[RALAT] SYLPHY

[RALAT] SYLPHY
Jatahnya Nan Shi Xi


__ADS_3

"Nih Xi kamu beresin dulu,oy." Di dorong Nan Shi Xi ke kasur


"Aku mau jatah, kalau gak takdirmu akan berubah, mungkin kita tidak bisa bersama lagi, aku aku." Berbicara dengan nada rendah sambil meneteskan air mata perlahan.


"Hey jangan nangis lagi okey, aku tak akan meninggalkan kamu lagi, ini janji sehidup semati." Mengusap air matanya lalu memeluknya dengan erat.


"Aku hiks apa kau tahu, aku mengorbankan kebahagiaan orang satu negara di masa lalu untuk bisa bersamamu, aku hanya ingin dirimu, meskipun fisikmu cacat, kau tak punya apapun bahkan hanya punya sehelai kain pun aku akan tetap mau bersamamu."


"Iya iya kita akan tetap bersama okey. Ayo lakukan."


"Kau apa kau yakin?"


"Ehem, apapun yang kah suka akan aku berikan, bahkan kau ingin nyawaku akan aku berikan." Tulus.


"Hey kalau aku ambil nyawamu aku akan hidup sendiri dong." Ngambek sama Rong Rong.


"umnn." Xi langsung mencium bibir Ning Rong Wu.


Setelah itu mereka melakukan hal yang hangat-hangat agar bisa mempunyai keturunan. Karena kalau tidak segera memiliki keturunan takdir Rong Rong akan berubah entah itu tentang keluarga,harta,atau jodohnya.

__ADS_1


*Di dapur


"Kalian harus masak yang enak-enak ya, nanti kalau calon menantuku tidak suka aku turunin jabatan kalian jadi tukang kebun yang hanya memiliki gaji 12 juta per bulannya." Ning Zhan mengancam para koki yang sedang memasak makanan khas Indonesia itu.


"Baiklah nyonya, nanti kalau nona muda dan tuan muda kurang puas saya siap menerima turun pangkat dan turun gaji." Patuh.


"Nah gitu, jadi pinter pinter masak ya!"


"Baik nyonya."


"Hemm bersih-bersih udah, makanan udah ku urus, tinggal panggil Rong Rong dan Shi Xi." Ucap Ning Zhan.


"Rong Rong, Shi Xi kalian ha ha....? Haaaa!" Teriak malu melihat mereka berdua yang masih anu.


"Ning ada a? Apa?" Zhang Jiangwu berteriak memanggil Ning Zhan tapi langsung melihat ke dalam kamar dan kaget.


"Ah Tante ngapain teriak ganggu tidur siangku aja, eh kakak?" Keluar dari kamarnya ia di kagetkan dengan apa yang ia lihat. Saat mendengar Ning Zhan berteriak kencang tadi Xin Yuan dan Nan Yelu bergegas menuju arah suara yang mereka dengar tadi, sesampainya di depan kamar Rong Rong mereka terbengong sejenak.


"Wow primitif, seperti pesona di atas ranjang." Ucap Nan Yelu. Sedangkan Xin Yuan terdiam saja.

__ADS_1


"Xi aku malu!" Membuntal tubuhnya dan tubuh Shi Xi dengan selimut.


"Kita akan segera punya cucu aaaa!" Ucap Ning Zhan.


"La kalian nga ngapain?" Tanya Shi Xi.


"Tak lah gajadi xixixi, bersenang-senang lah nanti kalau lapar silahkan turun, udah di siapin sma para koki."


Semuanya sudah pergi tapi Shi Xi dan Ning Rong Rong tetap terdiam di tempatnya.


"Xi anu udah ya." Malu.


"kakak ipar udah coba gaya 69 belom?" Nan Bo mengintip dari balik pintu.


"Pergi kau!" Melemparinya dengan bantal.


"Waduh, sakit kak!" Sambil mengelus kepalanya ia pergi dari sana.


"Dahlah mandi aja yuk kita pergi makan. Gausah malu-malu lagi kita kan udah pasangan." ucap Shi Xi.

__ADS_1


"I iya baiklah."


__ADS_2