![[RALAT] SYLPHY](https://asset.asean.biz.id/-ralat--sylphy.webp)
"Sayang ini sudah malam seharusnya putrinya Eren hampir lahir, kita keluar yuk!"
"Ehh sayang kamu baru aja melahirkan tadi pagi loh. Kamu masih dalam kondisi lemah." Ujar Shi Xi.
"Ga kok, aku udah sehat dari tadi soalnya aku makan pill obat yang aku buat seminggu yang lalu."
"Lah kok kamu masih pura-pura terbaring lemah di sini?"
"Kalau aku tidak pura-pura lemah mungkin aku akan di jadiin eksperimen loh."
"Eh iya ya, hehe kalau gitu ayo kita keluar, sini aku gendong kamu." Mengulurkan tangannya.
"Udah di bilangin aku bisa sendiri kok!"
"Ck! Udah aku gendong aja, kamu nih."
"Ahh!"
Mereka akhirnya keluar kamar dengan keadaan Ning Rong Rong di gendong, saat baru saja keluar dari ruangan semua orang yang berada di ruang tunggu tercengang dan kaget.
"Hey bukankah dia yang baru saja melahirkan tadi pagi?" Ucap salah seorang wanita hamil.
"Iya, tapi kelihatannya dia baik-baik saja? Malah di gendong kelihatan gembira, sebenarnya pasangan macam apa mereka itu?"
"Sungguh pasangan yang mengejutkan!" Gumam seorang dokter yang baru keluar dari ruang bersalin.
Mereka berdua jadi bahan pembicaraan sekali lagi, entah sudah berapa kali mereka membuat kehebohan di rumah sakit namun cerita mereka berdua tetaplah menjadi yang paling populer.
*Balkon atas rumah sakit
__ADS_1
"Sayang lihat Auroranya sudah mulai muncul dari arah selatan." Ucap Shi Xi sambil menunjuk ke arah selatan.
"Ehm ah ahh, sakit.... Rein pelan-pelan uhh!" Terdengar suara kecil yang begitu menggelikan.
"Eh??" Shi Xi dan Rong Rong celingak-celinguk mencari arah suara itu, ternyata arahnya dari balkon gedung sebelah tepatnya itu di balkon atas sekolah.
"Bukankah mereka siswa SMA kelas 1A?" Ucap Rong Rong.
"Kok kamu tahu?"
"Siswa kelas 1A selalu memakai seragam berbeda yaitu di lengan kiri mereka ada lambang Diamond. Itu menandakan mereka adalah siswa siswi unggulan dari berbagai tempat."
"Istriku hebat!"
"Huh dasar anak muda zaman sekarang, aku dulu umur segitu masih sibuk mempelajari Tata Krama Seorang Putri."
"Sudahlah sayang kita fokus lihat Auroranya saja."
Saat Aurora memenuhi langit Huaxia di situlah putri Eren lahir. Takdir Phoenix memang berbeda, seluruh keajaiban terkumpul pada diri bayi tersebut,dan memang biasanya takdir Phoenix di miliki oleh perempuan. Di balik indahnya Aurora, 15 tahun ke depan akan membawa kesedihan bagi keluarganya Eren. Hahh sudahlah itu memang takdirnya.
"Sayang ayo kita lihat ke tempat Eren, aku ingin melihat putrinya." Ajak Shi Xi.
*Sementara di ruangan Rong Rong
"Wahh kemana perginya pasien di ruangan ini?" Teriak suster yang datang memeriksa.
*Di tempat Rong Rong
"Hay Eren!" Sapa mereka berdua setelah menemukan ruangan di mana Eren dan istrinya berada.
__ADS_1
"Ehh sepertiny aku kenal dengan mereka berdua?"
"Merka adalah temanku yang aku bicarakan, ehh Shi Xi dan Rong Rong kenalin ini istriku namanya Limi."
"Ohh Hay Limi."
"Ahh aku ingat sekarang, kamu adalah pemilik perusahaan Channel kan?" Ucap istrinya Eren.
"Eh iya, kamu kenal denganku?"
"Aduh, aku adalah putri pertama dari raja Carl!" Jawab Limi.
"Ohh dari kerajaan Romawi?" Tanya Rong Rong lagi.
"I-iya."
"Kamu dari Romawi kabur ke Huaxia apakah itu tidak melelahkan? Oh iya saat kamu mau pulang, mampirlah ke rumahku dulu aku ingin memberikan hadiah kepadamu hehe."
"Ahh tidak perlu, aku akan merepotkan mu nanti."
"Ehh enggak kok ga ngerepotin, oh iya ini aku punya hadiah pertama buat kamu. Biar kita keluar rumah sakit bisa bareng-bareng. Takutnya kalau kalian tidak masuk ke rumah bersamaku sampai 1 bulanpun akan tetap berdiri di depan gerbang hehe." Ucap Rong Rong sambil menyodorkan sebuah kotak berisi pill obat.
"Ini?"
"Udah makan aja sayang, aku tau itu baik untuk tubuhmu kok." Ulas Eren.
"E-eh iya, hap!" Limi langsung menelan pil tersebut.
"Gimana?"
__ADS_1
"Wahh Rong Rong pill obat milikmu ajaib sekali, tubuhku langsung bugar seperti tidak pernah melahirkan saja hehe."