepat." Ucap Rong Rong sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Hey itukan produk Channel? Bukannya itu akan di keluarkan musim panas tahun depan?" Tanya Lin Shang Guang dengan ekspresi kaget.
__ADS_1
"Oh barang murah ini? Tahun depan set musim panas ini di bandrol dengan harga 2 miliar, dan karena aku pemilik perusahaan Channel jadi ya gratis untukku karena aku yang desain juga." Jawabnya sambil senyum sinis.
"Ahh!" Shang Guang sepertinya kena depresi yang di akibatkan dari rasa kaget dan takut.